Surah 18 · 18:28

Surah Al-Kahf 18:28

Al-Kahf · The Cave

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٲةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا‌ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

Wasbir nafsaka maAAa allatheenayadAAoona rabbahum bilghadati walAAashiyyiyureedoona wajhahu wala taAAdu AAaynaka AAanhumtureedu zeenata alhayati addunya walatutiAA man aghfalna qalbahu AAan thikrinawattabaAAa hawahu wakana amruhu furuta

And keep yourself patient [by being] with those who call upon their Lord in the morning and the evening, seeking His face [i.e., acceptance]. And let not your eyes pass beyond them, desiring adornments of the worldly life, and do not obey one whose heart We have made heedless of Our remembrance and who follows his desire and whose affair is ever [in] neglect.

Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.

SurahAl-Kahf
Juz15
Page297
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Command to recite the Qur'an and to patiently keep Company with the Believers

Commanding His Messenger to recite His Holy Book and convey it to mankind, Allah says,

لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَـتِهِ

(None can change His Words,) meaning, no one can alter them, distort them or misinterpret them.

وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا

(and none will you find as a refuge other than Him.) It was reported that Mujahid said, "A shelter," and that Qatadah said, "A helper or supporter." Ibn Jarir said: "Allah is saying, `if you O Muhammad, do not recite what is revealed to you of the Book of your Lord, then you will have no refuge from Allah."' As Allah says:

يَـأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

(O Messenger! Proclaim (the Message) which has been sent down to you from your Lord. And if you do not, then you have not conveyed His Message. Allah will protect you from mankind.)5:67

إِنَّ الَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَى مَعَادٍ

(Verily, He Who has given you the Qur'an, will surely bring you back to the place of return.) 28:85 meaning, `He will call you to account for the duty of conveying the Message which He entrusted you with. '

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

(And keep yourself patiently with those who call on their Lord morning and afternoon, seeking His Face;) meaning, sit with those who remember Allah, who say "La Ilaha Illallah", who praise Him, glorify Him, declare His greatness and call on Him, morning and evening, all the servants of Allah, whether rich or poor, strong or weak. It was said that this was revealed about the nobles of Quraysh when they asked the Prophet to sit with them on his own, and not to bring his weak Companions with him, such as Bilal, `Ammar, Suhayb, Khabbab and Ibn Mas`ud. They wanted him to sit with them on his own, but Allah forbade him from doing that, and said,

وَلاَ تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ

(And turn not away those who invoke their Lord, morning and afternoon.) Allah commanded him to patiently content himself with sitting with those people (the weak believers), and said:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ

(And keep yourself patiently with those who call on their Lord morning and afternoon...) Imam Muslim recorded in his Sahih that Sa`d bin Abi Waqqas who said: "There was a group of six of us with the Prophet . The idolators said, `Tell these people to leave so they will not offend us.' There was myself, Ibn Mas`ud, a man from Hudayl, Bilal and two other men whose names I have forgotten. Allah's Messenger ﷺ thought to himself about whatever Allah willed he should think about, then Allah revealed:

وَلاَ تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

(And turn not away those who invoke their Lord, morning and afternoon.) Only Muslim reported this; excluding Al-Bukhari.

وَلاَ تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَوةِ الدُّنْيَا

(and let not your eyes overlook them, desiring the pomp and glitter of the life of the world;) Ibn `Abbas said, `(this means) do not favor others over them, meaning do not seek the people of nobility and wealth instead of them.'

وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا

(and obey not him whose heart We have made heedless of Our remembrance) means, those who are distracted by this world from being committed to the religion and from worshipping their Lord.

وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

(and whose affair (deeds) has been lost.) means, his actions and deeds are a foolish waste of time. Do not obey him or admire his way or envy what he has. As Allah says elsewhere:

وَلاَ تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَجاً مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَوةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى

(And strain not your eyes in longing for the things We have given for enjoyment to various groups of them, the splendor of the life of this world, that We may test them thereby. But the provision of your Lord is better and more lasting.) 20:131

