Surah 19 · 19:8

Surah Maryam 19:8

Maryam · Mary

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌ وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ ٱلْكِبَرِ عِتِيًّا

Qala rabbi anna yakoonu leeghulamun wakanati imraatee AAaqiran waqadbalaghtu mina alkibari AAitiyya

He said, "My Lord, how will I have a boy when my wife has been barren and I have reached extreme old age?"

Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"

SurahMaryam
Juz16
Page305
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

His amazement after the acceptance of His Supplication

Zakariyya was amazed when his supplication was answered and he was given the good news of a son. He became extremely overjoyed and asked how this child would be born to him, and in what manner he would come. This was particularly amazing because his wife was an old woman who was barren and had not given birth to any children in her entire life. Even Zakariyya himself had become old and advanced in years, his bones had become feeble and thin, and he had no potent semen or vigor for sexual intercourse. The Answer of the Angel

قَالَ

(He said:) That is, the angel, in his response to Zakariyya and his was amazement.

كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ

("Thus says your Lord: `It is easy for Me..."') Meaning the birth of the son will be from you and from this wife of yours and not from any other (woman).

هَيِّنٌ

(easy) Meaning, it is simple and easy for Allah to do. Then he (the angel) mentioned to him that which is more amazing than what he was asking about. The angel said that the Lord said,

وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئاً

(Certainly I have created you before, when you had been nothing!) This is similar to Allah's statement,

هَلْ أَتَى عَلَى الإِنسَـنِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئاً مَّذْكُوراً

(Has there not been over man a period of time, when he was not a thing worth mentioning) 76:1

Tafsir Kemenag RI

Nabi Zakaria a.s. setelah diberitahu akan mempunyai seorang putra bertanya kepada Allah. Pertanyaan itu timbul bukan karena keragu-raguan tentang kekuasaan Allah, akan tetapi untuk mendapat penjelasan tentang caranya, karena beliau merasa sudah tidak mampu lagi untuk memiliki putra, dan istrinya mandul. Apakah beliau akan dijadikan seperti seorang pemuda lagi dengan kekuatan fisik yang cukup, atau istrinya akan dikembalikan menjadi seorang perempuan muda yang dapat melahirkan seorang anak, ataukah beliau harus kawin lagi dengan seorang perempuan lain yang tidak mandul? Karena Zakaria sangat gembira dengan berita akan mendapat seorang anak itu, dan beliau penuh dengan rasa keheranan tentang cara-cara pelaksanaannya, maka beliau tidak dapat menahan diri untuk menanyakan hal itu kepada Tuhannya. Maka dijawab dengan firman Allah pada ayat berikut ini:

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

قَالَ

qāla

He said

رَبِّ

rabbi

My Lord

أَنَّىٰ

annā

How

يَكُونُ

yakūnu

can

لِي

I have

غُلَٰمٞ

ghulāmun

a boy

وَكَانَتِ

wakānati

while is

ٱمۡرَأَتِي

im'ra-atī

my wife

عَاقِرٗا

ʿāqiran

barren

وَقَدۡ

waqad

and indeed

بَلَغۡتُ

balaghtu

I have reached

مِنَ

mina

of

ٱلۡكِبَرِ

l-kibari

the old age

عِتِيّٗا

ʿitiyyan

extreme