Surah 9 · 9:30

Surah At-Tawbah 9:30

At-Tawbah · The Repentance

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ‌ۖ ذَٲلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٲهِهِمْ‌ۖ يُضَـٰهِــُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ‌ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ‌ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Waqalati alyahoodu AAuzayrun ibnu Allahiwaqalati annasara almaseehuibnu Allahi thalika qawluhum bi-afwahihim yudahi-oonaqawla allatheena kafaroo min qablu qatalahumu Allahuanna yu/fakoon

The Jews say, "Ezra is the son of Allāh"; and the Christians say, "The Messiah is the son of Allāh." That is their statement from their mouths; they imitate the saying of those who disbelieved before [them]. May Allāh destroy them; how are they deluded?

Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putera Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

SurahAt-Tawbah
Juz10
Page191
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Fighting the Jews and Christians is legislated because They are Idolators and Disbelievers

Allah the Exalted encourages the believers to fight the polytheists, disbelieving Jews and Christians, who uttered this terrible statement and utter lies against Allah, the Exalted. As for the Jews, they claimed that `Uzayr was the son of God, Allah is free of what they attribute to Him. As for the misguidance of Christians over `Isa, it is obvious. This is why Allah declared both groups to be liars,

ذلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَهِهِمْ

(That is their saying with their mouths), but they have no proof that supports their claim, other than lies and fabrications,

يُضَـهِئُونَ

(resembling), imitating,

قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ

(the saying of those who disbelieved aforetime.) They imitate the previous nations who fell into misguidance just as Jews and Christians did,

قَـتَلَهُمُ اللَّهُ

(may Allah fight them), Ibn `Abbas said, "May Allah curse them."

أَنَّى يُؤْفَكُونَ

(how they are deluded away from the truth!) how they deviate from truth, when it is apparent, exchanging it for misguidance. Allah said next,

اتَّخَذُواْ أَحْبَـرَهُمْ وَرُهْبَـنَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ

(They took their rabbis and their monks to be their lords besides Allah, and the Messiah, son of Maryam) 9:31. Imam Ahmad, At-Tirmidhi and Ibn Jarir At-Tabari recorded a Hadith via several chains of narration, from `Adi bin Hatim, may Allah be pleased with him, who became Christian during the time of Jahiliyyah. When the call of the Messenger of Allah ﷺ reached his area, `Adi ran away to Ash-Sham, and his sister and several of his people were captured. The Messenger of Allah ﷺ freed his sister and gave her gifts. So she went to her brother and encouraged him to become Muslim and to go to the Messenger of Allah ﷺ. `Adi, who was one of the chiefs of his people (the tribe of Tai') and whose father, Hatim At-Ta'i, was known for his generosity, went to Al-Madinah. When the people announced his arrival, `Adi went to the Messenger of Allah ﷺ wearing a silver cross around his neck. The Messenger of Allah ﷺ recited this Ayah;

اتَّخَذُواْ أَحْبَـرَهُمْ وَرُهْبَـنَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللَّهِ

(They took their rabbis and their monks to be their lords besides Allah). `Adi commented, "I said, `They did not worship them."' The Prophet said,

«بَلَى إِنَّهُمْ حَرَّمُوا عَلَيْهِمُ الْحَلَالَ وَأَحَلُّوا لَهُمُ الْحَرَامَ فَاتَّبَعُوهُمْ فَذَلِكَ عِبَادَتُهُمْ إِيَّاهُم»

(Yes they did. They (rabbis and monks) prohibited the allowed for them (Christians and Jews) and allowed the prohibited, and they obeyed them. This is how they worshipped them.) The Messenger of Allah ﷺ said to `Adi,

«يَا عَدِيُّ مَا تَقُولُ؟ أَيُفِرُّكَ أَنْ يُقَالَ: اللهُ أَكْبَرَ؟ فَهَلْ تَعْلَمُ شَيْئًا أَكْبَرَ مِنَ اللهِ؟ مَا يُفِرُّكَ؟ أَيُفِرُّكَ أَنْ يُقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؟ فَهَلْ تَعْلَمُ مَنْ إِلهٌ إِلَّا اللهُ؟»

(O `Adi what do you say Did you run away (to Ash-Sham) so that 'Allahu Akbar' (Allah is the Great) is not pronounced Do you know of anything greater than Allah What made you run away Did you run away so that `La ilaha illallah' is not pronounced Do you know of any deity worthy of worship except Allah)