Tafsir Kemenag RI

Diriwayatkan bahwa 'Uyainah bin Hishn al-Fazary datang kepada Nabi Muhammad saw sebelum dia masuk Islam. Ketika itu beberapa orang sahabat Nabi yang fakir berada di sampingnya, di antaranya adalah Salman al-Farisi yang sedang berselimut jubah dan tubuhnya mengeluarkan keringat, karena sedang menganyam daun korma. 'Uyainah berkata kepada Rasul saw, "Apakah bau mereka (sahabat-sahabat yang fakir) tidak mengganggumu? Kami ini pemuka-pemuka bangsawan suku Mudar. Jika kami masuk Islam, maka semua suku Mudar akan masuk Islam. Tidak ada yang mencegah kami untuk mengikutimu, kecuali kehadiran mereka. Oleh karena itu, jauhkanlah mereka agar kami mengikutimu atau adakan untuk mereka majelis tersendiri, dan kami majelis tersendiri pula." Kemudian turunlah ayat ini. Dalam ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul-Nya agar bersabar dan dapat menahan diri untuk duduk bersama dengan beberapa orang sahabatnya yang tekun dalam ibadah sepanjang hari karena mengharapkan rida Allah swt semata. Para sahabat itu hidup dalam kesederhanaan jauh dari kenikmatan duniawi. Mereka itu antara lain ialah: Ammar bin Yasir, Bilal, shuhaib, Ibnu Mas'ud, dan sahabat-sahabat lainnya. Di surah yang lain, Allah berfirman: Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim. (al-An'am/6: 52) Sikap kaum musyrikin terhadap sahabat-sahabat Nabi yang fakir itu sama halnya dengan sikap kaum Nuh terhadap pengikut-pengikut Nabi Nuh a.s. sebagaimana difirmankan Allah swt: Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?" (asy-Syu'ara'/26: 111) Sudah semestinya Rasul saw tidak mengindahkan sikap orang kafir itu. Allah swt memperingatkan beliau agar jangan sampai meninggalkan dan meremehkan sahabat-sahabatnya yang fakir, karena hanya didorong oleh kepentingan duniawi atau disebabkan adanya harapan terhadap keimanan orang-orang yang kaya dari kaum musyrikin. Para sahabat itu adalah orang-orang yang dengan ikhlas hatinya memilih jalan hidup sederhana dan rela meninggalkan segala kelezatan duniawi semata-mata untuk mencari rida Allah. Rasul saw mengucapkan syukur kepada Allah atas kehadiran mereka itu di tengah-tengah umatnya. Katanya: Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan di kalangan umatku orang yang aku diperintahkan untuk sabar menahan diriku bersama dia. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari, Ath-thabrani, dan Ibnu Mardawaih) Dengan demikian, memandang rendah dan meremehkan orang-orang yang hidup miskin dan melarat, tidak dibenarkan oleh agama Islam, terutama bila mereka orang ahli ibadah dan takwa. Allah dengan tegas melarang Muhammad saw menuruti keinginan para pemuka kaum musyrikin untuk menyingkirkan orang-orang yang fakir dari majelisnya. Orang yang meng-ajukan permintaan seperti itu adalah orang-orang yang sudah tertutup jiwa mereka untuk kembali kepada Tuhan, dan memiliki tabiat yang buruk. Perbuatan mereka yang melampaui batas, kefasikan, dan kemaksiatan menambah gelap hati mereka, sehingga akhirnya mereka bergelimang dalam dosa.

(29) Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul-Nya supaya menegaskan kepada orang-orang kafir bahwa kebenaran yang disampaikan kepada mereka itu berasal dari Allah, Tuhan semesta alam. Kewajiban mereka adalah mengikuti kebenaran itu dan mengamalkannya. Manfaat dari kebenaran itu, tentulah kembali kepada mereka yang mengamalkannya. Demikian pula sebaliknya, akibat buruk dari pengingkaran terhadap kebenar-an itu kembali kepada mereka yang mengingkarinya. Oleh karena itu, barang siapa yang ingin beriman kepada-Nya dan masuk ke dalam barisan orang-orang yang beriman, hendaklah segera berbuat tanpa mengajukan syarat-syarat dan alasan-alasan yang dibuat-buat sebagaimana halnya pemuka-pemuka musyrikin yang memandang rendah orang-orang mukmin yang fakir. Juga demikian halnya bagi siapa yang ingkar dan meremehkan kebenaran. Rasulullah saw tidak akan memperoleh kerugian apa-apa karena keingkaran itu, sebagaimana halnya beliau tidak akan memperoleh ke-untungan apapun jika mereka beriman. Allah swt berfirman:

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (al-Isra'/17: 7)

Tetapi jika manusia memilih kekafiran dan melepaskan keimanan, berarti mereka telah melakukan kezaliman, yakni meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, Allah memberikan ancaman yang keras kepada mereka, yaitu akan melemparkan mereka ke dalam neraka. Mereka tidak akan lolos dari neraka itu, karena api neraka yang bergejolak itu mengepung mereka dari segala penjuru, sehingga mereka laksana orang yang tertutup dalam kurungan. Bilamana dalam neraka itu mereka saling meminta minum karena dahaga, maka akan diberi air yang panasnya seperti cairan besi yang mendidih yang menghanguskan muka mereka. Sungguh sangat jelek air yang mereka minum itu. Tidak mungkin air minum yang panasnya seperti itu dapat menyegarkan kerongkongan, dan menghilangkan dahaga orang yang sedang kepanasan, bahkan sebaliknya, menghancurkan diri mereka. Neraka yang mereka tempati itu adalah tempat yang paling buruk dan penuh dengan siksaan.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَٱصۡبِرۡ

wa-iṣ'bir

And be patient

نَفۡسَكَ

nafsaka

yourself

مَعَ

maʿa

with

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those who

يَدۡعُونَ

yadʿūna

call

رَبَّهُم

rabbahum

their Lord

بِٱلۡغَدَوٰةِ

bil-ghadati

in the morning

وَٱلۡعَشِيِّ

wal-ʿashiyi

and the evening

يُرِيدُونَ

yurīdūna

desiring

وَجۡهَهُۥۖ

wajhahu

His Face

وَلَا

walā

And (let) not

تَعۡدُ

taʿdu

pass beyond

عَيۡنَاكَ

ʿaynāka

your eyes

عَنۡهُمۡ

ʿanhum

over them

تُرِيدُ

turīdu

desiring

زِينَةَ

zīnata

adornment

ٱلۡحَيَوٰةِ

l-ḥayati

(of) the life

ٱلدُّنۡيَاۖ

l-dun'yā

(of) the world

وَلَا

walā

and (do) not

تُطِعۡ

tuṭiʿ

obey

مَنۡ

man

whom

أَغۡفَلۡنَا

aghfalnā

We have made heedless

قَلۡبَهُۥ

qalbahu

his heart

عَن

ʿan

of

ذِكۡرِنَا

dhik'rinā

Our remembrance

وَٱتَّبَعَ

wa-ittabaʿa

and follows

هَوَىٰهُ

hawāhu

his desires

وَكَانَ

wakāna

and is

أَمۡرُهُۥ

amruhu

his affair

فُرُطٗا

furuṭan

(in) excess