Surah 10 · 10:19
Surah Yunus 10:19
Yunus · Jonah
وَمَا كَانَ
Wama kana annasuilla ommatan wahidatan fakhtalafoo walawlakalimatun sabaqat min rabbika laqudiya baynahum feemafeehi yakhtalifoon
And mankind was not but one community [united in religion], but [then] they differed. And if not for a word that preceded from your Lord, it would have been judged between them [immediately] concerning that over which they differ.
Dan manusia dahulunya satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
What do the Idolators believe about Their Gods
Allah reproaches the idolators that worshipped others beside Allah, thinking that those gods would intercede for them before Allah. Allah states that these gods do not harm or benefit. They don't have any authority over anything, nor do they own anything. These gods can never do what the idolators had claimed about them. That is why Allah said:
قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لاَ يَعْلَمُ فِى السَّمَـوَتِ وَلاَ فِى الاٌّرْضِ(Say: `Do you inform Allah of that which He knows not in the heavens and on the earth') Ibn Jarir said: "This means, `Are you telling Allah about what may not happen in the heavens and earth' Allah then announced that His Glorious Self is far above their Shirk and Kufr by saying:
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ(Glorified and Exalted is He above all that which they associate as partners (with Him)!)
Shirk is New
Allah then tells us that Shirk was new among mankind. It was not in existence in the beginning. He tells us that people were believers in one religion and that religion was Islam. Ibn `Abbas said: "There were ten centuries between Adam and Nuh. They were all on Islam. Then differences among people took place. They worshipped idols and rivals. So Allah sent extensive evidence and irrefutable proof with His Messengers."
لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَن بَيِّنَةٍ وَيَحْيَى مَنْ حَىَّ عَن بَيِّنَةٍ(So that those who were to be destroyed (for rejecting the faith) might be destroyed after a clear evidence, and those who were to live might live after a clear evidence.)8:42 Allah's statement:
وَلَوْلاَ كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ(And had not it been for a Word that went forth before from your Lord...) means that if Allah had not decreed He would not punish anyone until the evidence is established against them. And also that if He had not given creatures a respite until a defined term had passed, He would have judged among them in what they disputed. Then He would have caused the believers to be happy and delighted and the disbelievers to be miserable and wretched.
Tafsir Kemenag RI
Yang dimaksud satu umat di sini ialah satu akidah, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, karena manusia sejak dilahirkan ke dunia telah menganut kepercayaan tauhid, Allah telah mengambil kesaksian terhadap manusia, sejak mereka dikeluarkan dari sulbi, (lihat tafsir Surah al-Baqarah/2: 213 dan al-Araf/7: 172) sebagai fitrah kejadiannya, seperti sabda Nabi Muhammad saw:
Tiap anak yang lahir itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi. (Riwayat Abi Yala, ath-thabrani dan al-Baihaqi dari al-Aswad bin Sari)
Pada mulanya, manusia hidup sederhana, dalam satu kesatuan, seakan-akan mereka satu keluarga. Akan tetapi, setelah mereka berkembang biak, terbentuklah suku-suku dan bangsa-bangsa yang berbeda-beda, baik dari sisi kepentingan maupun kemaslahatannya. Karena hawa nafsu, merekapun berselisih. Oleh karena itu, Allah mengutus kepada mereka para rasul yang menyampaikan petunjuk Allah, untuk menghilangkan perselisihan dan perbedaan pendapat di antara mereka. Para rasul itu membawa kitab yang berisi wahyu Allah. Kemudian manusia berselisih pula tentang kitab yang telah diturunkan Allah itu, sehingga terjadilah permusuhan dan pertarungan di antara mereka.
Sebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "manusia" dalam ayat ini ialah orang Arab. Mereka dahulu adalah pengikut-pengikut agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, agama yang mengakui keesaan Allah. Kemudian masuklah unsur syirik kepada kepercayaan mereka, sehingga sebagian mereka menyembah berhala di samping menyembah Allah dan sebagian masih tetap menganut agama Nabi Ibrahim. Terjadilah perselisihan antara kedua golongan itu.
Jika diperhatikan antara kedua pendapat ini maka tidak ada perbedaan pokok, karena pendapat pertama adalah sifatnya umum, meliputi seluruh manusia yang ada di dunia, sedangkan pendapat kedua adalah khusus untuk orang Arab saja, tetapi tidak menutup kemungkinan berlakunya untuk semua manusia.
Dengan peringatan yang sangat keras dengan menyatakan bahwa seandainya belum ditetapkan oleh Allah dahulu untuk memberikan balasan yang setimpal dan adil di akhirat, maka Allah akan segera membinasakan orang-orang yang berselisih itu di dunia ini. Mereka membawa perpecahan dan permusuhan, apalagi perselisihan mereka itu tentang Kitab Allah yang sebenarnya diturunkan untuk menghilangkan perselisihan.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَمَا
wamā
And not
كَانَ
kāna
was
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
the mankind
إِلَّآ
illā
but
أُمَّةٗ
ummatan
a community
وَٰحِدَةٗ
wāḥidatan
one
فَٱخۡتَلَفُواْۚ
fa-ikh'talafū
then they differed
وَلَوۡلَا
walawlā
And had (it) not been
كَلِمَةٞ
kalimatun
a word
سَبَقَتۡ
sabaqat
(that) preceded
مِن
min
from
رَّبِّكَ
rabbika
your Lord
لَقُضِيَ
laquḍiya
surely, it (would) have been judged
بَيۡنَهُمۡ
baynahum
between them
فِيمَا
fīmā
concerning what
فِيهِ
fīhi
[therein]
يَخۡتَلِفُونَ
yakhtalifūna
they differ