Surah 20 · 20:127

Surah Taha 20:127

Taha · Ta-Ha

وَكَذَٲلِكَ نَجْزِى مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنۢ بِـَٔـايَـٰتِ رَبِّهِۦۚ وَلَعَذَابُ ٱلْأَخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰٓ

Wakathalika najzee man asrafa walamyu/min bi-ayati rabbihi walaAAathabu al-akhiratiashaddu waabqa

And thus do We recompense he who transgressed and did not believe in the signs of his Lord. And the punishment of the Hereafter is more severe and more enduring.

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

SurahTaha
Juz16
Page321
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Severe Torment for Him Who transgresses beyond bounds

Allah says: `Thus We do requite those who transgress beyond bounds and believe the Ayat of Allah in this world and in the Hereafter.'

لَّهُمْ عَذَابٌ فِى الْحَيَوةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الاٌّخِرَةِ أَشَقُّ وَمَا لَهُم مِّنَ اللَّهِ مِن وَاقٍ

(For them is a torment in the life of this world, and certainly, harder is the torment of the Hereafter. And they have no defender or protector against Allah.) 13:34 Therefore Allah said,

وَلَعَذَابُ الاٌّخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى

(and the torment of the Hereafter is far more severe and more lasting.) meaning: a more grievous and more painful penalty than of this world they will remain therein, they will abide forever in such torment. Allah's Messenger ﷺ said to both husband and wife who took an oath, when the husband accused his wife of committing illegal sexual intercourse:

«إِنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الْآخِرَة»

(Verily, the torment of this worldly life is more insignificant, compared to the punishment of the Hereafter.)

أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَـكِنِهِمْ إِنَّ فِى ذَلِكَ لأَيَـتٍ لاٌّوْلِى النُّهَى

Tafsir Kemenag RI

Demikianlah Allah membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada bukti-bukti kekuasaan-Nya. Di dunia dia menemui berbagai kesulitan selalu bimbang dan gelisah, karena tidak ada pegangan dalam hidupnya kecuali kekayaan pangkat dan kedudukannya saja. Bila ia ditimpa suatu kesulitan atau marabahaya dia segera menjadi panik dan tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dan kadang-kadang tanpa disadarinya ia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Dia tidak pernah merasakan ketenteraman dan ketenangan hati. Ini berarti dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki.

Di akhirat dia akan disiksa dengan berbagai siksaan di antaranya siksaan hati karena mata hatinya telah buta tidak dapat memberikan alasan atau hujjah-hujjah untuk membebaskan dirinya dari hukuman Allah atau dia memang dijadikan benar-benar buta matanya agar dia lebih tersiksa lagi karena tidak berdaya sama sekali untuk mengatasi suasana yang penuh huru-hara dan kedahsyatan. Sesungguhnya azab di akhirat jauh lebih berat dan dahsyat, terutama azab di neraka yang bersifat kekal selama-lamanya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَكَذَٰلِكَ

wakadhālika

And thus

نَجۡزِي

najzī

We recompense

مَنۡ

man

(he) who

أَسۡرَفَ

asrafa

transgresses

وَلَمۡ

walam

and not

يُؤۡمِنۢ

yu'min

believes

بِـَٔايَٰتِ

biāyāti

in (the) Signs

رَبِّهِۦۚ

rabbihi

(of) his Lord

وَلَعَذَابُ

walaʿadhābu

And surely (the) punishment

ٱلۡأٓخِرَةِ

l-ākhirati

(of) the Hereafter

أَشَدُّ

ashaddu

(is) more severe

وَأَبۡقَىٰٓ

wa-abqā

and more lasting