The Messenger ﷺ invited `Adi to embrace Islam, and he embraced Islam and pronounced the Testimony of Truth. The face of the Messenger of Allah ﷺ beamed with pleasure and he said to `Adi,

«إِنَّ الْيَهُودَ مَغْضُوبٌ عَلَيْهِمْ وَالنَّصَارَى ضَالُّون»

(Verily, the Jews have earned the anger (of Allah) and the Christians are misguided.) Hudhayfah bin Al-Yaman, `Abdullah bin `Abbas and several others said about the explanation of,

اتَّخَذُواْ أَحْبَـرَهُمْ وَرُهْبَـنَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللَّهِ

(They took their rabbis and their monks to be their lords besides Allah...) that the Christians and Jews obeyed their monks and rabbis in whatever they allowed or prohibited for them. This is why Allah said,

وَمَآ أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَـهاً وَحِداً

(while they were commanded to worship none but One God), Who, whatever He renders prohibited is the prohibited, whatever He allowed is the allowed, whatever He legislates, is to be the law followed, and whatever He decides is to be adhered to;

لاَّ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَـنَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(None has the right to be worshipped but He. Hallowed be He above what they associate (with Him).) Meaning, exalted, sanctified, hallowed above partners, equals, aids, rivals or children, there is no deity or Lord worthy of worship except Him.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menjelaskan keyakinan Ahli Kitab yang salah, baik orang Yahudi ataupun orang Nasrani. Mereka berkeyakinan bahwa Allah mempunyai anak, kaum Yahudi menganut kepercayaan bahwa "Uzair itu putera Allah". Kepercayaan ini bertentangan sekali dengan pengertian iman yang sebenarnya kepada Allah, karena iman yang benar ialah Allah itu Esa, tunggal, tidak berbapak dan tidak bersekutu dengan apa dan siapa pun. Dia Mahasempurna, Mahakuasa, dan tidak ada satu pun yang serupa dan sama dengan-Nya.

Uzair adalah seorang pendeta bangsa Yahudi, penduduk negeri Babilon, hidup di sekitar tahun 457 sebelum Masehi. Dia seorang pengarang ulung, pendiri suatu perhimpunan besar, dan rajin mengumpulkan naskah-naskah Kitab Suci dari berbagai daerah. Dialah yang memasukkan huruf-huruf Kaldea atau Arami sebagai pengganti huruf-huruf Ibrani kuno. Dia juga yang menulis hal-hal yang terkait dengan peredaran matahari, dan menyusun kembali kitab-kitab bermutu yang telah berantakan. Semasa hidupnya, ia dianggap sebagai masa kesuburan agama Yahudi, karena dialah penyair syariat Taurat yang terkemuka, menghidupkan syariat itu kembali sesudah sekian lama dilupakan orang. Oleh karena itu kaum Yahudi menganggapnya sebagai orang suci yang lebih dekat kepada Allah, bahkan sebagian dari mereka yang fanatik menganggap dan memanggilnya dengan "anak Allah". Meskipun hanya sebagian dari kaum Yahudi yang berkeyakinan demikian tetapi dapat dianggap bahwa keyakinan itu adalah kepercayaan mereka seluruhnya karena ucapan yang salah itu tidak dibantah dan tidak diingkari oleh golongan yang lain. Firman Allah:

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. (al-Anfal/8: 25)

Demikian juga halnya kaum Nasrani terhadap Isa Almasih. Mereka beritikad bahwa Isa itu anak Allah. Kepercayaan inipun sangat bertentangan dengan iman kepada Allah swt. Sekalipun pada mulanya kata-kata "Isa itu anak Allah" hanyalah merupakan ucapan nenek moyang mereka yang menganggap Isa adalah orang yang mulia, dikasihi Allah dan terhormat, dan ucapan itu tidak berarti anak Allah yang sebenarnya. Namun demikian, lambat laun terutama ketika kepercayaan agama Hindu menyusup masuk ke dalam kaum Nasrani dan kedua agama itu berdampingan, bahu membahu, tertanamlah di dalam hati mereka kepercayaan bahwa Isa Almasih itu adalah benar-benar anak Allah. Kemudian setelah berlalu beberapa waktu lamanya, timbullah perubahan dalam kepercayaan mereka, bahwa anak Allah dan Allah juga Rohulkudus (Roh Suci), yang kemudian dikenal dengan "Bapak, anak dan ruh suci", hakekatnya menyatu pada diri Allah.

