Surah 58 · 58:1
Surah Al-Mujadila 58:1
Al-Mujadila · The Pleading Woman
قَ
Qad samiAAa Allahu qawla allatee tujadilukafee zawjiha watashtakee ila Allahi wallahuyasmaAAu tahawurakuma inna Allaha sameeAAunbaseer
Certainly has Allāh heard the speech of the one who argues [i.e., pleads] with you, [O Muḥammad], concerning her husband and directs her complaint to Allāh. And Allāh hears your dialogue; indeed, Allāh is Hearing and Seeing.
Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Which was revealed in Al-Madinah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ
In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
Reason for revealing this Surah
Imam Ahmad recorded that `A'ishah said, "All praise be to Allah, Who hears all voices. "The woman who disputed" came to the Prophet and argued with him while I was in another part of the room, unable to hear what she said. Allah the Exalted and Most Honored revealed this Ayah,
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِى تُجَادِلُكَ فِى زَوْجِهَا
(Indeed Allah has heard the statement of her that disputes with you concerning her husband.)" till the end of this Ayah. Al-Bukhari collected this Hadith without a chain of narration in the Book of Tawhid in his Sahih. An-Nasa'i, Ibn Majah, Ibn Abi Hatim and Ibn Jarir also collected this Hadith. In the narration that Ibn Abi Hatim collected, `A'ishah said, "Blessed is He, Whose hearing has encompassed all things. I heard what Khawlah bint Tha`labah said while some of it I could not hear. She was complaining to Allah's Messenger ﷺ about her husband. She said, `O Allah's Messenger! He spent my wealth, exhausted my youth and my womb bore abundantly for him. When I be- came old, unable to bear children, he pronounced the Ziharon me! O Allah! I complain to you.' Soon after, Jibril brought down this Ayah,
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِى تُجَادِلُكَ فِى زَوْجِهَا
(Indeed Allah has heard the statement of her that disputes with you concerning her husband,)" She added, "Her husband was Aws bin As-Samit."
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menerima gugatan seorang perempuan yang diajukan kepada Rasulullah saw tentang tindakan suaminya. Ia merasa dirugikan oleh suaminya itu, karena dizihar yang berakibat hidupnya akan terkatung-katung. Allah telah mendengar pula tanya jawab yang terjadi antara istri yang menggugat dengan Rasulullah saw. Oleh karena itu, Allah menurunkan hukum yang dapat menghilangkan kekhawatiran istri itu.
Zihar adalah ucapan suami kepada istrinya, "Anti 'alayya ka dhahri ummi (Engkau menurutku haram aku campuri, seperti aku haram mencampuri ibuku)." Zihar termasuk hukum Arab Jahiliah yang kemudian dinyatakan berlaku di kalangan umat Islam dengan turunnya ayat ini. Akan tetapi, hukumnya telah berubah sedemikian rupa sehingga telah hilang unsur-unsur yang dapat merugikan pihak istri.
Menurut hukum Arab Jahiliah, bila seorang suami menzihar istrinya maka sejak itu istrinya haram dicampurinya. Maka sejak itu pula istrinya hidup dalam keadaan terkatung-katung. Setelah zihar, perkawinannya dengan suaminya belum putus, tetapi ia tidak boleh dicampuri lagi oleh suaminya. Biasanya istri yang dizihar tidak lagi diberi nafkah oleh suaminya, dan untuk kawin dengan orang lain terhalang oleh masih adanya ikatan perkawinan dengan suaminya.
Zihar dilakukan suami kepada istri di zaman Arab Jahiliah biasanya karena suami tidak mencintai istrinya lagi atau karena marah kepada istrinya, tetapi ia bermaksud mengikat istrinya. Perbuatan yang demikian biasa di zaman Arab Jahiliah karena memandang rendah derajat perempuan. Sedangkan agama Islam menyamakan derajat perempuan dengan pria.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
قَدۡ
qad
Indeed
سَمِعَ
samiʿa
Allah has heard
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah has heard
قَوۡلَ
qawla
(the) speech
ٱلَّتِي
allatī
(of one) who
تُجَٰدِلُكَ
tujādiluka
disputes with you
فِي
fī
concerning
زَوۡجِهَا
zawjihā
her husband
وَتَشۡتَكِيٓ
watashtakī
and she directs her complaint
إِلَى
ilā
to
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
وَٱللَّهُ
wal-lahu
And Allah
يَسۡمَعُ
yasmaʿu
hears
تَحَاوُرَكُمَآۚ
taḥāwurakumā
(the) dialogue of both of you
إِنَّ
inna
Indeed
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
سَمِيعُۢ
samīʿun
(is) All-Hearer
بَصِيرٌ
baṣīrun
All-Seer