Surah 15 · 15:2
Surah Al-Hijr 15:2
Al-Hijr · The Rocky Tract
رُّبَمَا يَوَدُّ
Rubama yawaddu allatheenakafaroo law kanoo muslimeen
Perhaps those who disbelieve will wish that they had been Muslims.
Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Al-Hijr was revealed in Makkah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِIn the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
The Disbelievers will someday wish that They had been Muslims
We have already discussed the letters which appear at the beginning of some Surahs. Allah said:
رُّبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ(How much would those who disbelieved wish) Here Allah tells us that they will regret having lived in disbelief, and will wish that they had been Muslims in this world. Regarding Allah's saying,
رُّبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْ كَانُواْ مُسْلِمِينَ(How much would those who disbelieved wish that they had been Muslims.) Sufyan Ath-Thawri reported from Salamah bin Kuhayl, who reported from Abi Az-Za`ra', from `Abdullah, who said: "This is about the Jahannamiyyun (the sinners among the believers who will stay in Hell for some time), when they the disbelievers see them being brought out of Hell."
رُّبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْ كَانُواْ مُسْلِمِينَ(How much would those who disbelieved wish that they had been Muslims.) Ibn Jarir reported that Ibn `Abbas and Anas bin Malik explained that this Ayah refers to the Day when Allah will detain the sinful Muslims in Hell along with the idolators. He said: "The idolators will say to them, `What you used to worship on earth has not helped you.' Then by virtue of His mercy, Allah will be angry for their sake, and He will remove them from it. That is when
رُّبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْ كَانُواْ مُسْلِمِينَ(How much would those who disbelieved wish that they had been Muslims)."
ذَرْهُمْ يَأْكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ(Leave them to eat and enjoy) this is a stern and definitive threat for them, like His saying,
قُلْ تَمَتَّعُواْ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ(Say: "Enjoy your brief life! But certainly, your destination is the Fire!") 14:30
كُلُواْ وَتَمَتَّعُواْ قَلِيلاً إِنَّكُمْ مُّجْرِمُونَ((O disbelievers!) Eat and enjoy yourselves (in this worldly life) for a little while. Verily, you are the guilty.)77:46 Allah says:
وَيُلْهِهِمُ الاٌّمَلُ(let them be preoccupied with false hope.) i.e., distracted from repentance and turning to Allah, for
فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ(They will soon come to know!) that is, their punishment.
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini merupakan peringatan Allah swt kepada orang-orang kafir dengan menerangkan kepada mereka bahwa di akhirat nanti di saat mereka merasakan beratnya siksa neraka, mereka menyesal atas perbuatan dan tindakan mengingkari Tuhan yang Mahakuasa selama hidup di dunia. Seandainya mereka mengikuti seruan rasul, melaksanakan perintah-perintah Allah, meninggalkan larangan-larangan-Nya, dan beribadah dengan tunduk dan patuh kepada-Nya, tentulah mereka tidak akan diazab seperti yang mereka alami pada hari itu. Seandainya mereka berbuat sebaliknya, tentulah mereka akan dimasukkan Allah ke dalam surga yang penuh kenikmatan seperti yang dialami oleh orang-orang muslim pada saat itu. Akan tetapi pada waktu itu, semua penyesalan mereka tidak ada lagi gunanya. Allah swt telah menetapkan keputusan-Nya yang tidak dapat diubah lagi, kecuali jika kekuasaan-Nya menghendaki yang lain.
