Surah 32 · 32:7
Surah As-Sajdah 32:7
As-Sajdah · The Prostration
ٱلَّذ
Allathee ahsana kulla shay-inkhalaqahu wabadaa khalqa al-insani min teen
Who perfected everything which He created and began the creation of man from clay.
Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
The Creation of Man in Stages
Allah tells us that He has created everything well and formed everything in a goodly fashion. Malik said, narrating from Zayd bin Aslam:
الَّذِى أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُ(Who made everything He has created good) means, "He created everything well and in a goodly fashion." When Allah mentions the creation of the heavens and the earth, He follows that by mentioning the creation of man. Allah says:
وَبَدَأَ خَلْقَ الإِنْسَـنِ مِن طِينٍ(and He began the creation of man from clay.) meaning, He created the father of mankind, Adam, from clay.
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلاَلَةٍ مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ(Then He made his offspring from semen of despised water.) means, they reproduce in this fashion, from a Nutfah which comes from the loins of men and from between the ribs of women.
ثُمَّ سَوَّاهُ(Then He fashioned him in due proportion,) means, when He created Adam from clay, He created him and gave him shape and made him upright.
وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالاٌّبْصَـرَ وَالاٌّفْئِدَةَ(and breathed into him the soul; and He gave you hearing, sight and the sense of deduction.) means, reason.
قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ(Little is the thanks you give!) means, for these strengths with which Allah has provided you; the one who is truly blessed is the one who uses them to worship and obey his Lord, may He be exalted and glorified.
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, dan yang telah terjadi. Dia juga Maha Mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Mahakuasa, Mahakekal Rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.
Jika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah atau tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun, dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.
Jika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, dimana antara yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedah dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia, baik secara sengaja atau tidak, merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemar-an di alam ini, sehingga kelestariannya terganggu. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembasmi hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya, proses pembusukan sampah menjadi terganggu. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi gundul, sehingga banyak terjadi banjir dan tanah longsor di musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau.
Semua itu akibat keserakahan manusia. Hal itu bisa dikategorikan sebagai perbuatan merusak di bumi. Akibat yang ditimbulkannya bisa luas dan memberi efek domino (beruntun).
Berdasarkan paparan di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.
Kemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari sari pati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.
Dalam ayat 7 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah, tetapi pada ayat ini ditegaskan bahwa hanya pada permulaannya saja manusia diciptakan dari tanah. Dengan ayat ini dapat pula ditafsirkan bahwa ada fase lain setelah awal penciptaan sebelum ciptaan tersebut menjadi manusia. Jika hal tersebut memang terjadi demikian, banyak pertanyaan lain yang masih tersisa, antara lain (1) apakah awal penciptaan manusia sama dan bersamaan dengan awal penciptaan makhluk hidup bumi lainnya (lihat tafsir Surah al- An'am ayat 2), (2) apakah fase setelah penciptaan awal tersebut manusia berkembang melalui bentuk antara seperti halnya proses evolusi makhluk hidup lainnya yang kini banyak dipercayai (lihat Surah ar-Rum/30 ayat 20), atau (3) manusia tercipta melalui proses khusus yang berbeda dari makhluk hidup lainnya (al-Ahzab/33 ayat 33).
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
ٱلَّذِيٓ
alladhī
The One Who
أَحۡسَنَ
aḥsana
made good
كُلَّ
kulla
every
شَيۡءٍ
shayin
thing
خَلَقَهُۥۖ
khalaqahu
He created
وَبَدَأَ
wabada-a
and He began
خَلۡقَ
khalqa
(the) creation
ٱلۡإِنسَٰنِ
l-insāni
(of) man
مِن
min
from
طِينٖ
ṭīnin
clay