Surah 7 · 7:88

Surah Al-A'raf 7:88

Al-A'raf · The Heights

۞ قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُواْ مِن قَوْمِهِۦ لَنُخْرِجَنَّكَ يَـٰشُعَيْبُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا‌ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَـٰرِهِينَ

Qala almalao allatheenaistakbaroo min qawmihi lanukhrijannaka ya shuAAaybu wallatheenaamanoo maAAaka min qaryatina aw lataAAoodunna feemillatina qala awa law kunna kariheen

Said the eminent ones who were arrogant among his people, "We will surely evict you, O Shuʿayb, and those who have believed with you from our city, or you must return to our religion." He said, "Even if we were unwilling?

Pemuka-pemuka yang meyombongkan diri dari kaum Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami."Syu'aib berkata. "Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?

SurahAl-A'raf
Juz9
Page162
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Allah describes the way the disbelievers answered His ProphetShu` ayb and those who believed in him, by threatening them withexpulsion from their village, or with forceful reversion to thedisbeliever's religion.

The chiefs spoke the words mentioned here to the Messenger Shu`ayb, but intended it for those who followed his religion too. The statement,

أَوَلَوْ كُنَّا كَـرِهِينَ

("Even though we hate it"), means, would you force us to do that, even though we hate what you are calling us to Certainly if we revert to your religion and accept your ways, we will have uttered a tremendous lie against Allah by calling partners as rivals to Him,

وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلاَ أَن يَشَآءَ اللَّهُ رَبُّنَا

(And it is not for us to return to it unless Allah, our Lord, should will.) This part of the Ayah refers all matters to Allah's will, and certainly, He has perfect knowledge of all matters and His observation encompasses all things,

عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا

(In Allah (Alone) we put our trust. ), concerning all our affairs, what we practice of them and what we ignore,

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ

(Our Lord! Judge between us and our people in truth) judge between us and our people and give us victory over them,

وَأَنتَ خَيْرُ الْفَـتِحِينَ

(for You are the best of those who give judgment) and You are the Most Just Who never wrongs any in His judgment.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan bahwa para pemimpin suku Madyan berkata kepada Nabi Syuaib, bahwa mereka akan mengusir Syuaib dan para pengikutnya dari negeri mereka, apabila Nabi Syuaib tidak mau kembali kepada agama nenek moyang mereka, serta menghentikan dakwahnya kepada kaumnya.

Dengan perkataan lain, mereka menyuruh Nabi Syuaib dan para pengikutnya untuk memilih apakah mereka akan tetap dalam agama baru dan melanjutkan dakwah tetapi diusir dari negeri mereka, ataukah bersedia kembali kepada agama nenek moyang dan menjadi anggota masyarakat dari kaumnya yang musyrik.

Perlu diketahui bahwa kata-kata "kembali kepada agama nenek moyang" memberi kesan, seolah-olah Nabi Syuaib pernah menjadi penganut agama kaumnya, dan tentu pernah juga turut menyembah sembahan yang mereka sembah. Hal ini tidak benar, karena para nabi dan rasul Allah senantiasa terhindar dari dosa-dosa besar, termasuk dosa yang disebabkan kemusyrikan kepada Allah.

Pada akhir ayat tersebut diterangkan, bahwa Nabi Syuaib menjawab tantangan mereka dengan mengajukan pertanyaan, apakah mereka akan tetap memaksa dirinya dan para pengikutnya untuk kembali kepada agama mereka atau mereka akan mengusir dirinya dan para pengikutnya dari negeri Madyan bila ia menolak anjuran itu.

Nabi Syuaib menegaskan kepada kaumnya, bahwa ia dan para pengikutnya tidak merasa gentar diusir dari negeri mereka, dan mereka akan tetap dalam agama Allah serta melanjutkan dakwah mereka. Kecintaan Nabi Syuaib kepada agama Allah lebih tinggi dari pada kecintaan kepada tanah air yang penduduknya ingkar kepada Allah. Ia dan para pengikutnya mengutamakan hidup dalam keridaan Allah, sehingga mereka benar-benar dapat memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Agama dan keimanan adalah urusan hati yang tidak dapat dipaksakan bagaimanapun juga. Ia dan para pengikutnya benci kepada kemusyrikan, karena kemusyrikan merupakan dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah.

Seorang rasul yang mengemban amanat menyiarkan agama Allah tidak keberatan meninggalkan tanah tumpah darahnya, apabila situasi dan keadaan di tempat itu tidak memungkinkan untuk melaksanakan tugas. Seperti diketahui, Nabi Ibrahim telah melaksanakan hijrah, meninggalkan tanah tumpah darahnya yaitu kota Ur di Kaldea, demi untuk menegakkan agama Allah. Demikian pula Nabi Muhammad telah hijrah dari Mekah ke Medinah karena kecintaannya kepada agama Allah melebihi kecintaan kepada tanah air dan lain-lainnya. Orang-orang yang enggan hijrah karena Allah, akan dimurkai Allah, sebagaimana firman Allah :

"Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya: "bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab: "Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah)". Mereka (para malaikat) bertanya: "Bukanlah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?" Maka Orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah), maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun". (an-Nisa/4: 97-99)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

۞ قَالَ

qāla

Said

ٱلۡمَلَأُ

l-mala-u

the chiefs

ٱلَّذِينَ

alladhīna

(of) those who

ٱسۡتَكۡبَرُواْ

is'takbarū

were arrogant

مِن

min

among

قَوۡمِهِۦ

qawmihi

his people

لَنُخۡرِجَنَّكَ

lanukh'rijannaka

We will surely drive you out

يَٰشُعَيۡبُ

yāshuʿaybu

O Shuaib

وَٱلَّذِينَ

wa-alladhīna

And those who

ءَامَنُواْ

āmanū

(have) believed

مَعَكَ

maʿaka

with you

مِن

min

from

قَرۡيَتِنَآ

qaryatinā

our city

أَوۡ

aw

or

لَتَعُودُنَّ

lataʿūdunna

you must return

فِي

to

مِلَّتِنَاۚ

millatinā

our religion

قَالَ

qāla

He said

أَوَلَوۡ

awalaw

Even if

كُنَّا

kunnā

we are

كَٰرِهِينَ

kārihīna

(the) ones who hate (it)