Surah 27 · 27:16

Surah An-Naml 27:16

An-Naml · The Ant

وَوَرِثَ سُلَيْمَـٰنُ دَاوُۥدَ‌ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ

Wawaritha sulaymanu dawoodawaqala ya ayyuha annasuAAullimna mantiqa attayri waooteenamin kulli shay-in inna hatha lahuwa alfadlualmubeen

And Solomon inherited David. He said, "O people, we have been taught the language of birds, and we have been given from all things. Indeed, this is evident bounty."

Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."

SurahAn-Naml
Juz19
Page378
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Dawud and Sulayman (peace be upon them), the organization of Sulayman's Troops and His passage through the Valley of the Ants

Here Allah tells us about the great blessings and favors which He bestowed upon two of His servants and Prophets, Dawud (David) and his son Sulayman (Solomon), peace be upon them both, and how they enjoyed happiness in this world and the Hereafter, power and authority in this world, and the position of being Prophets and Messengers. Allah says:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَـنَ عِلْماً وَقَالاَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ

(And indeed We gave knowledge to Dawud and Sulayman, and they both said: "All the praises and thanks be to Allah, Who has preferred us above many of His believing servants!")

وَوَرِثَ سُلَيْمَـنُ دَاوُودَ

(And Sulayman inherited from Dawud.) means, in kingship and prophethood. What is meant here is not wealth, because if that were the case, Sulayman would not have been singled out from among the sons of Dawud, as Dawud had one hundred wives. Rather what is meant is the inheritance of kingship and prophethood, for the wealth of the Prophets cannot be inherited, as the Messenger of Allah ﷺ said:

«نَحْنُ مَعَاشِرَ الْأَنْبِيَاءِ لَا نُورَثُ، مَا تَرَكْنَاهُ فَهُوَ صَدَقَة»

(We Prophets cannot be inherited from; whatever we leave behind is charity.) And Sulayman said:

يأَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ

(O mankind! We have been taught the language of birds, and we have been given from everything.) Here Sulayman was speaking of the blessings that Allah bestowed upon him, by giving him complete authority and power, whereby mankind, the Jinn and the birds were subjugated to him. He also knew the language of the birds and animals, which is something that had never been given to any other human being -- as far as we know from what Allah and His Messenger told us. Allah enabled Sulayman to understand what the birds said to one another as they flew through the air, and what the different kinds of animals said. Sulayman said:

عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ

(We have been taught the language of birds, and we have been given from everything.) i.e., all things that a king needs.

إِنَّ هَـذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

(This, verily, is an evident grace.) means, `this is clearly the blessings of Allah upon us.'

وَحُشِرَ لِسْلَيْمَـنَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْس وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

(And there were gathered before Sulayman his hosts of Jinn and men, and birds, and they all were set in battle order.) means, all of Sulayman's troops of Jinn, men and birds were gathered together, and he rode with them in a display of might and glory, with people marching behind him, followed by the Jinn, and the birds flying above his head. When it was hot, they would shade him with their wings.

فَهُمْ يُوزَعُونَ

(and they all were set in battle order.) The first and the last of them were brought together, so that none of them would step out of place. Mujahid said: "Officials were appointed to keep each group in order, and to keep the first and the last together so that no one would step out of line -- just as kings do nowadays."

حَتَّى إِذَآ أَتَوْا عَلَى وَادِى النَّمْلِ

(Till, when they came to the valley of the ants,) meaning, when Sulayman, the soldiers and the army with him crossed the valley of the ants,

قَالَتْ نَمْلَةٌ يأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُواْ مَسَـكِنَكُمْ لاَ يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـنُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ

(one of the ants said: "O ants! Enter your dwellings, lest Sulayman and his armies should crush you, while they perceive not.") Sulayman, peace be upon him, understood what the ant said,

فَتَبَسَّمَ ضَـحِكاً مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَى وَالِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـلِحاً تَرْضَـهُ

(So he smiled, amused at her speech and said: "My Lord! Grant me the power and ability that I may be grateful for Your favors which You have bestowed on me and on my parents, and that I may do righteous good deeds that will please You, ) meaning: `inspire me to give thanks for the blessings that You have bestowed upon me by teaching me to understand what the birds and animals say, and the blessings that You have bestowed upon my parents by making them Muslims who believe in You.'

وَأَنْ أَعْمَلَ صَـلِحاً تَرْضَـهُ

(and that I may do righteous good deeds that will please You,) means, `deeds that You love which will earn Your pleasure.'

وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ الصَّـلِحِينَ

(and admit me by Your mercy among Your righteous servants.) means, `when You cause me to die, then join me with the righteous among Your servants, and the Higher Companion among Your close friends.'

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman, putra Daud, menggantikan bapaknya sebagai raja dan rasul Allah. Menurut Ibnu 'Athiyyah, Daud adalah raja dan rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil. Jabatan ini dipegang Sulaiman setelah bapaknya meninggal dunia. Karena Sulaiman menerima kedua jabatan itu setelah bapaknya meninggal dunia, maka disebutlah dalam ayat ini: Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.

