Surah 6 · 6:44

Surah Al-An'am 6:44

Al-An'am · The Cattle

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٲبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Falamma nasoo ma thukkiroobihi fatahna AAalayhim abwaba kulli shay-in hattaitha farihoo bima ootoo akhathnahumbaghtatan fa-itha hum mublisoon

So when they forgot that by which they had been reminded, We opened to them the doors of every [good] thing until, when they rejoiced in that which they were given, We seized them suddenly, and they were [then] in despair.

Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

SurahAl-An'am
Juz7
Page132
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Idolators Call On Allah Alone During Torment and Distress

Allah states that He does what He wills with His creatures and none can resist His decision or avert what He decrees for them. He is the One Who has no partners, Who accepts the supplication from whomever He wills. Allah said,

قُلْ أَرَأَيْتُكُم إِنْ أَتَـكُمْ عَذَابُ اللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمْ السَّاعَةُ أَغَيْرَ اللَّهِ تَدْعُونَ إِن كُنتُمْ صَـدِقِينَ

(Say: "Tell me if Allah's torment comes upon you, or the Hour comes upon you, would you then call upon any one other than Allah (Reply) if you are truthful!") This means, you -- disbelievers -- will not call other than Allah in this case, because you know that none except He is able to remove the affliction. Allah said,

إِن كُنتُمْ صَـدِقِينَ

(if you are truthful) by taking gods besides Him.

بَلْ إِيَّـهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

(Nay! To Him alone you call, and, if He willed, He would remove that (distress) for which you call upon Him, and you forget at that time whatever partners you joined with Him (in worship)!) for in times of necessity, you only call on Allah and forget your idols and false deities. In another Ayah, Allah said;

وَإِذَا مَسَّكُمُ الْضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلاَ إِيَّاهُ

(And when harm touches you upon the sea, those that you call upon besides Him vanish from you except Him (Allah)) 17:67. Allah said;

وَلَقَدْ أَرْسَلنَآ إِلَى أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَـهُمْ بِالْبَأْسَآءِ

(Verily, We sent (Messengers) to many nations before you. And We seized them with extreme poverty...) That is, loss of wealth and diminished provisions,

وَالضَّرَّآءِ

(and loss of health) various illnesses, diseases and pain,

لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

(so that they might believe with humility) and call Allah and supplicate to Him with humbleness and humility. Allah said;

فَلَوْلا إِذْ جَآءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُواْ

(When Our torment reached them, why then did they not believe with humility) Meaning: Why do they not believe and humble themselves before Us when We test them with disaster'

وَلَـكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ

(But their hearts became hardened,) for their hearts are not soft or humble,

وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَـنُ مَا كَانُواّ يَعْمَلُونَ

(and Shaytan made fair-seeming to them that which they used to do. ) That is, Shirk, defiance and rebellion.

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ

(So, when they forgot (the warning) with which they had been reminded,) by ignoring and turning away from it,

فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَىْءٍ

(We opened to them the gates of everything,) Meaning: `We opened the gates of provisions for them from wherever they wished, so that We deceive them.' We seek refuge with Allah from such an end. This is why Allah said,

حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُواْ

f(until in the midst of their enjoyment in that which they were given,) such as wealth, children and provisions,

أَخَذْنَـهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُّبْلِسُونَ

(all of a sudden, We took them to punishment and lo! They were plunged into destruction with deep regrets and sorrows.) They have no hope for any type of good thing. Al-Hasan Al-Basri said, "Whomever Allah gives provision and he thinks that Allah is not testing him, has no wisdom. Whomever has little provision and thinks that Allah will not look at (provide for) him, has no wisdom." He then recited the Ayah,

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُواْ أَخَذْنَـهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُّبْلِسُونَ

(So, when they forgot (the warning) with which they had been reminded, We opened to them the gates of every (pleasant) thing, until in the midst of their enjoyment in that which they were given, all of a sudden, We took them to punishment, and lo! They were plunged into destruction with deep regrets and sorrows.) He added, "By the Lord of the Ka`bah! Allah deceived these people, when He gave them what they wished, and then they were punished." Ibn Abi Hatim recorded this statement.

