Surah 18 · 18:29

Surah Al-Kahf 18:29

Al-Kahf · The Cave

وَقُلِ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ‌ۖ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ‌ۚ إِنَّآ أَعْتَدْنَا لِلظَّـٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا‌ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٍ كَٱلْمُهْلِ يَشْوِى ٱلْوُجُوهَ‌ۚ بِئْسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا

Waquli alhaqqu min rabbikum faman shaafalyu/min waman shaa falyakfur inna aAAtadnaliththalimeena naran ahatabihim suradiquha wa-in yastagheethoo yughathoobima-in kalmuhli yashwee alwujooha bi/sa ashsharabuwasaat murtafaqa

And say, "The truth is from your Lord, so whoever wills - let him believe; and whoever wills - let him disbelieve." Indeed, We have prepared for the wrongdoers a fire whose walls will surround them. And if they call for relief, they will be relieved with water like murky oil, which scalds [their] faces. Wretched is the drink, and evil is the resting place.

Dan katakanlah (Muhammad), "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir." Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

SurahAl-Kahf
Juz15
Page297
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Truth is from Allah, and the Punishment of Those Who do not believe in it

Allah says to His Messenger Muhammad ﷺ: "Say to the people, `What I have brought to you from your Lord is the truth, in which there is no confusion or doubt."'

فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ

(Then whosoever wills, let him believe; and whosoever wills, let him disbelieve.) This is a type of threat and stern warning, after which Allah says,

إِنَّآ أَعْتَدْنَا

(Verily, We have prepared), meaning made ready,

لِّلظَّـلِمِينَ

(for the wrongdoers,) meaning those who disbelieve in Allah, His Messenger and His Book,

نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا

(a Fire whose walls will be surrounding them.) Ibn Jurayj said that Ibn `Abbas said,

أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا

(a Fire whose walls will be surrounding them.) "A wall of fire."

وَإِن يَسْتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوجُوهَ

(And if they ask for drink, they will be granted water like Al-Muhl, that will scald their faces.) Ibn `Abbas said; "Al-Muhl is thick water which is similar to the sediment in oil." Mujahid said, "It is like blood and pus." `Ikrimah said, "It is the thing that is heated to the ultimate temperature." Others said: "It is everything that is melted." Qatadah said, "Ibn Mas`ud melted some gold in a grove, and when it became liquid and foam rose to the top, he said, this is the thing that is most like Al-Muhl." Ad-Dahhak said: "The water of Hell is black, and it itself is black and its people are black." There is nothing contradictory in these comments, for Al-Muhl includes all of these unpleasant characteristics, it is black, evil-smelling, thick and hot, as Allah said,

يَشْوِى الْوجُوهَ

(it will scald their faces.) meaning because of its heat. When the disbeliever wants to drink it and brings it close to his face, it will scald it so that the skin of his face falls off into it. Sa`id bin Jubayr said, "When the people of Hell get hungry, they will ask for relief from it, and they will be given the tree of Zaqqum from which they will eat. The tree will tear off the skin of their faces, and if anyone who knew them were to pass by, he would recognize the skin of their faces in the tree. Then they will feel thirsty, so they will ask for drink, and they will be granted water like Al-Muhl, that is what has been heated to the ultimate temperature. When it is brought near their mouths, the flesh of their faces from which the skin has been torn off will be baked." After describing this drink in these horrifying qualities, Allah says:

بِئْسَ الشَّرَابُ

(Terrible is the drink,) meaning, how awful this drink is. Similarly, He says in another Ayah:

وَسُقُواْ مَآءً حَمِيماً فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ

(and be given to drink boiling water so that it cuts up their bowels.) 47:15

تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ ءَانِيَةٍ

(They will be given to drink from a boiling spring.) 88:5

وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ

(They will go between it (Hell) and the fierce boiling water.) 55:44

وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا

(and an evil Murtafaq!) means, how evil a place is the Fire to dwell and rest and gather. As Allah says elsewhere:

إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً

(Evil indeed it (Hell) is as an abode and as a place to rest in.) 25:66

Tafsir Kemenag RI

Diriwayatkan bahwa 'Uyainah bin Hishn al-Fazary datang kepada Nabi Muhammad saw sebelum dia masuk Islam. Ketika itu beberapa orang sahabat Nabi yang fakir berada di sampingnya, di antaranya adalah Salman al-Farisi yang sedang berselimut jubah dan tubuhnya mengeluarkan keringat, karena sedang menganyam daun korma. 'Uyainah berkata kepada Rasul saw, "Apakah bau mereka (sahabat-sahabat yang fakir) tidak mengganggumu? Kami ini pemuka-pemuka bangsawan suku Mudar. Jika kami masuk Islam, maka semua suku Mudar akan masuk Islam. Tidak ada yang mencegah kami untuk mengikutimu, kecuali kehadiran mereka. Oleh karena itu, jauhkanlah mereka agar kami mengikutimu atau adakan untuk mereka majelis tersendiri, dan kami majelis tersendiri pula." Kemudian turunlah ayat ini.

