Surah 26 · 26:120
Surah Ash-Shu'ara 26:120
Ash-Shu'ara · The Poets
ثُ
Thumma aghraqna baAAdu albaqeen
Then We drowned thereafter the remaining ones.
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
His People's Threat, Nuh's Prayer against Them, and Their Destruction
Nuh stayed among his people for a long time, calling them to Allah night and day, in secret and openly. The more he repeated his call to them, the more determined were they to cling to their extreme disbelief and resist his call. In the end, they said:
لَئِنْ لَّمْ تَنْتَهِ ينُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُرْجُومِينَ(If you cease not, O Nuh you will surely be among those stoned.) meaning, `if you do not stop calling us to your religion,'
لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُرْجُومِينَ(you will surely be among those stoned.) meaning, `we will stone you.' At that point, he prayed against them, and Allah responded to his prayer. Nuh said:
رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِفَافْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحاً(My Lord! Verily, my people have denied me. Therefore judge You between me and them.) This is like the Ayah:
فَدَعَا رَبَّهُ أَنُّى مَغْلُوبٌ فَانتَصِرْ(Then he invoked his Lord (saying): "I have been overcome, so help (me)!")(54:10) And Allah says here:
فَأَنجَيْنَـهُ وَمَن مَّعَهُ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ - ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَـقِينَ(And We saved him and those with him in the laden ship. Then We drowned the rest thereafter.) The "laden ship" is one that is filled with cargo and the couples, one pair from every species, that were carried in it. This Ayah means: `We saved Nuh and all of those who followed him, and We drowned those who disbelieved in him and went against his commands, all of them.'
إِنَّ فِى ذَلِكَ لأَيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ(Verily, in this is indeed a sign, yet most of them are not believers. And verily your Lord, He is indeed the All-Mighty, the Most Merciful.)
كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ - إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلاَ تَتَّقُونَ - إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ- فَاتَّقُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُونِ - وَمَآ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِىَ إِلاَّ عَلَى رَبِّ الْعَـلَمِينَ- أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةً تَعْبَثُونَTafsir Kemenag RI
Dalam Al-Qur'an dilukiskan bagaimana besarnya gelombang itu dan bagaimana Nabi Nuh berusaha menyelamatkan anaknya yang kafir. Ia memanggilnya agar naik ke kapal bersama-sama orang-orang yang beriman. Akan tetapi, ajakan itu tidak diindahkannya sehingga putra Nabi Nuh itu tenggelam bersama orang-orang kafir yang lain. Kisah itu disebutkan dalam firman Allah:
Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, "Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir." Dia (anaknya) menjawab, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!" (Nuh) berkata, "Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang." Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan. (Hud/11: 42-43).
Kapal Nabi Nuh berlayar ke arah yang tidak diketahui oleh penumpang-penumpangnya. Hanya Allah yang mengetahui tujuannya itu.
Pada saat yang telah ditentukan Allah, topan itu berhenti dan banjir pun surut, seakan-akan airnya ditelan bumi. Kapal Nabi Nuh terdampar di puncak bukit yang bernama Judi. Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa Bukit Judi itu terletak di Armenia Selatan yang berbatasan dengan Mesopotamia yang terkenal dengan Bukit Arafat.
Dengan berakhirnya topan dan banjir besar itu, serta berlabuhnya kapal Nabi Nuh dengan selamat di atas Bukit Judi, berarti Allah telah menepati janji-Nya. Dia menyelamatkan orang-orang yang beriman, yang mengikuti seruan Nabi Nuh, dan menghancurkan orang-orang kafir, yang mengingkari seruannya.
Setelah kapal itu berlabuh, Nabi Nuh ingat kembali kepada putranya yang tenggelam. Ia memohonkan keselamatan untuk putranya karena termasuk keluarganya. Akan tetapi, Allah mengingatkan Nabi Nuh bahwa putranya itu bukan lagi keluarganya karena telah menjadi orang kafir. Allah berfirman:
Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil." Dia (Allah) berfirman, "Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh." (Hud/11: 45-46).
Orang-orang yang beriman bersama Nabi Nuh yang selamat dari topan dan banjir lalu berkembang biak, sampai kepada manusia sekarang. Di antara mereka ada yang mukmin dan ada pula yang kafir. Ada yang ditimpa azab di dunia ini sehingga musnah, dan ada pula yang diselamatkan. Ada yang bahagia dan ada yang sengsara, ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Allah berfirman:
Difirmankan, "Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih." (Hud/11: 48).
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
ثُمَّ
thumma
Then
أَغۡرَقۡنَا
aghraqnā
We drowned
بَعۡدُ
baʿdu
thereafter
ٱلۡبَاقِينَ
l-bāqīna
the remaining ones