Menurut keyakinan mereka, tiga unsur tersebut yaitu: Anak Allah, Allah dan Roh Suci pada hakikatnya hanya satu. Ajaran ini sudah menjadi ketetapan dalam agama Nasrani, tiga abad sepeninggal Isa Almasih. Meskipun kepercayaan ini ditentang oleh sebagian dari mereka yang tidak sedikit jumlahnya, tetapi gereja-gereja Katolik, Ortodok, dan Protestan tetap pada pendiriannya. Bahkan orang-orang yang tidak membenarkan kepercayaan itu, dianggap tidak lagi termasuk kaum Nasrani dan telah murtad dari agamanya.

Mengatakan Isa Almasih anak Allah dan meyakini bahwa tiga oknum suci itu adalah hakikat Tuhan Yang Maha Esa, tidak dibenarkan oleh Allah swt dan tidak dapat diterima oleh akal yang sehat dan belum ada satu juga agama nabi-nabi sebelum itu menganut kepercayaan demikian, Allah swt menandaskan bahwa ucapan mereka seperti itu, tidak mempunyai hakikat kebenaran sedikit juga dan tidak ada satu dalil dan bukti yang nyata dapat menguatkannya. Sejalan dengan ini Allah swt berfirman:

Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. (al-Kahf/18: 5)

Di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru sendiri tidak terdapat keterangan yang menyatakan bahwa Isa Almasih itu anak Allah. Sesungguhnya mereka sudah sesat jauh dari ajaran yang sebenarnya. Mereka meniru-niru ucapan orang-orang kafir sebelumnya, seperti orang-orang musyrik bangsa Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri-puteri Allah.

Sejarah mencatat bahwa kepercayan "Tuhan beranak, Tuhan menjelma dalam tiga unsur berhakikat satu" adalah kepercayaan kaum Brahma dan Budha di India, kepercayaan bangsa-bangsa Jepang, Persia, Mesir, Yunani, dan Romawi zaman dahulu. Keadaan orang-orang Yahudi dan Nasrani mempercayai bahwa Allah swt itu beranak, belum pernah ada seorang pun dari bangsa Arab yang mengetahuinya, begitu pula orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan baru dengan turunnya Al-Qur'an, diketahui kerancuan pemahaman mereka terhadap hakikat Nabi Isa, Tuhan, dan Roh Kudus. Kalaulah tidak ayat yang mengoreksi kesalahan pemahaman ini, tentu kesalahan itu belum disadari sampai saat ini. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur'an.

Allah swt mengutuk mereka karena mereka belum mau menginsafi dan menyadari kekeliruan dan kesesatannya. Meskipun Rasul-rasul Allah telah menjelaskan bahwa Allah itu Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan, namun mereka tidak mau kembali ke akidah tauhid, bahkan tetap bertahan pada itikadnya yang keliru, yaitu menganggap bahwa Uzair dan Isa Almasih adalah anak Allah. Padahal keduanya adalah manusia biasa dan hamba-Nya, seperti juga manusia-manusia lain, sekalipun diakui bahwa keduanya adalah manusia yang saleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mulia dan dihormati, sebagaimana firman Allah:

Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (al-Anbiya'/21: 26)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَقَالَتِ

waqālati

And said

ٱلۡيَهُودُ

l-yahūdu

the Jews

عُزَيۡرٌ

ʿuzayrun

Uzair

ٱبۡنُ

ub'nu

(is) son

ٱللَّهِ

l-lahi

(of) Allah

وَقَالَتِ

waqālati

And said

ٱلنَّصَٰرَى

l-naṣārā

the Christians

ٱلۡمَسِيحُ

l-masīḥu

Messiah

ٱبۡنُ

ub'nu

(is) son

ٱللَّهِۖ

l-lahi

(of) Allah

ذَٰلِكَ

dhālika

That

قَوۡلُهُم

qawluhum

(is) their saying

بِأَفۡوَٰهِهِمۡۖ

bi-afwāhihim

with their mouths

يُضَٰهِـُٔونَ

yuḍāhiūna

they imitate

قَوۡلَ

qawla

the saying

ٱلَّذِينَ

alladhīna

(of) those who

كَفَرُواْ

kafarū

disbelieved

مِن

min

before

قَبۡلُۚ

qablu

before

قَٰتَلَهُمُ

qātalahumu

(May) Allah destroy them

ٱللَّهُۖ

l-lahu

(May) Allah destroy them

أَنَّىٰ

annā

How

يُؤۡفَكُونَ

yu'fakūna

deluded are they