Surah 8 · 8:53

Surah Al-Anfal 8:53

Al-Anfal · The Spoils of War

ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ‌ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Thalika bi-anna Allaha lamyaku mughayyiran niAAmatan anAAamaha AAala qawmin hattayughayyiroo ma bi-anfusihim waanna Allaha sameeAAunAAaleem

That is because Allāh would not change a favor which He had bestowed upon a people until they change what is within themselves. And indeed, Allāh is Hearing and Knowing.

Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,

SurahAl-Anfal
Juz10
Page184
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Allah affirms His perfect justice and fairness in His decisions, for He decided that He will not change a bounty that He has granted someone, except on account of an evil that they committed. Allah said in another Ayah,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَإِذَآ أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ

(Verily, Allah will not change the (good) condition of a people as long as they do not change their state (of goodness) themselves. But when Allah wills a people's punishment, there can be no turning it back, and they will find besides Him no protector.) 13:11

Allah said next,

كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ

(Similar to the behavior of the people of Fir`awn,) meaning, He punished Fir`awn and his kind, those who denied His Ayat. Allah destroyed them because of their sins, and took away the favors that He granted them, such as gardens, springs, plants, treasures and pleasant dwellings, as well as all of the delights that they enjoyed. Allah did not wrong them, but it is they who wronged themselves.

Tafsir Kemenag RI

Kejadian ini yaitu menyiksa orang-orang Quraisy adalah karena mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah, ketika Allah mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya, lalu mereka mendustakan, bahkan mengusirnya dari negerinya, lalu memerangi terus-menerus. Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Yang demikian ini membuktikan sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu. Allah tidak mengubah suatu nikmat yang telah berlaku sejak dahulu. Allah tidak mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Ayat ini mengandung isyarat, bahwa nikmat-nikmat pemberian Allah yang diberikan kepada umat atau perorangan, selalu dikaitkan kelangsungannya dengan akhlak dan amal mereka itu sendiri. Jika akhlak dan perbuatan mereka terpelihara baik, maka nikmat pemberian Allah itu pun tetap berada bersama mereka dan tidak akan dicabut. Allah tidak akan mencabutnya, tanpa kezaliman dan pelanggaran mereka. Akan tetapi, manakala mereka sudah mengubah nikmat-nikmat itu yang berbentuk akidah, akhlak, dan perbuatan baik, maka Allah akan mengubah keadaan mereka dan akan mencabut nikmat pemberian-Nya dari mereka sehingga yang kaya jadi miskin yang mulia jadi hina dan yang kuat jadi lemah. Dan bukanlah sekali-kali kebahagiaan umat itu dikaitkan dengan kekayaan atau jumlah anak yang banyak seperti disangka oleh sebagian besar kaum musyrikin yang diceritakan oleh Allah dengan firman-Nya:

Dan mereka berkata, "Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab." (Saba/34: 35)

Demikian keluhuran suatu umat tidak dikaitkan dengan keturunannya atau keutamaan nenek moyangnya, seperti yang diakui oleh orang-orang Yahudi. Mereka tertipu dengan keangkuhannya bahwa mereka dijadikan Allah sebagai umat pilihan melebihi umat-umat yang lain, karena dikaitkan kepada kemuliaan Nabi Musa a.s. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh orang-orang yang mendustakan rasul-rasul itu, Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka tinggalkan dan pasti akan memberi balasan yang setimpal dengan perbuatannya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

ذَٰلِكَ

dhālika

That

بِأَنَّ

bi-anna

(is) because

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

لَمۡ

lam

not

يَكُ

yaku

is

مُغَيِّرٗا

mughayyiran

One Who changes

نِّعۡمَةً

niʿ'matan

a favor

أَنۡعَمَهَا

anʿamahā

which He had bestowed

عَلَىٰ

ʿalā

on

قَوۡمٍ

qawmin

a people

حَتَّىٰ

ḥattā

until

يُغَيِّرُواْ

yughayyirū

they change

مَا

what

بِأَنفُسِهِمۡ

bi-anfusihim

(is) in themselves

وَأَنَّ

wa-anna

And indeed

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

سَمِيعٌ

samīʿun

(is) All-Hearing

عَلِيمٞ

ʿalīmun

All-Knowing