Surah 30 · 30:20

Surah Ar-Rum 30:20

Ar-Rum · The Romans

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ

Wamin ayatihi an khalaqakummin turabin thumma itha antum basharun tantashiroon

And of His signs is that He created you from dust; then, suddenly you were human beings dispersing [throughout the earth].

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

SurahAr-Rum
Juz21
Page406
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Among the Signs of Allah

Allah says:

وَمِنْ ءَايَـتِهِ

(And among His signs) -- which speak of His might and power, is the fact that He created your father Adam out of dust.

ثُمَّ إِذَآ أَنتُمْ بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ

(and then -- behold you are human beings scattered!) So man's origins lie in dust, then in a despised liquid, then he is formed and becomes a clot, then a lump of flesh, then bones in the form of a human being. Then Allah clothes the bones with flesh. Then the soul is breathed into him and he can hear and see. Then he comes forth from his mother's womb, small and weak, but the longer he lives, the stronger he becomes, until he reaches the age where he can build cities and strongholds, and he travels to different lands and across the seas, earning a living and amassing wealth, and he is smart and intelligent and crafty, with ideas and opinions of his own, and each one is able to achieve great things in this world and in the Hereafter according to his individual means. Glory be to the One Who has enabled them and made it easy for them to learn all kinds of skills for earning a living, and has caused them to vary in their levels of knowledge and intellectual ability, and in how handsome or ugly, rich or poor they are, and in whether they are blessed and doomed. Allah says:

وَمِنْ ءَايَـتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُمْ بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ

(And among His signs is this that He created you from dust, and then -- behold you are human beings scattered!) Imam Ahmad recorded that Abu Musa said, "The Messenger of Allah ﷺ said:

«إِنَّ اللهَ خَلَقَ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيع الْأَرْضِ، فَجَاءَ بَنُو آدَمَ عَلَى قَدْرِ الْأَرْضِ، جَاءَ مِنْهُمُ الْأَبْيَضُ وَالْأَحْمَرُ وَالْأَسْوَدُ وَبَيْنَ ذَلِكَ، وَالْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ، وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ وَبَيْنَ ذَلِك»

(Allah created Adam from a handful taken from throughout the earth. Hence the sons of Adam vary as the earth varies, so they are white and red and black and colors in between, evil and good, easy-going or difficult -- or something in between.)" This was also recorded by Abu Dawud and At-Tirmidhi, who said, "This Hadith is Hasan Sahih." Allah said:

وَمِنْ ءايَـتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَجاً

(And among His signs is this that He created for you wives from among yourselves,) meaning, `He created females of your own kind, to be wives for you.'

لِّتَسْكُنُواْ إِلَيْهَا

(that you may find repose in them,) This is like the Ayah,

هُوَ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّن نَّفْسٍ وَحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

(It is He Who has created you from a single person, and He has created from him his wife, in order that he might enjoy the pleasure of living with her) (7:189). This refers to Hawwa'. Allah created her from Adam, from the short rib on his left. If Allah had made all of Adam's progeny male, and created the females from another kind, such as from Jinn or animals, there would never have been harmony between them and their spouses. There would have been revulsion if the spouses had been from a different kind. Out of Allah's perfect mercy He made their wives from their own kind, and created love and kindness between them. For a man stays with a woman because he loves her, or because he feels compassion towards her if they have a child together, or because she needs him to take care of her, etc.

إِنَّ فِى ذلِكَ لآيَـتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(Verily, in that are indeed signs for a people who reflect.)

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan adanya tanda-tanda kebesaran Allah pada diri manusia sendiri. Manusia diciptakan dari tanah, sedangkan tanah itu benda mati tidak bergerak. Sehubungan dengan kejadian manusia dari tanah itu, Rasulullah saw bersabda seperti berikut:

Sesungguhnya Allah telah menjadikan Adam dari segumpal tanah yang diambil-Nya dari segala macam tanah. Kemudian datanglah anak-anak Adam menurut tanah asal mereka. Mereka ada yang putih, merah, hitam, dan sebagainya; ada pula yang jelek, baik, sederhana, bersedih, dan sebagainya. (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asy'ari)

Al-Qur'an banyak menerangkan tentang asal kejadian manusia. Dalam Surah al-Mu'minun umpamanya Allah berfirman:

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. (al-Mu'minun/23: 12)

Dalam Surah al-Mu'minun di atas diterangkan kejadian manusia itu berasal dari sari pati tanah. Ini adalah suatu kejadian yang tidak langsung dari manusia. Akan tetapi, dalam ayat 20 ini disebutkan asal kejadian itu langsung dari tanah dan segera diikuti dengan gambaran manusia yang bergerak dan bertebaran. Hal ini untuk dibandingkan antara proses dan arti tanah yang mati dan tak bergerak dengan manusia yang hidup dan bergerak, sesuai dengan firman Allah dalam ayat sebelumnya, "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup."

