Surah 71 · 71:4
Surah Nuh 71:4
Nuh · Noah
يَغْفِرْ لَك
Yaghfir lakum min thunoobikumwayu-akhkhirkum ila ajalin musamman inna ajala Allahiitha jaa la yu-akhkharu law kuntumtaAAlamoon
He [i.e., Allāh] will forgive you of your sins and delay you for a specified term. Indeed, the time [set by] Allāh, when it comes, will not be delayed, if you only knew."
niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui."
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Which was revealed in Makkah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ(In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
Nuh's Invitation to His People
Allah says concerning Nuh that He sent him to his people commanding him to warn them of the punishment of Allah before it befell them. He was to tell them that if they would repent and turn to Allah, then the punishment would be lifted from them. Due to this Allah says,
إِنَّآ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ - قَالَ يقَوْمِ إِنِّى لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ("Warn your people before there comes to them a painful torment." He said: "O my people! Verily, I am a plain warner to you.") meaning, clarity of the warning, making the matter apparent and clear.
أَنِ اعْبُدُواْ اللَّهَ وَاتَّقُوهُ(That you should worship Allah, and have Taqwa of Him,) meaning, `abandon those things that He has forbidden and avoid that which He has declared to be sinful.'
وَأَطِيعُونِ(and obey me,) `In that which I command you to do and that which I forbid you from.'
يَغْفِرْ لَكُمْ مِّن ذُنُوبِكُمْ(He will forgive you of your sins) meaning, `if you do what I command you to do and you believe in what I have been sent with to you, then Allah will forgive you for your sins. '
وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى(and respite you to an appointed term.) meaning, `He will extend your life span and protect you from the torment that He would have made befall you if you did not stay away from His prohibitions.' This Ayah is used as proof by those who say that obedience (to Allah), righteousness and maintaining the family ties truly increase the life span of a person. This is like that which has been reported in the Hadith,
«صِلَةُ الرَّحِمِ تَزِيدُ فِي الْعُمُر»(Maintaining the family ties increases the life span.) Concerning Allah's statement,
إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَآءَ لاَ يُؤَخَّرُ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ(Verily, the term of Allah when it comes, cannot be delayed, if you but know.) means, hasten to the obedience (of Allah) before the coming of His vengeance. For verily, if He commands that to happen, it cannot be repulsed or prevented. For He is the Great One Who compels everything, and He is the Almighty Whose might all of creation succumbs to.
Tafsir Kemenag RI
Dalam ayat ini, diterangkan janji Allah kepada kaum Nuh bila mereka mematuhi seruannya, yaitu:
1.Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Dosa-dosa mereka karena menyembah berhala-berhala itu akan terhapus oleh keimanan mereka.
1.Allah akan memanjangkan umur mereka. Sekalipun umur mereka telah ditentukan, namun jika mereka beriman, Allah akan memanjangkan umur mereka dan menghentikan azab yang akan dijatuhkan kepada mereka. Melakukan yang demikian itu merupakan perkara yang mudah bagi Allah, karena Dia Mahakuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.
Sehubungan dengan masalah menangguhkan kedatangan ajal, yakni memanjang umur yang disebut dalam ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Allah akan mengubah takdir yang telah ditentukan-Nya, jika Dia menghendakinya. Oleh karena itu, taat kepada Allah, melakukan perbuatan-perbuatan takwa, dan menghubungkan silaturrahim dapat memanjangkan umur manusia. Nabi Muhammad bersabda:
Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda: Barang siapa menghendaki diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menjalin silaturrahim. (Riwayat al-Bukhari)
Hal ini akan lebih jelas maksudnya jika dihubungkan dengan ilmu jiwa. Menurut ilmu jiwa, ada hubungan timbal-balik antara jasmani seseorang dengan rohaninya. Kesehatan rohani besar pengaruhnya terhadap kesehatan jasmani, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, orang dikatakan sehat jika jasmani dan rohaninya sehat. Pada umumnya orang yang tekun mengerjakan amal saleh dan menghubungkan silaturrahim adalah orang yang sehat rohaninya. Dengan perkataan lain, takwa kepada Allah dapat menghilangkan penyakit-penyakit rohani. Jika rohani sehat, tentulah jasmani sehat pula dan umur pun akan panjang.
Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa apabila Ia telah menetapkan ajal seseorang atau semua manusia, setelah ikhtiarnya, maka kedatangannya itu tidak dapat ditangguhkan atau tidak pula dapat dipercepat sesaat pun.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
يَغۡفِرۡ
yaghfir
He will forgive
لَكُم
lakum
for you
مِّن
min
[of]
ذُنُوبِكُمۡ
dhunūbikum
your sins
وَيُؤَخِّرۡكُمۡ
wayu-akhir'kum
and give you respite
إِلَىٰٓ
ilā
for
أَجَلٖ
ajalin
a term
مُّسَمًّىۚ
musamman
specified
إِنَّ
inna
Indeed
أَجَلَ
ajala
(the) term
ٱللَّهِ
l-lahi
(of) Allah
إِذَا
idhā
when
جَآءَ
jāa
it comes
لَا
lā
not
يُؤَخَّرُۚ
yu-akharu
is delayed
لَوۡ
law
if
كُنتُمۡ
kuntum
you
تَعۡلَمُونَ
taʿlamūna
know