Surah 25 · 25:20
Surah Al-Furqan 25:20
Al-Furqan · The Criterion
وَم
Wama arsalna qablaka minaalmursaleena illa innahum laya/kuloona attaAAamawayamshoona fee al-aswaqi wajaAAalna baAAdakumlibaAAdin fitnatan atasbiroona wakanarabbuka baseera
And We did not send before you, [O Muḥammad], any of the messengers except that they ate food and walked in the markets. And We have made some of you [people] as trial for others - will you have patience? And ever is your Lord, Seeing.
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفاً وَلاَ نَصْراً
(then you can neither avert nor find help.) means: they will not be able to avert the punishment from themselves, nor will they be able to help themselves.
وَمَن يَظْلِم مِّنكُمْ
(And whoever among you does wrong,) means by associating others in worship with Allah,
نُذِقْهُ عَذَاباً كَبِيراً
(We shall make him taste a great torment.)
وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلاَّ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى الاٌّسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيراً
(20. And We never sent before you any of the Messengers but verily, they ate food and walked in the markets. And We have made some of you as a trial for others; will you have patience And your Lord is Ever All-Seer.)
All of the Previous Messengers were Human
Allah tells us about the previous Messengers He sent: they all used to eat food needing the nourishment in it. They used to go around in the marketplaces seeking to engage in trade and earn a livelihood. This should not, however, affect their status as Messengers, for Allah gave them good characteristics and caused them to speak fine words and do noble deeds, and gave them miracles and clear proofs, from which any person with sound insight may see the confirmation that what they brought from Allah was true. This Ayah is similar to the Ayat;
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِى إِلَيْهِمْ مِّنْ أَهْلِ الْقُرَى
(And We sent not before you any but men unto whom We revealed, from among the people of townships) (12:109).
وَمَا جَعَلْنَـهُمْ جَسَداً لاَّ يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ
(And We did not create them bodies that ate not food) (21:8).
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ
(And We have made some of you as a trial for others; will you have patience) means, `We test some of you by means of others, so that We may see who will be obedient and who will be disobedient.' Allah says:
أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيراً
(will you have patience And your Lord is Ever All-Seer.) meaning, He knows who deserves to receive revelation, as Allah says elsewhere:
اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
(Allah knows best with whom to place His Message) (6:124). And He knows who deserves to be guided to the Message with which He sent them, and who does not deserve to be guided.
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ
(And We have made some of you as a trial for others. Will you have patience) Muhammad bin Ishaq said: Allah is saying, "If I had willed that the world be such that no one would oppose My Messengers, I could have made it so, but I wanted to test My servants by means of them." In Sahih Muslim it is narrated from `Iyad bin Himar that the Messenger of Allah ﷺ said:
«يَقُولُ اللهُ تَعَالى: إِنِّي مُبْتَلِيكَ وَمُبْتَلٍ بِك»
(Allah says: "I will test you and test others by means of you.") In the Sahih it is recorded that he was given the choice between being a Prophet and king, or being a servant and Messenger, and he chose to be a servant and Messenger.
Tafsir Kemenag RI
Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa rasul-rasul sebelumnya juga makan dan minum seperti dia. Kecaman-kecaman orang kafir terhadap dirinya amat menyakitkan hati Muhammad, kecaman-kecaman itu bukan semata-mata kecaman saja, bahkan mengandung hinaan yang sangat merendahkan dirinya padahal dia adalah seorang Rasul yang dimuliakan Allah. Maka untuk menghibur dan meringankan tekanan batin yang diderita Nabi Muhammad saw yang disebabkan kecaman dan hinaan itu, Allah menyatakan kepadanya bahwa Dia tidak pernah mengutus seorang rasul sebelumnya seperti yang dikehendaki oleh orang-orang kafir Mekah itu.
Semua Rasul yang diutusnya adalah manusia yang tidak bebas dari sifat-sifat manusiawinya, tetapi membutuhkan makanan dan minuman, tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan firman-Nya pada ayat-ayat yang lain.
Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan dan mereka tidak (pula) hidup kekal. (al-Anbiya'/21: 7-8)
Jadi perbedaan antara manusia sebagai Rasul dan manusia umumnya terletak pada keutamaan pribadinya, ketinggian akhlaknya, kesucian hati dan keikhlasannya dalam menunaikan tugasnya, karena itu diturunkanlah wahyu Allah kepadanya dan dikuatkan pula dengan mukjizat-mukjizat yang tidak dapat manusia menandinginya apalagi mengalahkannya. Maka ejekan dan kecaman orang kafir itu amat jauh dari sasarannya, tidak wajar dilontarkan kepada Nabi Muhammad saw. Kalau mereka benar-benar hendak membatalkan kebenaran yang dibawanya bukannya dengan kecaman seperti itu yang harus mereka kemukakan.
