Surah 16 · 16:22

Surah An-Nahl 16:22

An-Nahl · The Bee

إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٲحِدٌ‌ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

Ilahukum ilahun wahidunfallatheena la yu/minoona bil-akhiratiquloobuhum munkiratun wahum mustakbiroon

Your god is one God. But those who do not believe in the Hereafter - their hearts are disapproving, and they are arrogant.

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong.

SurahAn-Nahl
Juz14
Page269
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

None is to be worshipped except Allah

Allah tells us that there is none to be worshipped besides Him, the One, the Unique, the Lone, the Self-Sufficient. He tells us that the hearts of the disbelievers deny that and are astonished by that:

أَجَعَلَ الاٌّلِهَةَ إِلَـهاً وَحِداً إِنَّ هَـذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ

("Has he made the gods (all) into One God! Verily, this is a curious thing!") (38:5).

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالاٌّخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

(And when Allah alone is mentioned, the hearts of those who do not believe in the Hereafter are filled with disgust, and when those besides Him are mentioned, behold, they rejoice!) (39:45).

وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

(and they are proud) meaning they are too proud to worship Allah, and their hearts reject the idea of singling Him out, as Allah says:

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَخِرِينَ

(Verily! Those who scorn My worship they will surely enter Hell in humiliation!) 40:60 So here, Allah says;

لاَ جَرَمَ

(Certainly), meaning truly,

أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

(Allah knows what they conceal and what they reveal.) meaning He will requite them for that in full.

إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

(Truly, He does not like the proud.)

Tafsir Kemenag RI

Allah swt menjelaskan bahwa Tuhan yang wajib disembah dan ditaati oleh seluruh manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Penegasan dengan Yang Maha Esa, memberikan pengertian yang pantas disembah hanyalah Dia. Oleh sebab itu, Dia pulalah yang wajib ditaati oleh seluruh manusia dan tidak boleh mengangkat tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu-Nya.

Sesudah itu, dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain karena tidak mau mengakui keesaan Allah, janji dan ancaman-Nya, serta terjadinya hari akhir. Itulah sebabnya maka mereka membangkang terhadap apa saja yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, meskipun berita yang disampaikan itu mengandung berita tentang kekuasaan dan kebenaran Allah serta luasnya nikmat yang diberikan kepada manusia. Hati mereka telah tertutup, meskipun telah diberitakan kepada mereka bahwa peribadatan mereka itu tidak benar. Seharusnya yang berhak disembah ialah Allah Yang Maha Esa, namun mereka tetap tidak mau percaya.

Di akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang sombong dan tidak mau menerima kebenaran. Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, tetap mengingkarinya, dan bertaklid buta mengikuti nenek moyang mereka.

Allah swt berfirman:

Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan. (shad/38: 5)

Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira. (az-Zumar/39: 45)

Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka." Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka." (az-Zukhruf/43: 22-23)

(23) Tidak dapat diragukan lagi, sesungguhnya Allah telah mengetahui keingkaran orang-orang musyrik itu terhadap wahyu yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad saw yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Allah juga mengetahui apa yang mereka nyatakan terhadap Nabi Muhammad saw serta tuduhan mereka bahwa beliau membuat berita-berita palsu.

Di akhir ayat dijelaskan bahwa Allah tidak suka kepada orang-orang sombong yang tidak mau percaya kepada keesaan-Nya dan enggan mengikuti seruan para nabi dan rasul-Nya. Pernyataan ini menunjukkan betapa murka dan bencinya Allah kepada mereka dan sikap mereka yang tidak mengerti akan kedudukan diri mereka. Di ayat lain, Allah swt mengancam bahwa orang-orang yang sombong akan dimasukkan ke neraka Jahanam. Allah swt berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)

Rasulullah saw bersabda:

Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan sebiji sawi, dan tidak akan masuk neraka orang yang di hatinya ada iman sebiji sawi, kemudian berkatalah seorang laki-laki, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau seorang laki-laki ingin agar bajunya bagus dan sandalnya bagus? Kemudian Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya Allah indah, menyukai keindahan. Kesombongan itu ialah tidak mau menerima kebenaran dan menghina manusia." (Riwayat Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Ibnu Mas'ud)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

إِلَٰهُكُمۡ

ilāhukum

Your god

إِلَٰهٞ

ilāhun

(is) God

وَٰحِدٞۚ

wāḥidun

One

فَٱلَّذِينَ

fa-alladhīna

But those who

لَا

(do) not

يُؤۡمِنُونَ

yu'minūna

believe

بِٱلۡأٓخِرَةِ

bil-ākhirati

in the Hereafter

قُلُوبُهُم

qulūbuhum

their hearts

مُّنكِرَةٞ

munkiratun

refuse

وَهُم

wahum

and they

مُّسۡتَكۡبِرُونَ

mus'takbirūna

(are) arrogant