Surah 27 · 27:22
Surah An-Naml 27:22
An-Naml · The Ant
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِي
Famakatha ghayra baAAeedin faqala ahattubima lam tuhit bihi waji/tuka min saba-inbinaba-in yaqeen
But he [i.e., the hoopoe] stayed not long and said, "I have encompassed [in knowledge] that which you have not encompassed, and I have come to you from Sheba with certain news.
Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba` membawa suatu berita yang meyakinkan.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
How the Hoopoe came before Sulayman and told Him about Saba'
Allah says:
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ(But (the hoopoe) stayed not long,) meaning, he was absent for only a short time. Then he came and said to Sulayman:
أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ(I have grasped which you have not grasped) meaning, `I have come to know something that you and your troops do not know.'
وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ(and I have come to you from Saba' with true news.) meaning, with true and certain news. Saba' (Sheba) refers to Himyar, they were a dynasty in Yemen. Then the hoopoe said:
إِنِّى وَجَدتُّ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ(I found a woman ruling over them,) Al-Hasan Al-Basri said, "This is Bilqis bint Sharahil, the queen of Saba'." Allah's saying:
وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ(she has been given all things,) means, all the conveniences of this world that a powerful monarch could need.
وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ(and she has a great throne.) meaning, a tremendous chair adorned with gold and different kinds of jewels and pearls. The historians said, "This throne was in a great, strong palace which was high and firmly constructed. In it there were three hundred and sixty windows on the east side, and a similar number on the west, and it was constructed in such a way that each day when the sun rose it would shine through one window, and when it set it would shine through the opposite window. And the people used to prostrate to the sun morning and evening. This is why the hoopoe said:
وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَـنُ أَعْمَـلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ(I found her and her people worshipping the sun instead of Allah, and Shaytan has made their deeds fair seeming to them, and has prevented them from the way,) meaning, from the way of truth,
فَهُمْ لاَ يَهْتَدُونَ(so they have no guidance.) Allah's saying:
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَـنُ أَعْمَـلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لاَ يَهْتَدُونَأَلاَّ يَسْجُدُواْ للَّهِ(and Shaytan has made their deeds fair seeming to them, and has prevented them from the way, so they have no guidance, so they do not prostrate themselves before Allah.) They do not know the way of truth, prostrating only before Allah alone and not before anything that He has created, whether heavenly bodies or anything else. This is like the Ayah:
وَمِنْ ءَايَـتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لاَ تَسْجُدُواْ لِلشَّمْسِ وَلاَ لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُواْ لِلَّهِ الَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ(And from among His signs are the night and the day, and the sun and the moon. Prostrate yourselves not to the sun nor to the moon, but prostrate yourselves to Allah Who created them, if you indeed worship Him.) (41:37)
الَّذِى يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ(Who brings to light what is hidden in the heavens and the earth,) `Ali bin Abi Talhah reported that Ibn `Abbas said: "He knows everything that is hidden in the heavens and on earth." This was also the view of `Ikrimah, Mujahid, Sa`id bin Jubayr, Qatadah and others. His saying:
وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ(and knows what you conceal and what you reveal.) means, He knows what His servants say and do in secret, and what they say and do openly. This is like the Ayah:
سَوَآءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ(It is the same whether any of you conceals his speech or declares it openly, whether he be hid by night or goes forth freely by day) (13:10). His saying:
اللَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ(Allah, La ilaha illa Huwa, the Lord of the Supreme Throne!) means, He is the One to be called upon, Allah, He is the One other than Whom there is no god, the Lord of the Supreme Throne, and there is none greater than Him in all of creation. Since the hoopoe was calling to what is good, and for people to worship and prostrate to Allah alone, it would have been forbidden to kill him. Imam Ahmad, Abu Dawud and Ibn Majah recorded that Abu Hurayrah, may Allah be pleased with him, said that the Prophet forbade killing four kinds of animals: ants, bees, hoopoes and the sparrow hawks. Its chain of narration is Sahih.
Tafsir Kemenag RI
Tidak berapa lama setelah ancaman hukuman untuk burung hud-hud itu dikeluarkan, burung itu pun datang. Sulaiman lalu menanyakan sebab-sebab kepergian burung hud-hud yang tanpa pamit itu.
Burung hud-hud itu menerangkan alasan kepergiannya dengan mengatakan bahwa ia telah pergi dan terbang mengarungi daerah yang jauh dan telah sampai kepada suatu negeri yang bernama Saba'. Ia mengetahui hal ihwal negeri itu yang Sulaiman sendiri belum mengetahuinya. Berita yang dibawanya itu adalah berita penting serta dapat diyakini kebenarannya.
