Surah 5 · 5:69

Surah Al-Ma'idah 5:69

Al-Ma'idah · The Table Spread

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلصَّـٰبِــُٔونَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْأَخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Inna allatheena amanoo wallatheenahadoo wassabi-oona wannasaraman amana billahi walyawmi al-akhiriwaAAamila salihan fala khawfun AAalayhim walahum yahzanoon

Indeed, those who have believed [in Prophet Muḥammad (ﷺ)] and those [before him (ﷺ)] who were Jews or Sabeans or Christians - those [among them] who believed in Allāh and the Last Day and did righteousness - no fear will there be concerning them, nor will they grieve.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Ṣābiīn dan orang-orang Nasrani, barang siapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati.

SurahAl-Ma'idah
Juz6
Page119
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

There is no Salvation Except through Faith in the Qur'an

Allah says: O Muhammad, say,

يَـأَهْلَ الْكِتَـبِ لَسْتُمْ عَلَى شَىْءٍ

(O People of the Scripture! You have nothing...) meaning no real religion until you adhere to and implement the Tawrah and the Injil. That is, until you believe in all the Books that you have that Allah revealed to the Prophets. These Books command following Muhammad and believing in his prophecy, all the while adhering to his Law. Before, we explained Allah's statement,

وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَـناً وَكُفْراً

(Verily, the revelation that has come to you from your Lord makes many of them increase in rebellion and disbelief.)

فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَـفِرِينَ

(So do not grieve for the people who disbelieve), Do not be sad or taken aback by their disbelief. Allah said next,

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ

(Surely, those who believe) referring to Muslims,

وَالَّذِينَ هَادُواْ

(those who are the Jews) who were entrusted with the Tawrah,

وَالصَّـبِئُونَ

(and the Sabians. ..) a sect from the Christians and Magians who did not follow any particular religion, as Mujahid stated. As for the Christians, they are known and were entrusted with the Injil. The meaning here is that if each of these groups believed in Allah and the Hereafter, which is the Day of Judgement and Reckoning, and performed good actions, which to be so, must conform to Muhammad's ﷺ Law, after Muhammad ﷺ was sent to all mankind and the Jinns. If any of these groups held these beliefs, then they shall have no fear of what will come or sadness regarding what they lost, nor will grief ever affect them. We discussed a similar Ayah before in Surat Al-Baqarah 2:62.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini dari segi pengertiannya tidak ada perbedaannya dari ayat 62 surah al-Baqarah. Ia diulang kembali, dengan susunan yang berbeda. Sejalan dengan ayat sebelumnya yaitu ayat 62, yang memerintahkan kepada Muhammad supaya mengatakan kepada Ahli Kitab, bahwa mereka belum dipandang beragama selama mereka belum beriman kepada Allah dengan sesungguhnya dan mengamalkan tuntunan Taurat dan Injil serta ajaran Al-Qur'an, maka pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hal itu berlaku pada pengikut-pengikut semua rasul sebelum Muhammad yaitu Yahudi, Nasrani dan shabiin (bukan Yahudi dan Nasrani). Jika mereka menjalankan petunjuk-petunjuk agamanya sebelum terjadi perubahan oleh tangan mereka, tentulah mereka tidak khawatir pada hari kemudian dan mereka yang menemui Nabi Muhammad tetapi menentangnya atau pura-pura beriman, manakala mereka itu bertobat dan beramal saleh tentulah mereka tidak khawatir pada hari kemudian, karena seseorang itu tidak ada kelebihannya kecuali jika ia beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian serta beramal saleh.

Manusia mempunyai dua macam kekuatan: pertama, kekuatan di bidang teori dan kedua, kekuatan di bidang praktek atau amaliah. Kekuatan di bidang teori barulah mencapai kesempurnaannya jika manusia itu mempunyai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan manusia baru mencapai kesempurnaan, jika sampai pada pengetahuan tentang sesuatu yang paling mulia yaitu Allah Tuhan Yang Maha Esa dan Mahakuasa membangkitkan dan menghimpun manusia di padang mahsyar. Dengan demikian pengetahuan yang paling mulia adalah keimanan kepada Allah dan hari kemudian. Amal kebaikan yang paling mulia adalah berbakti kepada Allah dan berusaha menyampaikan hal-hal yang bermanfaat kepada manusia. Jadi orang-orang yang menghadap Allah dengan keimanan dan amalan-amalan seperti ini tentulah dia tidak akan khawatir sedikit pun terhadap huru-hara dan bencana hari kiamat dan mereka tidak bersedih hati terhadap nikmat dunia yang tidak pernah mereka rasakan ketika hidup di dunia.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

إِنَّ

inna

Indeed

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those who

ءَامَنُواْ

āmanū

believed

وَٱلَّذِينَ

wa-alladhīna

and those who

هَادُواْ

hādū

became Jews

وَٱلصَّٰبِـُٔونَ

wal-ṣābiūna

and the Sabians

وَٱلنَّصَٰرَىٰ

wal-naṣārā

and the Christians

مَنۡ

man

whoever

ءَامَنَ

āmana

believed

بِٱللَّهِ

bil-lahi

in Allah

وَٱلۡيَوۡمِ

wal-yawmi

and the Day

ٱلۡأٓخِرِ

l-ākhiri

the Last

وَعَمِلَ

waʿamila

and did

صَٰلِحٗا

ṣāliḥan

good deeds

فَلَا

falā

then no

خَوۡفٌ

khawfun

fear

عَلَيۡهِمۡ

ʿalayhim

on them

وَلَا

walā

and not

هُمۡ

hum

they

يَحۡزَنُونَ

yaḥzanūna

will grieve