Surah 10 · 10:107

Surah Yunus 10:107

Yunus · Jonah

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ‌ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦۚ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Wa-in yamsaska Allahu bidurrinfala kashifa lahu illa huwa wa-in yuridkabikhayrin fala radda lifadlihi yuseebubihi man yashao min AAibadihi wahuwa alghafooru arraheem

And if Allāh should touch you with adversity, there is no remover of it except Him; and if He intends for you good, then there is no repeller of His bounty. He causes it to reach whom He wills of His servants. And He is the Forgiving, the Merciful.

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

SurahYunus
Juz11
Halaman221
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Command to worship Allah Alone and rely upon Him

Allah, the Exalted, says to His Messenger, Muhammad , `Say: O mankind! If you are in doubt about the correctness of that which I have been sent with the Hanif (monotheism) religion - the religion which Allah has revealed to me -- then know that I do not worship those whom you worship besides Allah. Rather, I worship Allah alone, ascribing no partners to Him. He is the One Who causes you to die just as He gives you life. Then, unto Him is your final return. If the gods that you call upon are real, I still refuse to worship them. So call upon them and ask them to harm me, and you will see that they can bring no harm or benefit. The only One Who holds the power of harm and benefit in His Hand is Allah alone, Who has no partners.'

وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

(And I was commanded to be one of the believers.) 10:104 Concerning Allah's statement,

وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا

(And that you direct your face towards the Hanif religion) This means to make one's intention in worship solely for Allah alone, being a Hanif. Hanif means one who turns away from associating partners with Allah. For this reason Allah says,

وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكَينَ

(and not be one of the idolators. ) This statement is directly connected with the previous statement,

وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

(And I was commanded to be one of the believers.) Concerning His statement,

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ

(And if Allah touches you with harm,) This verse contains the explanation that good, evil, benefit and harm only come from Allah alone and no one shares with His power over these things. Therefore, He is the One Who deserves to be worshipped alone, without ascription of partners. Concerning His statement,

وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

(And He is the Pardoning, the Merciful.) This means that He is forgiving and merciful towards those who turn to Him in repentance, regardless of what sin the person has committed. Even if the person associated a partner with Allah, verily Allah would forgive him if he repented from it.

Tafsir Kemenag RI

Kemudian Allah dalam ayat ini menegaskan keesaan-Nya dalam memelihara hamba-Nya. Hanya Dialah yang kuasa menghilangkan kesulitan hidup atau kemudaratan yang sedang menimpa hamba-Nya, baik kesulitan karena kekurangan harta ataupun karena terganggunya kesehatan dan perlakuan yang tidak adil dari orang lain. Segala kesulitan yang menimpa seseorang itu tentu ada sebabnya. Sebab-sebab itu diciptakan Allah sebagai ujian bagi manusia, apakah mereka benar-benar berserah diri kepada Allah atau tidak, dan mereka berada di bawah pengawasan-Nya.

Manusia berkat pengalamannya yang lama dan luas dapat mengetahui sebagian sebab-sebab itu. Misalnya dalam soal kesehatan, menurut pengalaman manusia, bakteri tertentu yang menghinggapi tubuh manusia menjadi sebab bagi penyakit tertentu pula. Karena itu manusia menjaga dirinya dari bakteri tersebut dan bila dia sudah tercemar oleh bakteri tersebut sehingga sakit, dia akan berusaha mengobati penyakitnya sampai sembuh. Namun demikian, kesembuhannya bukan merupakan satu kepastian sebagai akibat berobat tersebut, tapi kesembuhan hanya dengan izin Allah. Demikian pula dalam bidang kehidupan manusia lainnya, seperti bidang sosial, ekonomi dan politik. Bilamana mereka mengalami kesulitan tentu ada sebab-sebabnya dan sebab-sebab itu berada dalam lingkungan mereka sendiri.

Kewajiban manusia adalah mencari sebab sambil berdoa kepada Allah dengan sepenuh hati serta tawakal kepada-Nya. Sesudah menyebutkan tentang kesulitan hidup yang menimpa manusia, Allah menyebutkan pula tentang kenikmatan dan kesenangan yang dialami manusia. Mengenai kesenangan dan kelapangan hidup ini, Allah menyatakan bahwa jika Dia berkehendak dengan iradat-Nya melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka tak seorangpun yang dapat menghambatnya. Kebahagiaan dan kesenangan itu adalah karunia-Nya kepada hamba-Nya dan menurut iradat-Nya. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan Allah tidak terikat kepada suatu sebab dalam memberikan kesenangan dan kebaikan. Karunia Allah atas hamba-Nya berdasarkan keluasan rahmat-Nya.

Allah Maha Pengampun, mengampuni segala dosa orang-orang yang bertobat, dan dosa orang kafir yang kemudian beriman kepada-Nya sebelum ajal tiba. Allah Maha Pengasih, mengasihi orang-orang beriman dan Dia tidak menyiksanya bila dia bertobat dari dosanya. Pengampunan dan kasih sayang-Nya meliputi seluruh umat manusia. Karena rahmat-Nya itu pula, maka tidak semua kejahatan di dunia ini dijatuhi siksaan tetapi menundanya sampai waktu tertentu.

Firman Allah:

Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya (Fathir/35: 45)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَإِن

wa-in

And if

يَمۡسَسۡكَ

yamsaska

Allah touches you

ٱللَّهُ

l-lahu

Allah touches you

بِضُرّٖ

biḍurrin

with adversity

فَلَا

falā

(there is) no

كَاشِفَ

kāshifa

remover

لَهُۥٓ

lahu

of it

إِلَّا

illā

except

هُوَۖ

huwa

Him

وَإِن

wa-in

and if

يُرِدۡكَ

yurid'ka

He intends for you

بِخَيۡرٖ

bikhayrin

any good

فَلَا

falā

then (there is) no

رَآدَّ

rādda

repeller

لِفَضۡلِهِۦۚ

lifaḍlihi

(of) His Bounty

يُصِيبُ

yuṣību

He causes it to reach

بِهِۦ

bihi

He causes it to reach

مَن

man

whom

يَشَآءُ

yashāu

He wills

مِنۡ

min

of

عِبَادِهِۦۚ

ʿibādihi

His slaves

وَهُوَ

wahuwa

And He

ٱلۡغَفُورُ

l-ghafūru

(is) the Oft-Forgiving

ٱلرَّحِيمُ

l-raḥīmu

the Most Merciful