Surah 58 · 58:5

Surah Al-Mujadila 58:5

Al-Mujadila · The Pleading Woman

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ‌ۚ وَقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَـٰتِۭ بَيِّنَـٰتٍ‌ۚ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Inna allatheena yuhaddoona Allahawarasoolahu kubitoo kama kubita allatheena minqablihim waqad anzalna ayatin bayyinatinwalilkafireena AAathabun muheen

Indeed, those who oppose Allāh and His Messenger are abased as those before them were abased. And We have certainly sent down verses of clear evidence. And for the disbelievers is a humiliating punishment

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan.

SurahAl-Mujadila
Juz28
Page542
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Explaining the Punishment of the Enemies of the Religion

Allah states that those who defy Him and His Messenger and contradict His commandments,

كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ

(will be disgraced as those before them were disgraced) meaning, they will be humiliated, cursed and disgraced, just as what happened to their like were before them,

وَقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَـتٍ بَيِّنَـتٍ

(And We have sent down clear Ayat.) meaning, none contradicts or opposes them, except a disbeliever, rebellious, sinner,

وَلِلْكَـفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

(And for the disbelievers is a disgraceful torment) meaning, as just recompense for their arrogant refusal to follow, obey and submit to the religion of Allah. Allah the Exalted said,

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهِ جَمِيعاً

(On the Day when Allah will resurrect them all together) referring to the Day of Resurrection when He will gather the early and the latter generations in one area,

فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُواْ

(and inform them of what they did.) He will tell them all that they did in detail, whether good or evil,

أَحْصَـهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ

(Allah has kept account of it, while they have forgotten it.) meaning, Allah recorded and kept all these actions, even though they have forgotten what they did,

وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

(And Allah is Witness over all things.) meaning, nothing escapes His knowledge, and no matter is hidden from Him or escapes His complete observation.

Allah's Knowledge encompasses Creation

Then Allah the Exalted informs of His knowledge encompassing all creation, observing it, hearing their speech and seeing them, wherever they may be and in whatever condition they may be in,

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمَـوَتِ وَمَا فِى الاٌّرْضِ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَى ثَلَـثَةٍ

(Have you not seen that Allah knows whatsoever is in the heavens and whatsoever is on the earth There is no Najwa of three), i.e., secret consultation of three,

إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَلاَ خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سَادِسُهُمْ وَلاَ أَدْنَى مِن ذَلِكَ وَلاَ أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُواْ

(but He is their fourth --- nor of five but He is their sixth --- nor of less than that or more but He is with them wheresoever they may be.) meaning, He is watching them, perfectly hearing their speech, whether uttered in public or secret. His angels record all that they say, even though He has better knowledge of it and hears them perfectly, as Allah said;

أَلَمْ يَعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّـمُ الْغُيُوبِ

(Know they not that Allah knows their secret ideas, and their Najwa, and that Allah is the All-Knower of the unseen.) (9:78),

أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لاَ نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَهُم بَلَى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ

(Or do they think that We hear not their secrets and their private Najwa And Our messengers are by them to record.) (43:80) For this reason, several mentioned that there is a consensus among the scholars that this "with" refers to Allah's knowledge. There is no doubt that this meaning is true, especially if we add to it the certainty that His hearing encompasses all things, as well as His sight. He, the Exalted and Most Honored, is never lacking in knowing all their affairs,

ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوْمَ الْقِيَـمَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

(And afterwards on the Day of Resurrection He will inform them of what they did. Verily, Allah is the All-Knower of everything.) Imam Ahmad commented, "Allah began the Ayah (58:7) by mentioning His knowledge and ended it by mentioning His knowledge."

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini memperingatkan manusia yang menentang Allah dan rasul-Nya, dengan memilih hukum yang berlaku pada dirinya, bukan hukum yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya, dan memeluk agama yang bukan agama yang disyariatkan-Nya. Mereka akan ditimpa azab berupa kehinaan selama hidup di dunia, sebagaimana telah ditimpakan kepada orang-orang dahulu yang mengingkari para rasul yang diutus Allah kepada mereka.

