Surah 26 · 26:157
Surah Ash-Shu'ara 26:157
Ash-Shu'ara · The Poets
فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُو
FaAAaqarooha faasbahoonadimeen
But they hamstrung her and so became regretful.
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
The Response of Thamud, Their Demand for a Sign, and Their Punishment
Allah tells us how Thamud responded to their Prophet Salih, upon him be peace, when he called them to worship their Lord, may He be glorified.
قَالُواْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ(They said: "You are only of those bewitched!") Mujahid said, "They meant he was one affected by witchcraft." Then they said:
مَآ أَنتَ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا(You are but a human being like us.) meaning, `how can you receive Revelation when we do not' This is like the Ayah where they are described as saying:
أَءُلْقِىَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ - سَيَعْلَمُونَ غَداً مَّنِ الْكَذَّابُ الاٌّشِرُ("Is it that the Reminder is sent to him alone from among us Nay, he is an insolent liar!" Tomorrow they will come to know who is the liar, the insolent one!) (54:26-27) Then they asked him for a sign to prove that what he brought to them from their Lord was the truth. A crowd of them gathered and demanded that he immediately bring forth from the rock a she-camel that was ten months pregnant, and they pointed to a certain rock in their midst. Allah's Prophet Salih made them promise that if he responded to their request, they would believe in him and follow him. So they agreed to that. The Prophet of Allah Salih, peace be upon him, stood and prayed, then he prayed to Allah to grant them their request. Then the rock to which they had pointed split open, revealing a she-camel that was ten months pregnant, excactly as they had requested. So some of them believed, but most of them disbelieved.
قَالَ هَـذِهِ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ(He said: "Here is a she-camel: it has a right to drink (water), and you have a right to drink (water) (each) on a day, known.) meaning, `she will drink from your water one day, and on the next day you will drink from it.'
وَلاَ تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ(And touch her not with harm, lest the torment of a Great Day should seize you.) He warned them of the punishment of Allah if they should do her any harm. The she-camel stayed among them for a while, drinking the water, eating leaves and grazing, and they benefitted from her milk which they took in sufficient quantities for every one to drink his fill. After this had gone on for a long time, and the time for their destruction drew near, they conspired to kill her:
فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُواْ نَـدِمِينَ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ(But they killed her, and then they became regretful. So, the torment overtook them.) Their land was shaken by a strong earthquake, and there came to them an overwhelming Sayhah (shout) which took their hearts from their places. They were overtaken by events which they were not expecting, so they were left (dead), lying prostrate in their homes.
إِنَّ فِى ذَلِكَ لأَيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ(Verily, in this is indeed a sign, yet most of them are not believers. And verily your Lord, He is indeed the All-Mighty, the Most Merciful.)
Tafsir Kemenag RI
(157-159) Ayat ini menerangkan bahwa kaum Samud ingin membuktikan kebenaran ucapan Nabi Saleh, lalu mereka membunuh unta tersebut. Akan tetapi, setelah mereka menyembelih unta itu, terutama setelah melihat tanda-tanda azab Allah akan tiba, mereka menyesal. Terlebih ketika bumi mereka diguncang gempa serta dibarengi sambaran petir dan halilintar yang mengakibatkan rumah-rumah mereka rata dengan tanah.
Di dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menerangkan berbagai azab yang membinasakan mereka. Ada ayat-ayat yang menerangkan bahwa mereka dibinasakan dengan sa‘iqah (petir) (Fussilat/41: 17 dan ad-dariyat/51: 44). Sementara ayat lain menyebutkan dengan rajfah (guncangan bumi yang amat keras) (al-A‘raf/7: 78). Pada ayat yang lain disebut dengan saihah (suara yang amat keras dari langit) (Hud/11: 67; al-Hijr/15: 83; dan al-Qamar/54: 31). Ada pula yang menyebutkan bahwa mereka dihancurkan dengan Tagiyah (kejadian yang luar biasa) (al-Haqqah/69: 5).
Ayat-ayat ini tidaklah bertentangan karena mereka dibinasakan dengan petir (Sa‘iqah). Adapun guncangan bumi yang amat keras (rajfah), suara keras dari langit (saihah), dan kejadian yang luar biasa (tagiyah) adalah gejala dan sifat dari petir. Demikian hebatnya petir itu sampai mengguncang bumi dan menimbulkan suara yang amat keras. Kesemuanya itu membinasa¬kan mereka dan ini adalah suatu kejadian yang luar biasa. Dalam sekejap mata, mereka telah menjadi tubuh-tubuh yang tiada bergerak, mati dan tersungkur di dalam rumah mereka. Kemudian mereka lenyap dari permukaan bumi, tidak ada yang kelihatan lagi selain tempat tinggal mereka, seakan-akan mereka tidak pernah hidup dan berada di tempat itu. Karena mereka telah dimusnahkan Allah, maka dalam sejarah mereka termasuk salah satu dari bangsa Arab yang telah musnah (al-‘Arab al-Ba‘idah).
Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman diselamatkan Allah dari azab itu. Mereka mengungsi ke Ramallah, salah satu kota di Palestina. Di kota ini terdapat kuburan Nabi Saleh yang masih dikenal sampai sekarang. Akan tetapi, ada pula yang mengatakan bahwa kuburan Nabi Saleh berada di Yaman, dan ada pula yang berpendapat di Yordan. Menurut Ibnu Khaldµn, Nabi Saleh menyeru kaumnya kepada agama Allah selama dua puluh tahun dan ia meninggal pada umur lima puluh delapan tahun.
Negeri-negeri kaum Samud dan bangunan-bangunan yang mereka dirikan sampai sekarang masih ada bekasnya. Sarjana-sarjana barat telah banyak berkunjung ke tempat ini. Mereka telah menulis bekas-bekas peninggalan kaum Samud dan rumah-rumah kediaman yang mereka pahat dari gunung-gunung batu itu. Di antaranya adalah C.M. Daughty yang menulis buku dengan judul Arabia Desserta.
Ketika Rasulullah melewati kampung-kampung kaum Samud dalam perjalanan ekspedisi, yaitu Tabuk, beliau bersabda kepada para sahabat:
Kamu jangan masuk kampung orang-orang yang telah diazab itu, melainkan dengan menangis, jika tidak dengan menangis, maka janganlah kamu masuk kampung mereka, agar kamu tidak ditimpa azab sebagaimana yang telah menimpa mereka. (Riwayat asy-Syaikhan dari Ibnu ‘Umar).
Peninggalan dan bekas-bekas mereka itu diabadikan di dalam Al-Qur'an untuk menjadi pelajaran. Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menyuruh orang agar mengadakan perjalanan di bumi, untuk memperhatikan peninggalan-peninggalan dan bekas-bekas kaum yang telah dibinasakan oleh Allah, karena pembangkangan mereka terhadap perintah-Nya, seperti kaum Samud tersebut. Sesungguhnya Allah berbuat kebaikan kepada semua manusia, amat keras azab-Nya dan amat besar rahmat-Nya.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
فَعَقَرُوهَا
faʿaqarūhā
But they hamstrung her
فَأَصۡبَحُواْ
fa-aṣbaḥū
then they became
نَٰدِمِينَ
nādimīna
regretful