Surah 69 · 69:16

Surah Al-Haqqah 69:16

Al-Haqqah · The Reality

وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِىَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ

Wanshaqqati assamaofahiya yawma-ithin wahiya

And the heaven will split [open], for that Day it is infirm.

dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.

SurahAl-Haqqah
Juz29
Halaman567
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

A Mention of the Horrors of the Day of Judgement

Allah informs of the horrors that will take place on the Day of Judgement. The first of these events is the blowing of fright (into the Trumpet), which will be followed by the blowing of destruction when everyone in the heavens and the earth will be struck down except whoever Allah wills. Then, after this will be the blowing of standing before the Lord of all that exists, and the resurrection, and the gathering. And this is that blowing. It is emphasized here that it is one blowing, because the command of Allah cannot be opposed or prevented, and it does not need to be repeated or stressed. Thus, Allah goes on to say,

وَحُمِلَتِ الاٌّرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَحِدَةً

(And the earth and the mountains shall be removed from their places, and crushed with a single crushing.) meaning, they will be stretched out to the extent of the surface (of the earth) and the earth will change into something else other than the earth.

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

(Then on that Day shall the Event occur.) meaning, the Day of Judgement.

وَانشَقَّتِ السَّمَآءُ فَهِىَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ

(And the heaven will be rent asunder, for that Day it will be frail and torn up.) Ibn Jurayj said, "This is like Allah's statement,

وَفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوَباً

(And the heaven shall be opened, it will become as gates.) (78:19) Ibn `Abbas said, "It (the sky) will be torn apart and the Throne will be near it."

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَآ

(And the angels will be on its sides,) The word Malak here is referring to the species of angels (all of them); meaning the angels collectively will be standing on the sides of the heavens. Ar-Rabi` bin Anas said concerning Allah's statement,

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَآ

(And the angels will be on its sides,) "This means that they will be standing on what has been ground to powder of the heavens looking at the people of the earth.'

The Children of Adam being presented before Allah

Concerning the statement of Allah,

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لاَ تَخْفَى مِنكُمْ خَافِيَةٌ

(That Day shall you be brought to Judgement, not a secret of you will be hidden.) meaning, `you will all be presented to the Knower of the secrets and private counsels. He is the One from Whom none of your affairs are hidden. He is the Knower of all things apparent, secret and hidden.' This is the reason that Allah says,

لاَ تَخْفَى مِنكُمْ خَافِيَةٌ

(not a secret of you will be hidden.) Imam Ahmad recorded from Abu Musa that the Messenger of Allah ﷺ said,

«يُعْرَضُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَ عَرْضَاتٍ، فَأَمَّا عَرْضَتَانِ فَجِدَالٌ وَمَعَاذِيرُ، وَأَمَّا الثَّالِثَةُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَطِيرُ الصُّحُفُ فِي الْأَيْدِي فَآخِذٌ بِيَمِينِهِ وَآخِذٌ بِشِمالِه»

(The people will be exhibited three times on the Day of Judgement. The first two presentations will be (their) arguing and offering excuses. During the third presentation the pages (records) will fly into their hands. Some of them will receive the records in their right hands and some will receive them in their left hands.) Ibn Majah and At-Tirmidhi both recorded this Hadith.

Tafsir Kemenag RI

Pada saat terjadinya hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah sehingga terbelah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik-menarik. Dengan adanya daya tersebut, maka seluruh planet-planet menjadi selalu beredar pada garis edar yang tetap, tidak jatuh dan tidak menyimpang. Seandainya salah satu saja di antara planet yang banyak itu bergeser dari falaknya, maka hilanglah keseimbangan tarik-menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.

Kajian saintifik modern saat ini menyatakan bahwa jagad-raya seisinya ini diawali pembentukannya dari adanya singularity. Singularity adalah sesuatu dimana calon/bakal ruang, energi, materi, dan waktu masih terkumpul menjadi satu (manunggal). Dentuman Besar (Big Bang) meledakkan singularity ini dan berkembanglah seperti spiral-kerucut yang terus menerus berekspansi melebar dan melebar terus. Sejak Big Bang itulah, waktu mulai memisahkan diri dari ruang, begitu pula energi, materi, dan gaya-gaya, dan selama bermiliar-miliar tahun terbentuklah seluruh jagad-raya yang berisi miliaran galaksi. Ruang dan waktu terus mengalami ekspansi meluas. Bahiruddin S. Mahmud menjelaskan bahwa ekspansi jagad raya bukannya tak terbatas dan terus menerus. Laju ekspansi atau perkembangan ini berangsur-angsur menurun, karena gaya gravitasi antar galaksi (yang mereka sesamanya terus saling menjauh) mulai mengendor, sehingga suatu saat akan berhentilah ekspansi jagad raya itu.

Ketika jagad raya atau alam semesta menghentikan aktivitas ekspansinya (perluasannya), masa penyusutannya (pemadatannya) pun dimulai. Jika ekspansi diawali dari singularity, Big Bang, dan ekspansi alam semesta; maka penyusutan alam semesta atau pemadatan (kontraksi) alam semesta diawali dengan alam semesta yang secara perlahan menyusut, di mana ruang, waktu, energi, materi, dan gaya-gaya akan bersatu kembali menjadi singularity. Penyusutan ini makin lama makin cepat, dari dimensi waktu miliaran tahun, jutaan tahun, puluhan tahun, tahunan, bulanan, mingguan, harian, terus ke jam, menit, detik, mikro-detik dan akhirnya terjadi ledakan hebat yang disebut Big Crunch (Kompresan Besar) menjadi singularity kembali. Jadi Big Crunch, adalah seperti Big Bang dalam arah yang berbalikkan. Proses penyusutan alam semesta menuju Big Crunch ini, berlangsung dengan periode waktu yang sangat lama, kemudian semakin cepat, dan super cepat!! Menurut Paul Davies, ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair; dan bumi menjadi tempat yang tidak layak huni lagi. Galaksi sudah tidak dapat dibedakan satu sama lainnya, karena mereka telah berfusi, dan merapat satu sama lainnya. Selanjutnya gerak kepadatan makin naik hingga mencapai titik api pijar. Pada saat inilah antariksa tampak bagaikan bola api plasma yang pijar. Kemungkinan inilah yang disebut dalam Surah al-Ma'arij/70: 8, "Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak."

Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron, dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat, dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tubrukan-tubrukan dahsyat antar planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya, gunung-gunung berbenturan karena hilangnya gaya gravitasi yang menopangnya sehingga berbenturan sesamanya. Langit antariksa mulai lemah karena ketiadaan topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/ mengerut dan retak/terbelah. Proses ini menimbulkan suara gemuruh dahsyat, yang dipuncaki dengan dentuman Big Crunch. Apakah sangkakala (sur) yang dimaksud adalah mulainya suara gemuruh ketika terjadi proses penyusutan ini? Wallahu a'lam bis-sawab. Akhirnya setelah dentuman Big Crunch kembalilah ke singularity lagi, semua serba fana, kecuali Allah, sebagaimana firman-Nya:

Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (ar-Rahman/55: 26-27)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَٱنشَقَّتِ

wa-inshaqqati

And will split

ٱلسَّمَآءُ

l-samāu

the heaven

فَهِيَ

fahiya

so it

يَوۡمَئِذٖ

yawma-idhin

(is on) that Day

وَاهِيَةٞ

wāhiyatun

frail