Surah 27 · 27:23

Surah An-Naml 27:23

An-Naml · The Ant

إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

Innee wajadtu imraatan tamlikuhum waootiyatmin kulli shay-in walaha AAarshun AAatheem

Indeed, I found [there] a woman ruling them, and she has been given of all things, and she has a great throne.

Sungguh, ku dapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.

SurahAn-Naml
Juz19
Page379
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

How the Hoopoe came before Sulayman and told Him about Saba'

Allah says:

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ

(But (the hoopoe) stayed not long,) meaning, he was absent for only a short time. Then he came and said to Sulayman:

أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ

(I have grasped which you have not grasped) meaning, `I have come to know something that you and your troops do not know.'

وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ

(and I have come to you from Saba' with true news.) meaning, with true and certain news. Saba' (Sheba) refers to Himyar, they were a dynasty in Yemen. Then the hoopoe said:

إِنِّى وَجَدتُّ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ

(I found a woman ruling over them,) Al-Hasan Al-Basri said, "This is Bilqis bint Sharahil, the queen of Saba'." Allah's saying:

وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ

(she has been given all things,) means, all the conveniences of this world that a powerful monarch could need.

وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

(and she has a great throne.) meaning, a tremendous chair adorned with gold and different kinds of jewels and pearls. The historians said, "This throne was in a great, strong palace which was high and firmly constructed. In it there were three hundred and sixty windows on the east side, and a similar number on the west, and it was constructed in such a way that each day when the sun rose it would shine through one window, and when it set it would shine through the opposite window. And the people used to prostrate to the sun morning and evening. This is why the hoopoe said:

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَـنُ أَعْمَـلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ

(I found her and her people worshipping the sun instead of Allah, and Shaytan has made their deeds fair seeming to them, and has prevented them from the way,) meaning, from the way of truth,

فَهُمْ لاَ يَهْتَدُونَ

(so they have no guidance.) Allah's saying:

وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَـنُ أَعْمَـلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لاَ يَهْتَدُونَأَلاَّ يَسْجُدُواْ للَّهِ

(and Shaytan has made their deeds fair seeming to them, and has prevented them from the way, so they have no guidance, so they do not prostrate themselves before Allah.) They do not know the way of truth, prostrating only before Allah alone and not before anything that He has created, whether heavenly bodies or anything else. This is like the Ayah:

وَمِنْ ءَايَـتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لاَ تَسْجُدُواْ لِلشَّمْسِ وَلاَ لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُواْ لِلَّهِ الَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

(And from among His signs are the night and the day, and the sun and the moon. Prostrate yourselves not to the sun nor to the moon, but prostrate yourselves to Allah Who created them, if you indeed worship Him.) (41:37)

الَّذِى يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ

(Who brings to light what is hidden in the heavens and the earth,) `Ali bin Abi Talhah reported that Ibn `Abbas said: "He knows everything that is hidden in the heavens and on earth." This was also the view of `Ikrimah, Mujahid, Sa`id bin Jubayr, Qatadah and others. His saying:

وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ

(and knows what you conceal and what you reveal.) means, He knows what His servants say and do in secret, and what they say and do openly. This is like the Ayah:

سَوَآءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ

(It is the same whether any of you conceals his speech or declares it openly, whether he be hid by night or goes forth freely by day) (13:10). His saying:

اللَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

(Allah, La ilaha illa Huwa, the Lord of the Supreme Throne!) means, He is the One to be called upon, Allah, He is the One other than Whom there is no god, the Lord of the Supreme Throne, and there is none greater than Him in all of creation. Since the hoopoe was calling to what is good, and for people to worship and prostrate to Allah alone, it would have been forbidden to kill him. Imam Ahmad, Abu Dawud and Ibn Majah recorded that Abu Hurayrah, may Allah be pleased with him, said that the Prophet forbade killing four kinds of animals: ants, bees, hoopoes and the sparrow hawks. Its chain of narration is Sahih.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan bahwa burung hud-hud menyampaikan kepada Nabi Sulaiman berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya selama dalam perjalanan ke negeri Saba'. Sebuah negeri yang besar dan kaya raya serta diperintah oleh seorang ratu yang cantik dan mempunyai singgasana yang besar lagi indah.

Dalam ayat ini dipahami bahwa ada tiga hal mengenai negeri Saba' yang disampaikan oleh burung hud-hud kepada Nabi Sulaiman:

1. Negeri Saba' itu diperintah oleh seorang ratu yang cantik, dan memerintah negerinya dengan baik dan bijaksana.

2. Ratu itu memerintah dengan tegas dan bijaksana karena dilengkapi dengan segala sesuatu yang diperlukan dalam pemerintahan, seperti harta dan kekayaan, tentara yang kuat, dan sebagainya.

