Surah 16 · 16:48

Surah An-Nahl 16:48

An-Nahl · The Bee

أَوَلَمْ يَرَوْاْ إِلَىٰ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ يَتَفَيَّؤُاْ ظِلَـٰلُهُۥ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدًا لِّلَّهِ وَهُمْ دَٲخِرُونَ

Awa lam yaraw ila ma khalaqaAllahu min shay-in yatafayyao thilaluhuAAani alyameeni washshama-ili sujjadan lillahiwahum dakhiroon

Have they not considered what things Allāh has created? Their shadows incline to the right and to the left, prostrating to Allāh, while they [i.e., those creations] are humble.

Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati.

SurahAn-Nahl
Juz14
Page272
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Everything prostrates to Allah

Allah informs us about His might, majesty and pride, meaning that all things submit themselves to Him and every created being - animate and inanimate, as well as the responsible - humans and Jinns, and the angels - all humble themselves before Him. He tells us that everything that has a shadow leaning to the right and the left, i.e., in the morning and the evening, is by its shadow, prostrating to Allah. Mujahid said, "When the sun passes its zenith, everything prostrates to Allah, may He be glorified." This was also said by Qatadah, Ad-Dahhak and others.

لِلَّهِ وَهُمْ

(while they are humble) means, they are in a state of humility. Mujahid also said: "The prostration of every thing is its shadow", and he mentioned the mountains and said that their prostrations are their shadows. Abu Ghalib Ash-Shaybani said: "The waves of the sea are its prayers". It is as if reason is attributed to these inanimate objects when they are described as prostrating, so Allah says:

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى السَّمَـوَتِ وَمَا فِى الاٌّرْضِ مِن دَآبَّةٍ

(And to Allah prostrate all that are in the heavens and all that are in the earth, of the moving creatures) As Allah says:

وَللَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَـلُهُم بِالْغُدُوِّ وَالاٌّصَالِ

(And to Allah (alone) all who are in the heavens and the earth fall in prostration, willingly or unwillingly, and so do their shadows in the mornings and in the afternoons.) (13:15)

وَالْمَلَـئِكَةُ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ

(and the angels, and they are not proud.) means, they prostrate to Allah and are not too proud to worship Him.

يَخَـفُونَ رَبَّهُمْ مِّن فَوْقِهِمْ

(They fear their Lord above them) means, they prostrate out of fear of their Lord, may He be glorified.

وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

(and they do what they are commanded.) meaning they continually obey Allah, doing what He tells them to do and avoiding that which He forbids.

Tafsir Kemenag RI

Kemudian Allah swt menyebutkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang berlaku bagi seluruh makhluk-Nya dengan maksud agar orang-orang yang selalu membuat tipu daya yang jahat itu memikirkan segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah swt, misalnya bayang-bayang. Pada waktu matahari terbit di ujung timur bayang-bayang dari semua benda memanjang ke arah barat, kemudian apabila matahari meninggi, bayangan itu pun menyusut, dan akhirnya pada saat matahari melintasi meridian, bayangan itu berubah arah. Ketika matahari mulai menurun, bayangan itu makin lama makin memanjang ke arah timur, sampai pada waktu matahari itu mendekati kaki langit pada ufuk bagian barat, bayangan itu telah memanjang ke timur. Bayang-bayang itu berubah-ubah demikian karena tunduk kepada hukum yang telah ditetapkan Allah.

Bayangan itu bukan hanya berubah arah ke barat dan ke timur, tetapi juga ke utara dan ke selatan setiap tahun. Apabila matahari berada di khatulistiwa persis pada meridian, tidak terdapat bayang-bayang sama sekali. Akan tetapi, untuk hari-hari berikutnya yaitu sesudah tanggal 21 Maret pada saat matahari di meridian, matahari membuat bayangan yang mengarah ke selatan. Kemudian pada tanggal 21 Juni pada saat yang sama yaitu pada saat matahari berada di meridian bayang-bayang setiap benda mengarah ke selatan sepanjang-panjangnya. Seterusnya makin hari makin memendek, hingga tanggal 23 September. Sejak itu matahari sudah mulai pindah ke arah selatan dan bayang-bayang mulai mengarah ke utara, makin hari makin memanjang hingga pada tanggal 22 Desember, matahari membuat bayang-bayang mengarah ke utara sepanjang-panjangnya. Kemudian pada hari berikutnya matahari mulai bergerak ke utara, bayang-bayang mulai memendek dari hari ke hari. Akhirnya pada tanggal 21 Maret, matahari kembali lagi ke daerah khatulistiwa sehingga pada saat matahari sampai ke meridian, bayang-bayang pada saat itu tidak terlihat sama sekali. Demikianlah untuk seterusnya. Hal itu terjadi karena gerak tahunan matahari itu tunduk kepada tata hukum yang diciptakan oleh Allah dan berlaku untuk setiap makhluk-Nya.

Penjelasan Allah serupa itu ditujukan kepada manusia agar mereka mau meneliti sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa semua benda di alam ini tidak ada yang menentang hukum Allah melainkan tunduk di bawah kekuasaan-Nya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

أَوَلَمۡ

awalam

Have not

يَرَوۡاْ

yaraw

they seen

إِلَىٰ

ilā

[towards]

مَا

what

خَلَقَ

khalaqa

Allah has created

ٱللَّهُ

l-lahu

Allah has created

مِن

min

from

شَيۡءٖ

shayin

a thing

يَتَفَيَّؤُاْ

yatafayya-u

Incline

ظِلَٰلُهُۥ

ẓilāluhu

their shadows

عَنِ

ʿani

to

ٱلۡيَمِينِ

l-yamīni

the right

وَٱلشَّمَآئِلِ

wal-shamāili

and to the left

سُجَّدٗا

sujjadan

prostrating

لِّلَّهِ

lillahi

to Allah

وَهُمۡ

wahum

while they

دَٰخِرُونَ

dākhirūna

(are) humble