Surah 45 · 45:13
Surah Al-Jathiyah 45:13
Al-Jathiyah · The Crouching
وَسَخَّرَ لَك
Wasakhkhara lakum ma fee assamawatiwama fee al-ardi jameeAAan minhu inna fee thalikalaayatin liqawmin yatafakkaroon
And He has subjected to you whatever is in the heavens and whatever is on the earth - all from Him. Indeed in that are signs for a people who give thought.
Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
The Subjugation of the Sea, etc., is among Allah's Signs
Allah the Exalted mentions some of the favors He gave to His servants, such as subjecting the sea for their service,
لِتَجْرِىَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ(that ships may sail through the sea by His command,) i.e., of Allah the Exalted, Who ordered the sea to carry ships,
وَلِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِ(and that you may seek of His bounty,) in commercial and business transactions,
وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(and that you may be thankful.) for earning various provisions brought to you from far away provinces and distant areas through the sea. Allah the Exalted said,
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمَـوَتِ وَمَا فِى الاٌّرْضِ(And has subjected to you all that is in the heavens and all that is on the earth;) the stars, the mountains, the seas, the rivers and all that you use for your benefit; these are all from His favor, kindness and bounty. Allah's statement next,
جَمِيعاً مِّنْهُ(it is all from Him.) Alone without partners in giving any of it. Allah the Exalted said in another Ayah,
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْـَرُونَ(And whatever of blessings you have, it is from Allah. Then, when harm touches you unto Him you cry aloud for help.) (16:53) Ibn Jarir recorded that Al-`Awfi reported that Ibn `Abbas said about Allah's statement,
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمَـوَتِ وَمَا فِى الاٌّرْضِ جَمِيعاً مِّنْهُ(And has subjected to you all that is in the heavens and all that is on the earth; it is all from Him.) "Everything is from Allah, and that is a Name from His Names. So it all comes from Him without rivals to dispute His authority; surely, this fact is completely certain." Allah said.
إِنَّ فِى ذلِكَ لآيَـتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ(Verily, in it are signs for a people who think deeply.)
The Command to be Patient with the Harm of Idolators
Allah's saying;
قُل لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَغْفِرُواْ لِلَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ(Say to the believers to forgive those who hope not for the Days of Allah,) means, let the believers forgive the disbelievers and endure the harm that they direct against them. In the beginning of Islam, Muslims were ordered to observe patience in the face of the oppression of the idolators and the People of the Scriptures so that their hearts may incline towards Islam. However, when the disbelievers persisted in stubbornness, Allah legislated for the believers to fight in Jihad. Statements of this meaning were collected from `Abdullah bin `Abbas and Qatadah. Mujahid said about Allah's statement,
لاَ يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ(those who hope not for the Days of Allah,) "They do not appreciate Allah's favors." Allah said,
لِيَجْزِىَ قَوْماً بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ(that He may recompense people, according to what they have earned.) meaning, if the believers forgive the disbelievers in this life, Allah will still punish the disbelievers for their evil in the Hereafter. Allah's statement next,
مَنْ عَمِلَ صَـلِحاً فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَآءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ(Whosoever does a good deed, it is for himself, and whosoever does evil, it is against (himself). Then to your Lord you will be made to return.) meaning, you will all return to Allah on the Day of Resurrection, when you and your actions will be displayed before Him. Then, He will recompense you for your deeds, good for good and evil for evil.
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا بَنِى إِسْرَءِيلَ الْكِتَـبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَـهُمْ مِّنَ الطَّيِّبَـتِ وَفَضَّلْنَـهُمْ عَلَى الْعَـلَمينَ - وَءاتَيْنَـهُم بَيِّنَـتٍ مِّنَ الاٌّمْرِ فَمَا اخْتَلَفُواْ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بِيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَـمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ - ثُمَّ جَعَلْنَـكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الاٌّمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَTafsir Kemenag RI
Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Dia-lah yang menundukkan semua makhluk ciptaan-Nya yang ada di langit dan di bumi agar manusia dapat menggunakan dan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka dalam melaksanakan tugas sebagai khalifah Allah di bumi. Hal ini berarti bahwa manusia wajib berusaha mencari manfaat dan kegunaan ciptaan Allah bagi mereka. Kunci dari semuanya adalah kemauan berusaha dan keinginan mengetahui sebagian pengetahuan Allah. Hal ini telah dimulai oleh manusia sejak zaman dahulu sampai sekarang sehingga semakin lama umur bumi ini didiami manusia, semakin banyak pula ilmu Allah yang diketahui manusia dan manfaat alam semesta. Semua ini untuk kepentingan hidup dan kehidupan manusia. Namun, baru sebagian kecil saja dari ilmu Allah yang telah diketahui manusia.