Burung hud-hud telah menyampaikan berita penting itu kepada Nabi Sulaiman sedemikian rupa, dengan kata-kata yang manis lagi hormat, enak didengar telinga, disertai dengan alasan-alasan yang kuat pula. Dengan demikian, kemarahan Sulaiman kepada burung hud-hud itu berangsur-angsur mereda, akhirnya hilang sama sekali. Bahkan dengan keterangan itu, Nabi Sulaiman telah mendapat sesuatu yang berharga, sehingga hukuman yang pernah diancamkannya itu tidak jadi dilaksanakan.
Kesanggupan burung hud-hud bepergian sejauh itu dan menyampaikan berita penting kepada Nabi Sulaiman adalah suatu perwujudan kekuasaan Allah dan ilham yang ditanamkan-Nya ke dalam naluri burung hud-hud itu. Ia sanggup pergi dan terbang mengarungi daerah yang terletak antara negeri Palestina dan Yaman sekarang, suatu jarak yang cukup jauh, mengarungi daerah padang pasir yang sangat panas. Ia mengetahui dan mengerti keadaan negeri Saba' yang juga harus diketahui oleh Nabi Sulaiman yang bertugas sebagai seorang kepala negara dan sekaligus rasul Allah. Ia sanggup pula menyampaikan berita itu dan memberikan pengertian yang baik, sehingga Nabi Sulaiman langsung menanggapi berita yang dibawa burung hud-hud itu.
Nabi Sulaiman adalah seorang nabi dan rasul. Ia juga seorang raja yang bijaksana, yang mempunyai kekuasaan yang besar dan kekayaan yang melimpah. Ia mempunyai pengetahuan yang banyak di samping pengetahuan-pengetahuan lain yang mungkin hanya diberikan Allah kepadanya. Sedang burung hud-hud hanyalah seekor burung yang tidak mempunyai arti sama sekali, bila dibanding dengan apa yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman. Sekalipun demikian, burung hud-hud memiliki pengetahuan yang belum diketahui oleh Nabi Sulaiman. Pengetahuan itu sangat dibutuhkan Nabi Sulaiman dalam melaksanakan tugasnya sebagai raja, terutama dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang nabi dan rasul Allah. Dalam menghadapi burung hud-hud sebagai sumber dan pembawa berita penting, Nabi Sulaiman mampu bersikap wajar, sebagai seorang hamba Allah.
Kisah Nabi Sulaiman dan burung hud-hud ini hendaknya menjadi tamsil dan ibarat bagi manusia, terutama bagi orang-orang yang telah mengaku dirinya beriman kepada Allah. Seseorang hendaknya jangan merasa sombong dan takabur karena pengetahuan, kekuasaan, dan kekayaan yang telah diberikan Allah kepadanya. Semua yang diberikan itu walau berapa pun banyaknya menurut dugaannya, namun yang diperoleh itu hanyalah sedikit sekali bila dibanding dengan pengetahuan, kekuasaan, dan kekayaan Allah. Oleh karena itu, jangan sekali-kali menganggap rendah, enteng, dan hina sesuatu atau seseorang. Mungkin Allah telah memberikan kepada seseorang yang dianggap hina dan rendah itu, apa yang tidak dipunyai oleh orang lain, yang mungkin diperlukan untuk suatu kepentingan, sebagaimana yang telah dianugerahkan-Nya kepada burung hud-hud. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan memuliakan manusia. Oleh karena itu, hendaklah manusia hidup berkasih-kasihan, tolong-menolong, dan hormat-menghormati antara sesama manusia. Tirulah sikap Nabi Sulaiman kepada burung hud-hud, yang selalu mengasihi dan menghormatinya, meskipun hanya seekor burung.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
فَمَكَثَ
famakatha
So he stayed
غَيۡرَ
ghayra
not
بَعِيدٖ
baʿīdin
long
فَقَالَ
faqāla
and he said
أَحَطتُ
aḥaṭtu
I have encompassed
بِمَا
bimā
that which
لَمۡ
lam
not
تُحِطۡ
tuḥiṭ
you have encompassed
بِهِۦ
bihi
it
وَجِئۡتُكَ
waji'tuka
and I have come to you
مِن
min
from
سَبَإِۭ
saba-in
Saba
بِنَبَإٖ
binaba-in
with news
يَقِينٍ
yaqīnin
certain