Surah 13 · 13:5

Surah Ar-Ra'd 13:5

Ar-Ra'd · The Thunder

۞ وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٲبًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ‌ۗ أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَـٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Wa-in taAAjab faAAajabun qawluhum a-ithakunna turaban a-inna lafee khalqin jadeedinola-ika allatheena kafaroo birabbihim waola-ikaal-aghlalu fee aAAnaqihim waola-ika as-habuannari hum feeha khalidoon

And if you are astonished, [O Muḥammad] - then astonishing is their saying, "When we are dust, will we indeed be [brought] into a new creation?" Those are the ones who have disbelieved in their Lord, and those will have shackles upon their necks, and those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.

Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, " Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

SurahAr-Ra'd
Juz13
Page249
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Denying Resurrection after Death, is Strange

Allah says to His Messenger Muhammad ﷺ .

وَإِن تَعْجَبْ

(And if you wonder.) at the rejection of the polytheists who deny Resurrection, even though they witness Allah's signs and evidences that He made in His creation which testify that He is able to do everything. Yet, they admit that Allah originated the creation of all things and brought them into existence after they were nothing. However, they deny Allah's claim that He will resurrect the world anew, even though they admit to what is more amazing than what they deny and reject. Therefore, it is amazing that they said,

أَءِذَا كُنَّا تُرَابًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ

(When we are dust, shall we indeed then be (raised) in a new creation) It is an obvious fact to every sane and knowledgeable person that creating the heavens and earth is a greater feat than creating men, and that He Who has originated creation is more able to resurrect it anew,

أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّ اللَّهَ الَّذِى خَلَقَ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ وَلَمْ يَعْىَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْىِ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(Do they not see that Allah, Who created the heavens and the earth, and was not wearied by their creation, is able to give life to the dead Yes, He surely is able to do all things)46:33 Allah described those who deny Resurrection,

أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ وَأُوْلَئِكَ الاٌّغْلَـلُ فِى أَعْنَـقِهِمْ

(They are those who disbelieved in their Lord! They are those who will have iron chains linking their hands to their necks. ) They will be dragged in the Fire by these chains,

وَأُوْلـئِكَ أَصْحَـبُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَـلِدُونَ

(They will be dwellers of the Fire to abide therein forever.), for they will remain in Hell forever and will never escape it or be removed from it.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ الْمَثُلَـتُ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَى ظُلْمِهِمْ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menjelaskan sikap orang kafir terhadap keesaan Allah, dimana Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa jika beliau heran terhadap penyembahan mereka kepada berhala-berhala yang tidak memberi mudarat dan membawa manfaat setelah dikemukakan dalil-dalil keesaan Allah, maka yang lebih patut mengherankan adalah ucapan mereka yang mendustakan hari kebangkitan pada hari kiamat. Mereka berkata, "Apabila kami telah menjadi tanah apakah kami benar-benar akan dikembalikan lagi menjadi makhluk yang baru?"

Mereka mengucapkan kata-kata pengingkaran itu padahal mereka tidak mengingkari kekuasaan Allah dalam menciptakan mereka sejak berada dalam kandungan ibunya. Pertanyaan yang mengandung keingkaran itu berulang-ulang disebut dalam sebelas tempat di delapan surah dalam Al-Quran, yaitu Surah ar-Rad/13: 5, al-Isra/17: 49 dan 98, al-Muminun/23: 35 dan 82, an-Nahl/16: 38, as-Sajdah/32: 10, ash-shaffat/37: 16 dan 53, al-Waqiah/56: 47, dan an-Naziat/79: 11. Semuanya mengandung keingkaran yang sangat keras sehingga mengesankan bahwa hari kebangkitan itu mustahil akan terjadi. Menurut mereka tidak mungkin orang yang sudah meninggal dunia dan menjadi tulang-belulang akan hidup kembali. Kemudian Allah menegaskan bahwa orang yang ingkar pada hari kebangkitan itulah yang juga ingkar terhadap Tuhannya. Mengingkari kekuasaan Allah sama halnya dengan mengingkari Allah itu sendiri. Mereka akan dipasangkan belenggu di lehernya sebagai akibat di dunia tidak meyakini kebenaran dan mengikuti petunjuk. Ada pula yang menafsirkan bahwa mereka itu pada hari kiamat ketika diadili dan dipasangkan beberapa belenggu di lehernya seperti seorang tawanan. Firman Allah:

Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api. (al-Mumin/40: 71-72)

Mereka adalah penghuni neraka yang kekal di dalamnya dan hidup dalam kehinaan sebagai akibat dari keingkaran dan kejahatannya selama hidup di dunia.

Allah swt dengan sifat kemahakuasaan-Nya, mampu menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini, baik yang hidup dan bergerak, maupun yang mati, bahkan dari tidak ada menjadi ada. Oleh karena itu, Allah akan dengan mudah membangkitkan kembali manusia setelah mati. Firman Allah:

... dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh? Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkan-nya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali... (Yasin/36: 78-79)

Firman Allah:

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan), Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (al-Qiyamah/75: 3-4)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

۞ وَإِن

wa-in

And if

تَعۡجَبۡ

taʿjab

you (are) astonished

فَعَجَبٞ

faʿajabun

then astonishing

قَوۡلُهُمۡ

qawluhum

(is) their saying

أَءِذَا

a-idhā

When

كُنَّا

kunnā

we are

تُرَٰبًا

turāban

dust

أَءِنَّا

a-innā

will we

لَفِي

lafī

(be) indeed, in

خَلۡقٖ

khalqin

a creation

جَدِيدٍۗ

jadīdin

new

أُوْلَٰٓئِكَ

ulāika

Those

ٱلَّذِينَ

alladhīna

(are) the ones who

كَفَرُواْ

kafarū

disbelieved

بِرَبِّهِمۡۖ

birabbihim

in their Lord

وَأُوْلَٰٓئِكَ

wa-ulāika

and those

ٱلۡأَغۡلَٰلُ

l-aghlālu

the iron chains

فِيٓ

(will be) in

أَعۡنَاقِهِمۡۖ

aʿnāqihim

their necks

وَأُوْلَٰٓئِكَ

wa-ulāika

those

أَصۡحَٰبُ

aṣḥābu

(are the) companions

ٱلنَّارِۖ

l-nāri

(of) the Fire

هُمۡ

hum

they

فِيهَا

fīhā

in it

خَٰلِدُونَ

khālidūna

(will) abide forever