Surah 47 · 47:1
Surah Muhammad 47:1
Muhammad · Muhammad
ٱلَّذِينَ كَفَرُو
Allatheena kafaroo wasaddooAAan sabeeli Allahi adalla aAAmalahum
Those who disbelieve and avert [people] from the way of Allāh - He will waste their deeds.
Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Which was revealed in Al-Madinah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِIn the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
The Reward of the Disbelievers and the Believers Allah says,
الَّذِينَ كَفَرُواْ(Those who disbelieve) meaning, in the Ayat of Allah.
وَصُدُّواْ(and hinder (men)) Others.
عَن سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَـلَهُمْ(from the path of Allah, He will render their deeds vain.) meaning, He renders their deeds vain and futile, and He denies them any rewards or blessings for them. This is similar to His saying,
وَقَدِمْنَآ إِلَى مَا عَمِلُواْ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَآءً مَّنثُوراً(And We will approach what they have done of deeds and make them as dispersed dust.) (25:23) Allah then says,
وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَاتِ(And those who believe and do righteous good deeds,) Which means that their hearts and souls have believed, and their limbs and their hidden and apparent acts have complied with Allah's Law.
وَءَامَنُواْ بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ(And believe in that which has been sent down to Muhammad) Adding this statement to the previous one is a method of adding a specific meaning to a general one. This provides proof that after Muhammad's advent, believing in him is a required condition for the true faith. Allah then says,
وَهُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ(For it is the truth from their Lord.) which is a beautifully placed parenthetical clause. Thus, Allah says,
كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَـتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ(He expiates from them their sins and amends their Bal.) Ibn `Abbas, said, "This means their matter." Mujahid said, "This means their affair." Qatadah and Ibn Zayd both said, "Their condition." And all of these are similar in meaning. It has been mentioned (from the Prophet ) in the Hadith of the responding to one who sneezes,
«يَهْدِيكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُم»(May Allah guide you and rectify your (Bal) affairs.) Then Allah says,
ذَلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ اتَّبَعُواْ الْبَـطِلَ(That is because those who disbelieve follow falsehood,) meaning, `We only invalidate the deeds of the disbelievers and overlook the sins of the righteous, and amend their affairs, because those who disbelieve follow false- hood.' Meaning, they choose falsehood over the truth.
وَأَنَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ اتَّبَعُواْ الْحَقَّ مِن رَّبِّهِمْ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَـلَهُمْ(while those who believe follow the truth from their Lord. Thus does Allah set forth for the people their parables.) Thus He makes the consequence of their actions clear to them, and He shows them where they will end in their next life -- and Allah knows best.
Tafsir Kemenag RI
Dalam ayat ini, Allah membagi manusia menjadi dua golongan: pertama, golongan kafir, yaitu orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan keesaan Allah, menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, menghalangi manusia beribadah kepada-Nya, membuat-buat cara beribadah kepada-Nya menurut pendapat dan keinginan sendiri, mencela dan menghalangi manusia beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad. Seluruh perbuatan golongan ini tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah yang termuat di dalam Al-Qur'an dan hadis Rasul-Nya, tetapi mengikuti keinginan sendiri dan mengikuti petunjuk setan.
Semua perbuatan yang berdasarkan perbuatan setan tidak ada artinya di sisi Allah walaupun perbuatan itu baik bagi manusia dan kemanusiaan. Perbuatan itu seolah-olah buih yang timbul di permukaan air, kemudian hilang tanpa bekas sedikit pun. Oleh karena itu, semua amal dan perbuatan yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik tidak ada arti dan pahalanya di sisi Allah di akhirat nanti. Mereka hanya mendapat balasan di dunia yang diperoleh dari manusia, walaupun bentuk amal dan perbuatan itu seperti budi pekerti yang mulia, berhubungan dengan orang lain (silaturrahim), memberi makan orang miskin, memelihara anak yatim, membuat usaha-usaha kemanusiaan, memelihara dan mendirikan masjid.
Pekerjaan seperti ini adalah pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh orang-orang musyrik Mekah, seperti memakmurkan Masjidilharam, melindungi orang-orang yang memerlukan perlindungan, membantu orang-orang yang mengerjakan thawaf dan sebagainya.
Allah berfirman:
Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (al-Furqan/25: 23)
Kedua, golongan mukmin, yaitu orang-orang yang mengakui keesaan Allah, taat hanya kepada-Nya saja, beribadah sesuai dengan petunjuk Allah, tidak menurut kemauan sendiri dan menjauhi larangan-Nya, beriman kepada Al-Qur'an yang dibawa Nabi Muhammad, dan membantu manusia melaksanakan ibadah kepada-Nya. Ini adalah golongan yang diridai Allah. Amal dan perbuatan golongan mukmin diterima Allah, diampuni segala dosanya, mereka mendapat pahala di dunia sedang di akhirat akan mendapat kebahagiaan yang abadi.
Menurut Ibnu 'Abbas, ayat pertama diturunkan berhubungan dengan orang-orang yang memberi makan tentara musyrik Mekah pada waktu Perang Badar. Mereka ada dua belas orang, yaitu Abu Jahal, al-harits bin Hisyam, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, Munabbih bin al-hajjaj, Nubaih bin al-hajjaj, Abu al-Bukhturi bin Hisyam, Zam'ah bin al-Aswad, hakim bin hazam, dan al-harits bin 'Amir bin Naufal. Mereka semua mempunyai amal kebajikan pada masa Arab Jahiliah, seperti menyediakan minuman jemaah haji, memberi makan para tamu yang datang ke Masjidilharam, melindungi dan menjaga hak tetangga, dan sebagainya. Semua amal mereka dibatalkan pahalanya oleh Allah, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat apa pun, karena dasar diterimanya suatu amal dan perbuatan adalah iman kepada Allah dan Nabi Muhammad.
Sedangkan ayat kedua diturunkan berhubungan dengan orang Ansar di Medinah. Mereka beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, membantu orang-orang Muhajirin yang baru datang dari Mekah hijrah bersama Nabi Muhammad, dan mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Those who
كَفَرُواْ
kafarū
disbelieve
وَصَدُّواْ
waṣaddū
and turn away
عَن
ʿan
from
سَبِيلِ
sabīli
(the) way of Allah
ٱللَّهِ
l-lahi
(the) way of Allah
أَضَلَّ
aḍalla
He will cause to be lost
أَعۡمَٰلَهُمۡ
aʿmālahum
their deeds