Surah 45 · 45:3
Surah Al-Jathiyah 45:3
Al-Jathiyah · The Crouching
إِ
Inna fee assamawati wal-ardilaayatin lilmu/mineen
Indeed, within the heavens and earth are signs for the believers.
Sungguh, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Which was revealed in Makkah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِIn the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
A Directive to contemplate over Allah's Ayat
Allah directs His servants to contemplate His favors and gifts, as well as His great power that is demonstrated by His creating the heavens and the earth and the various types and categories of creatures in them. There are the angels, Jinns, humans, animals, birds, beasts, carnivores, insects and various kinds of sea creatures. The night and day alternate, each follows the other in succession, never ceasing to come, as decreed. One brings darkness and one brings light. Allah the Exalted also sends down the rain from the clouds when it is most needed. He is calling the rain, `provision', because it is the resource that produces various provisions,
فَأَحْيَا بِهِ الاٌّرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا(and revives therewith the earth after its death,) after it was dry and had no vegetation or life of any kind. Allah said next,
وَتَصْرِيفِ الرِّيَـحِ(and in the turning about of the winds,) sometimes towards the south and sometimes towards the north. Some are easterly winds and some are westerly winds, some bringing sea breezes and some blow from the land, some coming at night and some by day. Some winds bring rain, some cause pollination and some winds just revive the soul, while some others bear no benefit. Allah said first.
لاّيَـتٍ لِّلْمُؤْمِنِينَ(are signs for the believers), then
يُوقِنُونَ(who have faith with certainty), then
يَعْقِلُونَ(who understand), thus ascending from one honorable stage to what is more honorable and higher in grade. These Ayat are similar to an Ayah in Surat Al-Baqarah
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ وَاخْتِلَـفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِى تَجْرِى فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ الاٌّرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَـحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَآءِ وَالأَرْضِ لآيَـتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ(Verily, in the creation of the heavens and the earth, and in the alternation of night and day, and the ships which sail through the sea with that which is of use to mankind, and the water which Allah sends down from the sky and makes the earth alive therewith after its death, and the moving creatures of all kinds that He has spread therein, and in the veering of winds and clouds which are held between the sky and the earth, are indeed signs for people of understanding.) (2:164)
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menerangkan bahwa sebagai bukti Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, dapat dilihat pada kejadian langit, bumi, pada diri manusia dan pada binatang yang beraneka ragam macamnya. Ditegaskan bahwa di langit dan di bumi, banyak sekali terdapat tanda-tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah. Orang yang berpikiran sederhana, pasti akan berkesimpulan bahwa di balik kejadian langit dan bumi beserta semua yang ada di antaranya, tentu ada zat yang Maha Pencipta lagi Mahakuasa. Apalagi orang yang tinggi ilmunya, tentu lebih dapat memahaminya lagi.
Penciptaan langit, bumi dan isinya yang sangat menakjubkan sebagai tanda keagungan dan kekuasaan Allah bagi orang beriman, dan menunjukkan Allah-lah yang berhak disembah bukan selain Dia.
Dalam ayat ini disebutkan orang yang beriman bukan yang lainnya, karena merekalah yang dapat mengambil manfaat bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah, maka mereka tidak menyembah kecuali kepada-Nya.
Pada akhir ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu menjadi tanda dan bukti wujud dan kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman. Dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu, orang yang berjiwa bersih, berpikiran sehat yang ingin mencari kebenaran dan tidak dipengaruhi oleh godaan setan tentulah akan menjadi orang yang menerima kenyataan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad saw itu benar-benar wahyu dari Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan di akhirat nanti. Sebaliknya, jiwa seseorang yang dikotori oleh noda-noda kemaksiatan, pikiran yang telah dibelenggu oleh kepercayaan syirik telah tergoda oleh tipu daya setan, maka bagaimana pun jelas dan cerahnya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, mereka tidak akan dapat merasakan dan menghayatinya. Karena itu, mereka tetap bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan.
Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar baik di langit maupun di bumi. Sebagai contoh adalah berkaitan dengan benda-benda langit seperti terurai pada Surah al-An'am/6: 96-97.
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (al-An'am/6: 96-97).
Menurut kajian saintis, manusia sejak awal peradaban telah mengunakan benda-benda di langit seperti matahari dan bumi sebagai perhitungan penanggalan. Penanggalan berbasis pada 'gerak dan posisi matahari di langit bumi, atau yang dikenal dengan Solar Calendar, telah dilakukan oleh peradaban Barat (berasal dari Romawi dan Yunani), India; sedang peradaban Yahudi, Arab, Cina, juga India menggunakan Lunar Calendar, yaitu perhitungan berbasiskan kepada 'gerak dan posisi bulan di langit bumi. Dalam bahasa astronomi, Solar Calendar berbasiskan pada lintasan-orbit bumi terhadap posisi matahari, sedang Lunar Calendar berbasis pada lintasan-orbit bulan terhadap posisi bumi dan matahari. Demikian halnya bintang-bintang di langit sebagai yang digunakan sebagai indikator navigasi. Dalam bahasa ilmiah, indikator navigasi yang menggunakan atau berbasiskan posisi bintang-bintang di langit ini disebut stellar navigation. Stellar navigation juga telah digunakan oleh para pengembara darat untuk menentukan arah perjalanannya. Dalam dunia modern sekarang ini, ternyata stellar navigation juga telah digunakan oleh pesawat antariksa, seperti jenis pesawat Ulang-alik (Space Shuttle): Columbia, Challenger, dan Enterprise.
Demikan halnya tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat dijumpai di bumi. Salah satunya adalah seperti disebut dalam Surah asy-Syura/42: 32 di atas, di mana gunung-gunung yang menurut awam tetap di tempatnya, ternyata mengapung dan bergerak.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
إِنَّ
inna
Indeed
فِي
fī
in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
l-samāwāti
the heavens
وَٱلۡأَرۡضِ
wal-arḍi
and the earth
لَأٓيَٰتٖ
laāyātin
surely (are) Signs
لِّلۡمُؤۡمِنِينَ
lil'mu'minīna
for the believers