Ayat ini merupakan kabar gembira dan menambah semangat kaum Muslimin yang sedang mengalami tekanan dari orang-orang yang bersekutu dalam Perang Ahzab. Pada waktu itu, orang-orang Yahudi, orang-orang musyrik Mekah, dan orang-orang munafik bersatu dan bersekutu menghadapi kaum Muslimin, sehingga jumlah mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah kaum Muslimin. Karena semangat kaum Muslimin yang tinggi dan keyakinan mereka akan pertolongan Allah yang akan diberikan kepada mereka, maka mereka dapat mengalahkan tentara yang bersekutu itu.

Ayat ini merupakan peringatan kepada para pemimpin bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat, apakah mereka telah menjalankan hukum-hukum Allah dalam pemerintahan mereka. Sebab, Allah telah menegaskan bahwa hukum dan agama yang boleh dianut manusia hanyalah agama Islam. Selain dari itu, manusia dilarang mengikuti dan menganutnya. Allah berfirman:

Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Ma'idah/5: 3)

Agama Islam yang dimaksud ialah agama yang didakwahkan Nabi Muhammad yang diterima dari Allah.

Sementara itu mengenai hal-hal yang telah ditentukan, para penguasa atau orang-orang yang mewakili rakyatnya dibolehkan menetapkan hukum-hukum lain yang mengatur kehidupan masyarakatnya, selama hukum itu tidak bertentangan dengan hukum yang telah ditetapkan Allah.

Diterangkan bahwa Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya kepada Nabi Muhammad, yang mengemukakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat akan kebenaran agama beserta hukum-hukum-Nya. Tidak seorang pun yang dapat mematahkan dalil-dalil dan bukti-bukti, sekalipun mereka masih tetap ingkar dan melanggar hukum-hukum itu.

Dari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa Allah memerintahkan kepada manusia terutama kepada cerdik-pandai agar mempelajari dan membahas hukum-hukum Allah, menggunakan akal, pikiran, dan pengalaman mereka, bahkan dengan seluruh kemampuan yang ada pada mereka. Kemudian memberikan penilaian yang tepat dan objektif.

Dalam ayat ke-4 yang lalu dikatakan, "Wa lil-kafirina 'adhabun alim" (dan bagi orang-orang kafir azab yang pedih), sedangkan pada ayat kelima ini dikatakan, "Wa lil kafirina 'adhabun muhin" (dan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan). Yang dimaksud dengan orang-orang kafir pada ayat ke-4 ialah orang-orang mukmin yang melanggar ketentuan-ketentuan. Mereka memperoleh azab yang pedih sebagai pelajaran bagi mereka agar segera bertobat dan menyadari kesalahan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan orang kafir pada ayat kelima ini ialah orang yang benar-benar kafir, tidak beriman. Bagi mereka azab yang menimbulkan kehinaan selama kehidupan dunia, seperti hilangnya rasa malu pada diri mereka, merasa biasa melakukan perbuatan terlarang, merasa biasa berbuat curang dan melakukan perbuatan keji. Orang yang seperti itu biasanya adalah orang yang berkuasa yang dapat melakukan semua yang dikehendakinya, tetapi orang lain tidak lagi mempunyai penghargaan dalam arti yang sebenarnya pada mereka. Banyak lagi bentuk penghinaan yang lebih berat yang mereka terima.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

إِنَّ

inna

Indeed

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those who

يُحَآدُّونَ

yuḥāddūna

oppose

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

وَرَسُولَهُۥ

warasūlahu

and His Messenger

كُبِتُواْ

kubitū

(will) be disgraced

كَمَا

kamā

as

كُبِتَ

kubita

were disgraced

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those

مِن

min

before them

قَبۡلِهِمۡۚ

qablihim

before them

وَقَدۡ

waqad

And certainly

أَنزَلۡنَآ

anzalnā

We have sent down

ءَايَٰتِۭ

āyātin

Verses

بَيِّنَٰتٖۚ

bayyinātin

clear

وَلِلۡكَٰفِرِينَ

walil'kāfirīna

And for the disbelievers

عَذَابٞ

ʿadhābun

(is) a punishment

مُّهِينٞ

muhīnun

humiliating