3. Ratu mempunyai singgasana yang indah lagi besar, yang menunjukkan kebesaran dan pengaruh kekuasaannya, baik terhadap rakyat maupun terhadap negeri-negeri yang berada di sekitarnya.

Menurut sejarah, Saba' adalah ibu kota kerajaan Saba' atau Sabaiyah. Kerajaan Saba' atau Sabaiyah ini didirikan oleh Saba' bin Yasyjub bin Ya'rub bin Qahthan yang menjadi cikal-bakal penduduk Yaman kurang lebih tahun 955 Sebelum Masehi di Yaman. Nama kota Saba' terambil dari nama Saba' bin Yasyjub, begitu juga nama kerajaan Saba' atau Sabaiyah.

Kaum Saba' termasyhur di dalam sejarah sebagai orang-orang yang bergerak dalam bidang perniagaan. Jalan-jalan perniagaan laut dan darat bertemu di negeri Yaman itu. Barang perniagaan itu dibawa dari timur jauh (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) ke Eropa melalui Persia, Yaman, Suriah, dan Mesir. Dengan demikian, daerah Yaman merupakan sebuah mata rantai perniagaan yang menghubungkan kawasan timur dengan kawasan barat. Kaum Saba' memegang peranan yang besar dalam melancarkan perniagaan itu. Negeri Yaman mempunyai armada laut dan kafilah-kafilah darat untuk mengangkut perniagaan itu, sedang kota Ma'rib pada waktu itu merupakan kota internasional. Barang-barang yang diperniagakan ialah hasil bumi dan barang-barang dari Timur Jauh, ditambah dengan hasil bumi negeri Yaman yang melimpah ruah, karena memang daerah Yaman adalah daerah yang amat makmur. Pada waktu kembali dari Eropa, Mesir, dan Suriah, saudagar-saudagar itu membawa tekstil ke Timur.

Kemakmuran negeri Yaman disebabkan adanya bendungan-bendungan air yang dibangun oleh raja-raja Sabaiyah. Di antaranya sebuah bendungan raksasa di kota Ma'rib yang dikenal dengan bendungan Ma'rib. Dengan adanya bendungan Ma'rib ini, kaum Saba dapat mengadakan irigasi yang teratur, sehingga daerah Yaman menjadi subur, dan mengeluarkan hasil yang melimpah. Al-Qur'an sendiri menyebutkan bahwa kesuburan negeri Yaman itu adalah salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah.

Adapun wanita atau ratu yang memerintah kaum Saba' yang disebutkan dalam ayat itu menurut budaya Arab disebut Balqis. Masa pemerintahannya semasa dengan pemerintahan Nabi Sulaiman. Ia adalah putri dari Syurahil yang juga berasal dari keturunan Ya'rub bin Qahthan. Sekalipun Balqis adalah seorang wanita, namun ia sanggup membawa rakyat Saba' kepada kemakmuran dan ketenteraman. Ia adalah seorang yang dicintai oleh rakyatnya. Dalam sejarah dikenal dengan sebutan Malikatus Saba' (Ratu Saba', The Queen of Sheba).

Kejayaan kerajaan Saba' bertahan cukup lama. Kemudian mereka berpaling dari seruan Tuhan dan mendustakan para rasul dan tidak mensyukuri nikmat-Nya, bahkan tenggelam dalam segala macam kenikmatan dan kemewahan hidup. Oleh karena itu, Tuhan menghancurkan mereka dengan air bah yang amat besar akibat runtuhnya Saddu (Bendungan) Ma'rib yang tadinya menjadi sumber kemakmuran negeri mereka. Dengan runtuhnya Bendungan Ma'rib ini dan terjadinya air bah yang amat besar itu, maka hancurlah kota Ma'rib, dan robohlah kerajaan Sabaiyah. (Lihat Surah Saba'/34: 15-17).

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

إِنِّي

innī

Indeed, I

وَجَدتُّ

wajadttu

found

ٱمۡرَأَةٗ

im'ra-atan

a woman

تَمۡلِكُهُمۡ

tamlikuhum

ruling them

وَأُوتِيَتۡ

waūtiyat

and she has been given

مِن

min

of

كُلِّ

kulli

every

شَيۡءٖ

shayin

thing

وَلَهَا

walahā

and for her

عَرۡشٌ

ʿarshun

(is) a throne

عَظِيمٞ

ʿaẓīmun

great