Mereka telah ditantang untuk menandingi mukjizat yang diberikan Allah kepadanya yaitu membuat satu surah pendek saja yang serupa nilainya dengan surah pendek dari Al-Qur'an. Tetapi mereka tidak berdaya dan tidak sanggup membuatnya walaupun mereka sudah termasuk golongan orang yang pintar dan tinggi sastranya. Hanya rasa benci dan dengki telah menggelapkan hati nurani mereka dan rasa takut akan kehilangan pengaruh dan kedudukan telah meluapkan amarah mereka. Karena itu mereka tetap menantang walaupun dalam hati mereka telah menyadari kekhilafan mereka.
Kemudian Allah menjelaskan pula bahwa manusia diuji dengan berbagai macam ujian. Masing-masing manusia diberi kebebasan untuk apakah dia akan tabah dan sabar menghadapi ujian itu ataukah dia akan berpaling dari kebenaran karena tidak tahan menanggung amarah dan rasa dengki di dalam hatinya. Allah menjadikan sebagian manusia sebagai Nabi dan Rasul, pembawa risalah Tuhan-Nya, sebagian lain dijadikan-Nya raja dan penguasa yang berkuasa atas manusia lainnya, sebagian lagi dijadikan-Nya kaya dan kuat, miskin dan lemah dan demikian seterusnya. Orang-orang yang mempergunakan akal dan pikirannya, terutama orang-orang yang beriman tidaklah akan terpengaruh oleh perbedaan tingkat, derajat, kekayaan dan kedudukan, tetapi dia akan tetap menerima yang benar dan menolak yang salah tanpa memperhitungkan darimana datangnya kebenaran itu, apakah kebenaran itu datangnya dari seorang kepala negara atau menteri atau dari seorang hina dina tidak mempunyai pengaruh apa-apa.
Ali bin Abi Talib pernah berkata, "Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah kamu memperhatikan siapa yang mengatakannya." Si miskin diuji ketabahan hatinya menghadapi keadaannya yang serba kurang, tidak seperti orang kaya yang dapat menikmati berbagai macam kesenangan jasmani dengan kekayaannya itu.
Orang-orang kafir Mekah itu diuji kebersihan hati mereka dengan memberikan karunia kerasulan kepada Nabi Muhammad, sedang dia adalah seorang biasa saja di antara mereka, bukan dari orang-orang kaya atau dari pemimpin kabilah yang berpengaruh besar. Semua manusia diuji kekuatan mentalnya menghadapi perbedaan dan jurang pemisah antara berbagai macam golongan dalam masyarakat. Barang siapa yang menang dalam menghadapi ujian itu dialah yang akan mendapatkan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah saw bersabda:
"Lihatlah kepada orang yang rendah derajatnya dari kamu, dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi dari kamu, karena melihat kepada orang yang lebih tinggi itu akan membawamu kepada merendahkan nilai nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadamu." (Riwayat Muslim)
Demikianlah ujian yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan Dia Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya itu yang tabah dan sabar menghadapi ujian itu sehingga ia termasuk orang-orang yang lulus dan menang. Dia akan memberi balasan sebaik-baiknya kepada pemenangpemenang itu dan akan menimpakan siksaan kepada orang-orang yang kalah yang karena ketidaksabarannya dan karena kesombongannya dia sampai mendurhakai nikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَمَآ
wamā
And not
أَرۡسَلۡنَا
arsalnā
We sent
قَبۡلَكَ
qablaka
before you
مِنَ
mina
any
ٱلۡمُرۡسَلِينَ
l-mur'salīna
Messengers
إِلَّآ
illā
but
إِنَّهُمۡ
innahum
indeed, they
لَيَأۡكُلُونَ
layakulūna
[surely] ate
ٱلطَّعَامَ
l-ṭaʿāma
food
وَيَمۡشُونَ
wayamshūna
and walked
فِي
fī
in
ٱلۡأَسۡوَاقِۗ
l-aswāqi
the markets
وَجَعَلۡنَا
wajaʿalnā
And We have made
بَعۡضَكُمۡ
baʿḍakum
some of you
لِبَعۡضٖ
libaʿḍin
for others
فِتۡنَةً
fit'natan
a trial
أَتَصۡبِرُونَۗ
ataṣbirūna
will you have patience
وَكَانَ
wakāna
And is
رَبُّكَ
rabbuka
your Lord
بَصِيرٗا
baṣīran
All-Seer