Dalam suatu hadis diterangkan saat-saat penyesalan mereka itu:
Dari Abu Musa semoga Allah meridainya, ia berkata, "Rasulullah Berkata saw, "Apabila telah berkumpul penghuni neraka dan beserta mereka ada orang yang dikehendaki Allah dari ahli kiblat (orang yang mukmin), orang kafir berkata kepada orang-orang Islam, "Bukankah kamu sekalian dahulu orang-orang Islam." Orang Islam berkata, "Benar." Mereka berkata, "Tidaklah berfaedah bagimu agama Islam yang kamu anut dahulu, sehingga kamu dikumpulkan bersama kami di neraka ini?" Orang-orang Islam berkata, "Kami telah mengerjakan perbuatan dosa, maka kami diazab karenanya." Maka Allah swt mendengar pembicaraan mereka, lalu memerintahkan orang-orang Islam yang berada di dalam neraka itu untuk dikeluarkan. Tatkala orang-orang kafir yang tinggal melihat yang demikian, mereka berkata, "Wahai seandainya kami dahulu orang muslim, tentu kami akan dikeluarkan pula dari neraka, sebagaimana mereka dikeluarkan." Abu Musa Berkata, "Kemudian Rasulullah saw mengucap-kan, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk." Dan selanjutnya beliau membaca ayat ini." (Riwayat ath-thabrani)
Firman Allah swt yang senada dengan ayat ini ialah:
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman." (al-An'am/6: 27)
Sebagaimana disebut dalam al-Maragi, Az-Zajjaj mengatakan, "Sesungguhnya orang kafir, tatkala melihat keadaan azab neraka dan melihat keadaan orang Islam di surga, mereka berangan-angan, seandainya dahulu waktu di dunia mereka adalah orang-orang muslim."
Demikianlah Allah melukiskan watak manusia yang ingkar kepada Allah. Mereka hanya ingat kepada Allah sewaktu bahaya dan azab menimpa mereka, tetapi bila bahaya dan azab itu telah tiada, mereka kembali ingkar kepada Allah penolong dan pencipta mereka. Hal yang seperti itu terjadi pula pada orang-orang kafir yang berangan-angan kembali hidup di dunia untuk beribadah dan mereka berjanji seandainya angan-angan mereka itu dikabulkan, mereka akan beriman dengan sungguh-sungguh tidak akan ingkar lagi seperti dahulu. Seandainya manusia itu benar-benar mau beriman, telah cukup petunjuk-petunjuk Allah swt yang disampaikan oleh para nabi dan rasul-Nya, tetapi kebanyakan manusia terpengaruh oleh kesenangan hidup duniawi yang sifatnya sementara. Mereka lebih meng-hambakan diri kepada setan yang terkutuk daripada menghambakan diri kepada Allah, Tuhan penciptanya. Telah cukup banyak kesempatan untuk bertobat yang diberikan Allah sewaktu di dunia kepada mereka, tetapi mereka mengabaikan kesempatan itu. Setelah mereka di akhirat, kesempatan itu tidak akan diberikan lagi. Bagi mereka telah berlaku ketentuan Allah yang akan mengazab setiap orang yang ingkar kepada-Nya.
Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang musyrik Arab khususnya, dan orang-orang kafir pada umumnya, terutama mereka yang menghalangi tersiarnya agama Allah di muka bumi. Bagi Nabi saw dan para sahabat, ayat ini merupakan kabar gembira. Pada saat turunnya ayat ini, orang kafir menghalangi dengan keras terlaksananya dakwah Islam yang sedang dilakukan Nabi saw dan para sahabat, bahkan kaum musyrik Mekah telah sampai pada tingkat melakukan tindakan penganiayaan disertai dengan ancaman yang keras kepada pengikut Nabi Muhammad, sehingga Nabi dan para sahabat hampir putus asa dan khawatir, seandainya tugas yang dipikulkan Allah tidak dapat terlaksana dengan baik. Turunnya ayat ini menimbulkan rasa optimis. Ketabahan, dan kesabaran mereka bertambah dalam menyiarkan agama Allah karena mereka betul-betul percaya agama Islam pasti berkembang dan kemenangan paling hakiki ialah kemenangan yang akan diperoleh di akhirat nanti.
Dari ayat ini dan hadis di atas dapat dipahami bahwa pahala atau siksa yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir adalah setimpal dan sesuai dengan perbuatan yang pernah mereka lakukan sewaktu di dunia.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
رُّبَمَا
rubamā
Perhaps
يَوَدُّ
yawaddu
will wish
ٱلَّذِينَ
alladhīna
those who
كَفَرُواْ
kafarū
disbelieved
لَوۡ
law
if
كَانُواْ
kānū
they had been
مُسۡلِمِينَ
mus'limīna
Muslims