Hal itu adalah kejadian yang luar biasa dan menjadi tanda kekuasaan Allah. Hal itu juga mengisyaratkan adanya hubungan yang kuat antara manusia dan bumi sebagai tempat hidup mereka, dan tempat bertemu dengan asal kejadian itu. Manusia dan bumi dalam jagat raya ini tunduk pada hukum-hukum Allah yang berlaku padanya.

Proses perpindahan dari bentuk tanah yang tidak bergerak dan tidak berarti kepada bentuk manusia yang bergerak dan mulia ialah suatu perpindahan yang mengandung unsur kebangkitan pada ciptaan Allah. Hal ini menggerakkan perasaan untuk mengucapkan syukur dan tasbih kepada-Nya, dan menggerakkan hati untuk mengagungkan Pencipta Yang Mahamulia itu.

Al-Qur'an menetapkan kenyataan itu agar manusia memperhatikan ciptaan Allah, dan memikirkan proses perpindahan dari tanah menjadi manusia. Dalam kejadian manusia, Al-Qur'an tidak memerinci proses pertumbuhan dan perkembangan manusia dari tanah sampai menjadi manusia, karena Al-Qur'an adalah kitab hidayah bukan sepenuhnya berisi ilmu pengetahuan sehingga hanya memuat isyarat-isyaratnya saja. Adapun ahli ilmu pengetahuan telah mencoba menetapkan berbagai teori bagi pertumbuhan manusia, untuk menghubungkan mata rantai proses kejadian tersebut.

Teori-teori ilmiah mungkin benar dan mungkin pula salah. Apa yang benar sekarang mungkin dibatalkan di masa yang akan datang, sesuai dengan kemajuan teknologi modern untuk menyelidiki suatu masalah. Perlu untuk dipahami bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur'an sama-sama berasal dari Allah, sehingga tidak akan terjadi kontradiksi. Jika pada suatu saat teori ilmu pengetahuan salah, maka kesalahan itu pada manusia. Sementara pernyataan Al-Qur'an tetap benar. Ada persimpangan jalan antara pandangan Al-Qur'an terhadap manusia dengan pandangan teori-teori ilmiah tersebut. Al-Qur'an memuliakan manusia dan menetapkan bahwa padanya ada hembusan roh ciptaan Allah. Tuhan menciptakannya dari tanah menjadi manusia, dan memberikan kepada mereka keistimewaan-keistimewaan yang membedakan mereka dengan binatang. Pandangan seperti ini sama sekali tidak ditemukan dalam teori-teori ilmiah, yang berdasarkan materi semata, dan tidak ada hubungannya dengan Allah sama sekali.

Bagaimana Allah menekankan mengenai pentingnya peran tanah dalam penciptaan makhluk dan juga manusia, tidak hanya dinyatakan pada ayat di atas, namun juga pada Surah al-hijr/15: 26, 28, 33 dan beberapa ayat lainnya, di antaranya:

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan di sisi-Nya, kemudian kamu masih terus menerus ragu-ragu. (al-An'am/6: 2)

Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api yang murni. Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari? (ar-Rahman/55: 14)

Menurut ilmu pengetahuan, dua komponen penting yang harus ada dalam permulaan terjadinya kehidupan adalah material genetika dan membran sel. Kedua material ini saling bekerjasama mendukung kehidupan. Di dalam keduanya, materi tanah liat dominan.

Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya penelitian terhadap tanah lempung yang disebut dengan "montmorilenite clay". Penelitian menemukan bahwa lempung jenis ini dapat merangsang dengan cepat pembentukan kantung membran yang berisi cairan (membranous fluid-filled sac). Penelitian juga membuktikan bahwa cairan yang ada di dalam kantung membran juga mengandung material tanah liat. Kantung ini ternyata dapat tumbuh dengan cara pembelahan sederhana. Cara pembelahan ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada sel yang primitif. Dari paparan ini dapat kita katakan bahwa informasi Al-Qur'an tentang asal kejadian manusia dari tanah adalah benar dan dibuktikan oleh penelitian ilmiah.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَمِنۡ

wamin

And among

ءَايَٰتِهِۦٓ

āyātihi

His Signs

أَنۡ

an

(is) that

خَلَقَكُم

khalaqakum

He created you

مِّن

min

from

تُرَابٖ

turābin

dust

ثُمَّ

thumma

then

إِذَآ

idhā

behold

أَنتُم

antum

You

بَشَرٞ

basharun

(are) human beings

تَنتَشِرُونَ

tantashirūna

dispersing