Ciptaan Allah yang ada di langit seperti matahari, bulan, bintang-bintang, awan, angin, air hujan, dan ciptaan-Nya yang ada di bumi seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, lautan dan sebagiannya semua diciptakan-Nya di samping sebagai rahmat dan karunia-Nya kepada manusia juga mengandung tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya, yang menunjukkan bahwa penciptanya adalah Zat Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan yang lain selain Dia, yang selalu menjaga makhluk-Nya dan tidak layak dipersekutukan dengan sesuatu pun. Kesimpulan seperti ini hanya akan diperoleh oleh hamba Allah yang melakukan pengamatan dengan cermat, menggunakan pikiran yang sehat dan mau mencari kebenaran.
Apabila seseorang mau memperhatikan alam semesta, mau memperhatikan hubungan kesatuan satu jenis makhluk dengan makhluk yang lain, tentulah ia akan sampai kepada kesimpulan bahwa masing-masing kesatuan itu ada kaitannya antara yang satu dengan yang lain, tidak dapat lepas atau berdiri sendiri. Terlihat dalam proses terjadinya hujan, erat hubungannya dengan adanya laut, adanya gunung-gunung, adanya panas yang dipancarkan matahari, adanya angin dan sebagainya. Demikian pula perkisaran arah angin ditentukan oleh banyak hal, seperti adanya awan, gunung dan panas matahari.
Kapal yang berlayar di laut memerlukan hembusan angin atau bahan bakar seperti batubara atau minyak. Semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang semakin banyak pula ia mengetahui hubungan antara satu makhluk dengan makhluk-makhluk yang lain. Bulan tidak dapat melepaskan lintasannya dari bumi, seolah-olah tertawan oleh bumi, demikian pula bumi dan planet-planet yang lain menjadi tawanan matahari. Planet-planet itu selalu mengitari matahari pada garis edarnya masing-masing. Selanjutnya matahari dan planet-planet yang mengikuti tidak dapat melepaskan diri dari kesatuan yang lebih besar, yaitu Galaksi Bimasakti. Akhirnya Galaksi Bimasakti bersama-sama galaksi-galaksi yang lain terikat pula kepada tata susunan tertentu pula. Maka dengan pemikiran dan penelitian orang akan sampai kepada kesimpulan bahwa penciptanya tentulah Zat Yang Maha Esa lagi Mahakuasa.
Ayat di atas sebagaimana banyak ayat senada memperlihatkan bagaimana Allah menundukkan langit dan bumi untuk manusia. Seperti diketahui alam memiliki sifat-sifat fisis yang semuanya merupakan ketetapan Allah, Sunatullah, dan merupakan manifestasi ketertundukan alam. Sebagai contoh, bumi memiliki sifat-sifat fisis seperti kelistrikan, kemagnetan, elastisitas dan kerapatan massa. Dari sifat-sifat fisis tersebut manusia, khususnya para ahli kebumian, dapat mempelajari bumi bahkan sampai jauh menembus bumi. Dengan memanfaatkan sifat elastisitas bumi, manusia bisa menangkap gelombang-gelombang gempa yang menjalar dalam perut bumi dan mengetahui karakter fisis lapisan bumi yang dilaluinya. Dengan gelombang gempa ini manusia dapat mengetahui lapisan-lapisan bumi dari atas hingga inti bumi yang berada sekitar 6000 km di bawah kita. Pada penggunaan praktis, pencarian minyak bumi menggunakan sifat elsatisitas bumi ini yakni dengan mengirim gelombang yang sumbernya berasal 'gempa buatan", yang di masa lalu menggunakan dinamit.
Di bagian dalam bumi terdapat intibumi, yang bagian luarnya bersifat cair. Inti inilah yang menyebabkan bumi memiliki medan magnet kuat yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan kehidupan. Menyebar jauh di atas permukaan, medan magnet ini melindungi bumi dari radiasi yang merusak dan berasal dari angkasa luar. Radiasi dari bintang selain matahari tidak dapat melewati perisai ini, yang disebut dengan nama Sabuk Van Allen. Perisai ini merentang hingga sekitar 18.000 km dari bumi, melindungi bola ini dari energi mematikan. Dalam aspek praktis, dengan mengetahui sifat kemagnetan ini pula para ahli-ahli kebumian mengembangkan metoda-metoda eksplorasi baik mineral maupun minyak bumi.
Pernyataan mengenai penciptaan yang dilakukan bukan untuk main-main, banyak di kemukakan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Pernyataan inilah yang menjamin bahwa bumi layak huni. Bumi dimudahkan Allah untuk dihuni umat manusia.
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi. (al-Mulk/67: 15)
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَسَخَّرَ
wasakhara
And He has subjected
لَكُم
lakum
to you
مَّا
mā
whatever
فِي
fī
(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
l-samāwāti
the heavens
وَمَا
wamā
and whatever
فِي
fī
(is) in
ٱلۡأَرۡضِ
l-arḍi
the earth
جَمِيعٗا
jamīʿan
all
مِّنۡهُۚ
min'hu
from Him
إِنَّ
inna
Indeed
فِي
fī
in
ذَٰلِكَ
dhālika
that
لَأٓيَٰتٖ
laāyātin
surely are Signs
لِّقَوۡمٖ
liqawmin
for a people
يَتَفَكَّرُونَ
yatafakkarūna
who give thought