Surah 26 · 26:119
Surah Ash-Shu'ara 26:119
Ash-Shu'ara · The Poets
فَأَ
Faanjaynahu waman maAAahu feealfulki almashhoon
So We saved him and those with him in the laden ship.
Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
His People's Threat, Nuh's Prayer against Them, and Their Destruction
Nuh stayed among his people for a long time, calling them to Allah night and day, in secret and openly. The more he repeated his call to them, the more determined were they to cling to their extreme disbelief and resist his call. In the end, they said:
لَئِنْ لَّمْ تَنْتَهِ ينُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُرْجُومِينَ(If you cease not, O Nuh you will surely be among those stoned.) meaning, `if you do not stop calling us to your religion,'
لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُرْجُومِينَ(you will surely be among those stoned.) meaning, `we will stone you.' At that point, he prayed against them, and Allah responded to his prayer. Nuh said:
رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِفَافْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحاً(My Lord! Verily, my people have denied me. Therefore judge You between me and them.) This is like the Ayah:
فَدَعَا رَبَّهُ أَنُّى مَغْلُوبٌ فَانتَصِرْ(Then he invoked his Lord (saying): "I have been overcome, so help (me)!")(54:10) And Allah says here:
فَأَنجَيْنَـهُ وَمَن مَّعَهُ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ - ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَـقِينَ(And We saved him and those with him in the laden ship. Then We drowned the rest thereafter.) The "laden ship" is one that is filled with cargo and the couples, one pair from every species, that were carried in it. This Ayah means: `We saved Nuh and all of those who followed him, and We drowned those who disbelieved in him and went against his commands, all of them.'
إِنَّ فِى ذَلِكَ لأَيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ(Verily, in this is indeed a sign, yet most of them are not believers. And verily your Lord, He is indeed the All-Mighty, the Most Merciful.)
كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ - إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلاَ تَتَّقُونَ - إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ- فَاتَّقُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُونِ - وَمَآ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِىَ إِلاَّ عَلَى رَبِّ الْعَـلَمِينَ- أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةً تَعْبَثُونَTafsir Kemenag RI
Allah mengabulkan doa Nabi Nuh dan memerintahkan agar ia bersama orang-orang yang beriman membuat sebuah kapal besar yang dapat mengangkut mereka semua, beserta barang-barang keperluan dan alat-alat perlengkapan mereka.
Nabi Nuh bersama para pengikutnya mulai membuat kapal. Kaumnya heran dan tercengang melihat apa yang dilakukannya. Mereka tidak mengetahui apa yang sedang dibuat Nabi Nuh itu. Kaumnya menganggap Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman, terutama yang ikut membantunya membuat kapal itu, telah gila. Setiap orang yang lewat di dekat Nabi Nuh membuat kapal itu mengejek dan mencemooh perbuatannya.
Perintah Allah agar Nabi Nuh membuat kapal dan sikap kaum Nabi Nuh itu dijelaskan dalam firman-Nya:
"Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, "Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal." (Hud/11: 37-39).
Ejekan itu dijawab Nabi Nuh dengan mengingatkan mereka akan azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir yang tidak mengindahkan seruan rasul-Nya. Jika mereka selalu bersikap demikian, maka azab itu akan segera datang. Pada saat menerima azab dan malapetaka itu, mereka akan menyesal untuk selama-lamanya. Namun demikian, penyesalan itu tak ada gunanya lagi karena semua pintu tobat telah tertutup bagi mereka. Allah mengingatkan Nabi Nuh agar tidak lagi melayani orang-orang yang zalim itu, karena keimanan mereka tidak bisa diharapkan lagi, dan telah menjadi ketetapan Allah untuk membinasakan mereka.
Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya telah berusaha dengan sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah membuat kapal itu. Setelah selesai, tibalah saat-saat yang dijanjikan Allah, yaitu membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang yang beriman. Pada saat itu, bumi memancarkan air dari segala penjuru dan meluap, seperti luapan air yang sedang mendidih di dalam kuali tempat memasak. Dalam waktu yang singkat, air itu telah menenggelamkan permukaan bumi.
Pada saat itu, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh menyuruh orang-orang yang beriman naik ke atas kapal dengan membawa perlengkapan yang diperlukan. Allah juga memerintahkan untuk membawa binatang-binatang piaraan mereka, masing-masing seekor jantan dan betina, agar dapat berkembang biak nanti setelah topan dan banjir berhenti.
Menurut sebagian mufasir, keluarga Nabi Nuh yang ikut masuk ke dalam kapal itu hanyalah seorang istri yang beriman dan tiga orang putranya, yaitu Sam, Ham, dan Yafits. Demikianlah Nabi Nuh mulai berlayar dengan menyebut nama Allah, mengarungi banjir seperti laut itu, menempuh ombak yang menjulang seperti gunung.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
فَأَنجَيۡنَٰهُ
fa-anjaynāhu
So We saved him
وَمَن
waman
and who
مَّعَهُۥ
maʿahu
(were) with him
فِي
fī
in
ٱلۡفُلۡكِ
l-ful'ki
the ship
ٱلۡمَشۡحُونِ
l-mashḥūni
laden