Surah 30 · 30:19

Surah Ar-Rum 30:19

Ar-Rum · The Romans

يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا‌ۚ وَكَذَٲلِكَ تُخْرَجُونَ

Yukhriju alhayya mina almayyitiwayukhriju almayyita mina alhayyi wayuhyee al-ardabaAAda mawtiha wakathalika tukhrajoon

He brings the living out of the dead and brings the dead out of the living and brings to life the earth after its lifelessness. And thus will you be brought out.

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

SurahAr-Rum
Juz21
Page406
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Command to pray Five Times Daily

Here Allah glorifies Himself and commands His servants to glorify and praise Him at these times which come one after the other and are indicative of His might and power in the heavens. This is when the night comes with its darkness, then in the morning the day comes with its light. This glorification is followed by befitting praise, as Allah says:

وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ

(And His is all the praise in the heavens and the earth;) meaning, He is the One who is to be praised for what He has created in the heavens and on earth. Then Allah says:

وَعَشِيّاً وَحِينَ تُظْهِرُونَ

(and in `Ashiyya and when Tuzhirun.) -- the `Ashiyy is the time when the darkness is most intense, and Izhar is the brightest point of the day. Glory be to the One Who created both of them, the Cleaver of the daybreak and the One Who makes night a time of rest. Allah says:

وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّـهَا - وَالَّيْلِ إِذَا يَغْشَـهَا

(By the day as it shows up its brightness. By the night as it conceals it.) (91:3-4)

وَالَّيْلِ إِذَا يَغْشَى - وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى

(By the night as it envelops. By the day as it appears in brightness. ) (92:1-2)

وَالضُّحَى - وَالَّيْلِ إِذَا سَجَى

(By the forenoon (after sunrise). By the night when it darkens.) (93:1-2) And there are many similar Ayat.

يُخْرِجُ الْحَىَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَىِّ

(He brings out the living from the dead, and brings out the dead from the living.) This is what we see of His power to create things and their opposites. These Ayat which come one after the other are all of the same; in each of them Allah mentions the creation of things and their opposites, to indicate to His creation the perfection of His power. Thus He creates the plant from the seed and the seed from the plant; He creates the egg from the chicken and the chicken from the egg; He creates man from sperm and sperm from man; He creates the believer from the disbelievers and the disbeliever from the believers.

وَيُحْىِ الاٌّرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

(And He revives the earth after its death.) This is like the Ayat:

وَءَايَةٌ لَّهُمُ الاٌّرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَـهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبّاً فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

(And a sign for them is the dead land. We give it life, and We bring forth from it grains, so that they eat thereof.) until:

وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

(and We have caused springs of water to gush forth therein. ) (36:33-34)

وَتَرَى الاٌّرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

(And you see the earth barren, but when We send down water on it, it is stirred, and it swells and puts forth every lovely kind.) until:

وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى الْقُبُورِ

(and certainly, Allah will resurrect those who are in the graves.) (22:5-7)

وَهُوَ الَّذِى يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرىً بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالاً

(And it is He Who sends the winds as heralds of glad tidings, going before His mercy. Till when they have carried a heavy-laden cloud) until:

لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(so that you may remember or take heed.) (7:57) Allah says here:

وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ

(And thus shall you be brought out.)

Tafsir Kemenag RI

Ayat itu mengungkapkan sebagian kekuasaan Allah, yang menyeru hamba-hamba-Nya agar bertasbih dan beribadah kepada-Nya. Orang yang bertasbih kepada Allah tanpa mengetahui hak-hak, kekuasaan, dan kebesaran Allah dalam beribadah, maka tasbih dan ibadahnya itu tidak akan ada manfaatnya. Dia tidak akan menjumpai Allah dengan tasbih dan ibadah yang seperti itu, padahal yang diharapkan adalah perjumpaan yang akan me-lapangkan dada, membukakan hati, dan menjernihkan jiwa. Oleh karena itu, ibadah yang diperintahkan ialah ibadah yang benar-benar dapat membekas dalam jiwa manusia.