Menurut al-Kalbi, Nabi Daud mempunyai 19 orang anak laki-laki. Di antara mereka semua, hanya Sulaiman sendiri yang mewarisi ilmu pengetahuan dan kesanggupan mengendalikan pemerintahan dari bapaknya. Oleh karena itu pula, beliau yang menggantikan bapaknya sebagai kepala negara. Kemudian Allah juga mengangkat Sulaiman menjadi rasul.

Menurut Ensiklopedia Americana, Nabi Daud diangkat menjadi raja pada tahun 1002 Sebelum Masehi (SM), pada waktu ia berumur 37 tahun (ia dilahirkan pada tahun 1039 SM). Daud meninggal dunia pada tahun 962 SM, dan memerintah selama 40 tahun, yaitu 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yerusalem.

Sebelum meninggal dunia, Daud menunjuk putranya yang bernama Sulaiman menjadi raja sesudahnya. Beliau meninggal setelah memberikan nasihat-nasihat dan pesan-pesan yang amat berharga kepada Sulaiman. Di antara nasihat dan pesan itu ialah agar melakukan ibadah kepada Allah, memelihara segala hukum, undang-undang, syariat, dan firman-Nya, sesuai dengan yang tersebut dalam Taurat Musa, serta mendirikan sebuah Haikal sebagai tempat beribadah kepada-Nya. Setelah Nabi Daud meninggal dunia, mulailah Sulaiman memegang tampuk pemerintahan yaitu pada tahun 961 Sebelum Masehi. Sebagai seorang raja dan nabi, semua nasihat dan pesan Nabi Daud itu dilaksanakan dengan baik, sehingga kerajaan menjadi stabil dan mantap di tangannya, sampai beliau meninggal dunia. (Lihat "David", Encyclopaedia Americana, Jilid 8, hlm. 526).

Di samping mewarisi kerajaan, ilmu pengetahuan, kenabian, dan kitab Zabur dari bapaknya, Sulaiman juga dianugerahi Allah dengan beberapa keutamaan yang lain. Oleh karena itu, dia bersyukur kepada Allah dengan mengatakan, "Wahai sekalian manusia, Allah telah menganugerahkan kepada kami pengertian dan pengetahuan tentang suara burung dan diberi segala sesuatu yang diperlukan. Sesungguhnya semua benar-benar suatu yang nyata."

Nabi Sulaiman dengan kekuatan dan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya, dapat memahami suara-suara binatang yang lain, selain dari suara burung. Dalam ayat ini, dikhususkan menyebutkan bahwa Sulaiman memahami suara burung karena burung adalah tentara khusus Nabi Sulaiman yang mempunyai keistimewaan khusus pula, seperti yang telah dilakukan oleh burung hud-hud.

Sebagaimana diketahui bahwa suara pada binatang merupakan bahasa isyarat yang berlaku di antara mereka. Suara-suara itu terdengar dalam bentuk dan nada yang bermacam-macam, seperti suara dalam keadaan riang berbeda dengan suara burung dalam keadaan ketakutan. Suara kambing betina yang kehilangan anaknya berlainan dengan suara dikejar atau diterkam binatang buas. Nabi Sulaiman mengetahui maksud suara-suara binatang itu dengan kekuatan perasaan dan ilmu pengetahuan yang telah dilimpahkan Allah kepadanya. Menurut al-Baidhawi, apabila mendengar suara-suara burung, Nabi Sulaiman mengetahui makna dan maksud suara-suara itu dengan kekuatan perasaannya.

Dalam ayat ini diterangkan pula bahwa Allah telah melimpahkan kepada Sulaiman segala macam kesanggupan dan segala sesuatu yang diperlukannya untuk mengendalikan pemerintahan negaranya. Dengan demikian, masa pemerintahan Nabi Sulaiman itu merupakan masa kejayaan Bani Israil.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan ayat "wa utina min kulli syai'in" (dan diberi segala sesuatu yang diperlukan), maksudnya ialah Allah telah menganugerahkan kepada Sulaiman hikmah, harta yang berlipat ganda, kekuatan yang besar dan luas sebagai seorang raja, dan menundukkan jin, manusia, burung, dan binatang lainnya.

Karena nikmat yang telah dilimpahkan itu, maka Nabi Sulaiman bersyukur kepada Allah dengan menyatakan bahwa segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya, baik yang berupa pengetahuan, pemberian, keutamaan, dan sebagainya adalah suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepadanya. Dengan berbagai karunia itu, Allah telah melebihkannya dari manusia-manusia yang lain.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَوَرِثَ

wawaritha

And inherited

سُلَيۡمَٰنُ

sulaymānu

Sulaiman

دَاوُۥدَۖ

dāwūda

Dawood

وَقَالَ

waqāla

And he said

يَٰٓأَيُّهَا

yāayyuhā

O

ٱلنَّاسُ

l-nāsu

people

عُلِّمۡنَا

ʿullim'nā

We have been taught

مَنطِقَ

manṭiqa

(the) language

ٱلطَّيۡرِ

l-ṭayri

(of) the birds

وَأُوتِينَا

waūtīnā

and we have been given

مِن

min

from

كُلِّ

kulli

every

شَيۡءٍۖ

shayin

thing

إِنَّ

inna

Indeed

هَٰذَا

hādhā

this

لَهُوَ

lahuwa

surely, it

ٱلۡفَضۡلُ

l-faḍlu

(is) the favor

ٱلۡمُبِينُ

l-mubīnu

evident