Dalam ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul-Nya agar bersabar dan dapat menahan diri untuk duduk bersama dengan beberapa orang sahabatnya yang tekun dalam ibadah sepanjang hari karena mengharapkan rida Allah swt semata. Para sahabat itu hidup dalam kesederhanaan jauh dari kenikmatan duniawi. Mereka itu antara lain ialah: Ammar bin Yasir, Bilal, shuhaib, Ibnu Mas'ud, dan sahabat-sahabat lainnya.

Di surah yang lain, Allah berfirman:

Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim. (al-An'am/6: 52)

Sikap kaum musyrikin terhadap sahabat-sahabat Nabi yang fakir itu sama halnya dengan sikap kaum Nuh terhadap pengikut-pengikut Nabi Nuh a.s. sebagaimana difirmankan Allah swt:

Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?" (asy-Syu'ara'/26: 111)

Sudah semestinya Rasul saw tidak mengindahkan sikap orang kafir itu. Allah swt memperingatkan beliau agar jangan sampai meninggalkan dan meremehkan sahabat-sahabatnya yang fakir, karena hanya didorong oleh kepentingan duniawi atau disebabkan adanya harapan terhadap keimanan orang-orang yang kaya dari kaum musyrikin. Para sahabat itu adalah orang-orang yang dengan ikhlas hatinya memilih jalan hidup sederhana dan rela meninggalkan segala kelezatan duniawi semata-mata untuk mencari rida Allah. Rasul saw mengucapkan syukur kepada Allah atas kehadiran mereka itu di tengah-tengah umatnya. Katanya:

Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan di kalangan umatku orang yang aku diperintahkan untuk sabar menahan diriku bersama dia. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari, Ath-thabrani, dan Ibnu Mardawaih)

Dengan demikian, memandang rendah dan meremehkan orang-orang yang hidup miskin dan melarat, tidak dibenarkan oleh agama Islam, terutama bila mereka orang ahli ibadah dan takwa. Allah dengan tegas melarang Muhammad saw menuruti keinginan para pemuka kaum musyrikin untuk menyingkirkan orang-orang yang fakir dari majelisnya. Orang yang meng-ajukan permintaan seperti itu adalah orang-orang yang sudah tertutup jiwa mereka untuk kembali kepada Tuhan, dan memiliki tabiat yang buruk. Perbuatan mereka yang melampaui batas, kefasikan, dan kemaksiatan menambah gelap hati mereka, sehingga akhirnya mereka bergelimang dalam dosa.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَقُلِ

waquli

And say

ٱلۡحَقُّ

l-ḥaqu

The truth

مِن

min

(is) from

رَّبِّكُمۡۖ

rabbikum

your Lord

فَمَن

faman

so whoever

شَآءَ

shāa

wills

فَلۡيُؤۡمِن

falyu'min

let him believe

وَمَن

waman

and whoever

شَآءَ

shāa

wills

فَلۡيَكۡفُرۡۚ

falyakfur

let him disbelieve

إِنَّآ

innā

Indeed, We

أَعۡتَدۡنَا

aʿtadnā

have prepared

لِلظَّٰلِمِينَ

lilẓẓālimīna

for the wrongdoers

نَارًا

nāran

a Fire

أَحَاطَ

aḥāṭa

will surround

بِهِمۡ

bihim

them

سُرَادِقُهَاۚ

surādiquhā

its walls

وَإِن

wa-in

And if

يَسۡتَغِيثُواْ

yastaghīthū

they call for relief

يُغَاثُواْ

yughāthū

they will be relieved

بِمَآءٖ

bimāin

with water

كَٱلۡمُهۡلِ

kal-muh'li

like molten brass

يَشۡوِي

yashwī

(which) scalds

ٱلۡوُجُوهَۚ

l-wujūha

the faces

بِئۡسَ

bi'sa

Wretched

ٱلشَّرَابُ

l-sharābu

(is) the drink

وَسَآءَتۡ

wasāat

and evil

مُرۡتَفَقًا

mur'tafaqan

(is) the resting place