Sehubungan dengan itu, ayat ini menyuruh kita memperhatikan keadaan alam ini, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Dapat diperhatikan bahwa kehidupan ini berasal dari benda mati, dan benda mati itu berasal dari kehidupan. Hal ini dapat dilihat pada telur dan ayam. Telur adalah benda mati, tapi ia dapat mengeluarkan ayam yang hidup. Begitu pula ayam adalah benda hidup, tetapi dia dapat mengeluarkan telur yang merupakan benda mati.

Mujahid, seorang ahli tafsir, mengartikan ayat ini sebagai perumpamaan antara mukmin dan kafir. Menurutnya, "keluarnya yang hidup dari yang mati" dan "yang mati dari yang hidup" berarti mukmin dan kafir. Anak orang mukmin ada yang menjadi kafir, sebaliknya anak orang kafir ada yang menjadi mukmin. Ada pula yang menafsirkan bahwa kehidupan ini diakhiri dengan kematian dan kematian itu disudahi dengan kehidupan kembali di akhirat.

Karena kedua hal itu, yakni mati dan hidup suatu keadaan yang rutin di dalam kehidupan di dunia ini, maka tidaklah mustahil bagi Allah untuk membangkitkan manusia dari kuburnya di hari Kiamat kelak. Hal ini harus diperhatikan oleh manusia. Sebagai contoh lain yang lebih dekat bagi manusia ialah keadaan tanah yang sudah tandus dan gersang. Tanah ini akan kembali subur dan bisa menumbuhkan tanam-tanaman, andaikata Allah menurunkan hujan dari langit.

Setelah memperhatikan contoh-contoh di atas, maka pertanyaan yang ditujukan kepada orang-orang kafir adalah apakah kekuasaan Allah yang tidak terbatas itu tidak cukup untuk menghidupkan manusia kembali dari dalam kematiannya, di mana tulang-belulangnya telah hancur berserakan, dan dagingnya telah bersatu dengan tanah? Tentu saja sanggup. Oleh karena itu, bila sangkakala ditiup malaikat, manusia akan bangkit dan semuanya menuju ke Padang Mahsyar menghadap Tuhan.

Allah berfirman:

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur), kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti. (an-Nuh/71: 17-18)

Mengapa manusia mengingkari hari kebangkitan? Mengapa mereka memperdebatkannya? Sebetulnya kekuasaan Allah tak perlu dan tak dapat diingkari. Siapa yang berakal tidak akan dapat mengingkari kekuasaan itu. Akan tetapi, dia lari dari tanggung jawab untuk menghadapi perhitungan di hari Kiamat. Dia ingin melepaskan jiwanya dari perasaan keimanan dengan hatinya, sesuai dengan nasibnya di dunia ini. Dia tidak mempersiapkan sesuatu pun untuk akhirat. Demikianlah manusia ditipu oleh jiwa dan hawa nafsunya. Dia melalaikan panggilan yang sebenarnya, dan mengikuti apa yang sesuai dengan nafsunya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

يُخۡرِجُ

yukh'riju

He brings forth

ٱلۡحَيَّ

l-ḥaya

the living

مِنَ

mina

from

ٱلۡمَيِّتِ

l-mayiti

the dead

وَيُخۡرِجُ

wayukh'riju

and He brings forth

ٱلۡمَيِّتَ

l-mayita

the dead

مِنَ

mina

from

ٱلۡحَيِّ

l-ḥayi

the living

وَيُحۡيِ

wayuḥ'yī

and He gives life

ٱلۡأَرۡضَ

l-arḍa

(to) the earth

بَعۡدَ

baʿda

after

مَوۡتِهَاۚ

mawtihā

its death

وَكَذَٰلِكَ

wakadhālika

and thus

تُخۡرَجُونَ

tukh'rajūna

you will be brought forth