Tafsir Kemenag RI

Manakala orang-orang yang sesat hatinya dan telah dipalingkan setan melupakan segala peringatan dan ancaman Allah, dan keingkaran mereka bertambah, maka Allah menguji mereka dengan mendatangkan kebaikan dan menambah rezeki, menyehatkan jasmani mereka, menjaga keamanan diri mereka dan membukakan pintu kesenangan, sehingga mereka lupa bahwa nikmat yang mereka terima dan rasakan itu datang dari Allah. Mereka beranggapan bahwa semua itu semata karena hasil usaha mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka bertambah sombong dan takabur, tidak bersyukur kepada Allah, bahkan nikmat itu mereka jadikan sebagai alat untuk menambah kekuasaan dan kebesaran mereka.

Bila orang-orang yang ingkar itu telah bergembira dan bersenang hati dengan nikmat yang telah diberikan Allah, dan beranggapan bahwa yang mereka peroleh itu benar-benar merupakan hak mereka, maka Allah menimpakan azab kepada mereka dengan tiba-tiba, sehingga mereka berduka cita dan putus asa dari rahmat Allah.

Rasulullah saw bersabda:

"Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya, sementara ia tetap bermaksiat kepadanya, maka itu adalah istidraj ) (pembiaran)." (Riwayat Ahmad, ath-thabrani dan al-Baihaqi)

Dari ayat ini dipahami bahwa cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kesengsaraan dan penderitaan dan ada pula yang berupa kesenangan dan kemewahan. Orang-orang yang beriman dan diberi cobaan kesengsaraan dan penderitaan biasanya mereka sabar dan tabah, serta mendekatkan diri kepada Allah dan mohon pertolongan kepada-Nya. Bila mereka diberi cobaan kesenangan dan kemewahan mereka bersyukur kepada Allah, ingat akan hak-hak orang fakir dan miskin yang ada di sekelilingnya dan menafkahkan sebagian harta mereka di jalan Allah. Mereka yakin bahwa kesenangan dan kemewahan itu hanyalah sementara, sedang kesenangan dan kemewahan yang sebenarnya dan yang kekal ialah di akhirat nanti.

Sebaliknya, bila orang-orang yang ingkar kepada Allah diberi cobaan kesengsaraan dan penderitaan, mereka putus asa dan bertambah ingkar kepada Allah. Bila mereka diberi kesenangan dan kemewahan, mereka mengatakan bahwa semua yang mereka dapat, mereka peroleh dari hasil usaha mereka sendiri, tanpa pertolongan seorang pun.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa manusia itu pada umumnya banyak yang tabah dan sabar bila diberi cobaan penderitaan dan kesengsaraan, tetapi banyak yang lupa diri dan bertambah ingkar bila diberi cobaan kesenangan dan kemewahan.

Ayat ini merupakan peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman, bahwa segala macam yang didatangkan Allah kepada mereka baik berupa malapetaka dan penderitaan ataupun yang berupa kesenangan dan kemewahan, semuanya itu adalah cobaan bagi mereka, agar iman mereka bertambah kuat, karena itu mereka harus tabah dan sabar menghadapinya.

Rasulullah saw bersabda:

Sungguh mengagumkan keadaan orang-orang yang beriman, karena semua yang menimpanya adalah baik baginya, dan yang demikian itu tidak terdapat pada seorang pun, kecuali bagi orang-orang beriman. Jika kegembiraan menimpanya, ia bersyukur, dan itu adalah baik baginya. Jika kesukaran menimpanya, ia bersabar, dan itu adalah baik pula baginya. (Riwayat Muslim dari shuhaib)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

فَلَمَّا

falammā

So when

نَسُواْ

nasū

they forgot

مَا

what

ذُكِّرُواْ

dhukkirū

they were reminded

بِهِۦ

bihi

of [it]

فَتَحۡنَا

fataḥnā

We opened

عَلَيۡهِمۡ

ʿalayhim

on them

أَبۡوَٰبَ

abwāba

gates

كُلِّ

kulli

(of) every

شَيۡءٍ

shayin

thing

حَتَّىٰٓ

ḥattā

until

إِذَا

idhā

when

فَرِحُواْ

fariḥū

they rejoiced

بِمَآ

bimā

in what

أُوتُوٓاْ

ūtū

they were given

أَخَذۡنَٰهُم

akhadhnāhum

We seized them

بَغۡتَةٗ

baghtatan

suddenly

فَإِذَا

fa-idhā

and then

هُم

hum

they

مُّبۡلِسُونَ

mub'lisūna

(were) dumbfounded