Surah 39 · 39:63

Surah Az-Zumar 39:63

Az-Zumar · The Troops

لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Lahu maqaleedu assamawatiwal-ardi wallatheena kafaroo bi-ayatiAllahi ola-ika humu alkhasiroon

To Him belong the keys of the heavens and the earth. And they who disbelieve in the verses of Allāh - it is those who are the losers.

Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang yang rugi.

SurahAz-Zumar
Juz24
Page465
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Allah is the Creator and Controller, and associating others in worship with Him cancels out Good ...

Allah tells us that He is the Creator, Lord, Sovereign and Controller of all things; everything is subject to His dominion, power and guardianship.

لَّهُ مَقَالِيدُ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ

(To Him belong the Maqalid of the heavens and the earth.) Mujahid said, "Maqalid means `keys' in Persian." This was also the view of Qatadah, Ibn Zayd and Sufyan bin `Uyaynah. As-Suddi said:

لَّهُ مَقَالِيدُ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ

(To Him belong the Maqalid of the heavens and the earth.) "The treasures of the heavens and the earth." Both opinions mean that the control of all things is in the Hand of Allah, may He be blessed and exalted, for His is the dominion and to Him is the praise, and He is able to do all things. He says:

وَالَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَايَـتِ اللَّهِ

(And those who disbelieve in the Ayat of Allah,) meaning, His proof and evidence,

أُولَـئِكَ هُمُ الْخَـسِرُونَ

(such are they who will be the losers.)

قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّى أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَـهِلُونَ

(Say: "Do you order me to worship other than Allah O you fools!") The reason for the revelation of this Ayah was narrated by Ibn Abi Hatim and others from Ibn `Abbas, may Allah be pleased with him, that the idolators in their ignorance called the Messenger of Allah ﷺ to worship their gods, then they would worship his God with him. Then these words were revealed:

قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّى أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَـهِلُونَ - وَلَقَدْ أُوْحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَـسِرِينَ

(Say: "Do you order me to worship other than Allah O you fools!" And indeed it has been revealed to you, as it was to those before you: "If you join others in worship with Allah, surely your deeds will be in vain, and you will certainly be among the losers.") This is like the Ayah:

وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(But if they had joined in worship others with Allah, all that they used to do would have been of no benefit to them.) (6:88).

بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّـكِرِينَ

(Nay! But worship Allah, and be among the grateful.) means, `you and those who follow you and believe in you should make your worship sincerely for Allah Alone, with no partner or associate.'

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu yang ada, baik di langit maupun di bumi. Dialah Pencipta alam seluruhnya, tak ada sesuatu pun yang dapat menciptakan selain Dia. Ini adalah suatu hakikat kebenaran yang tidak seorang pun dapat mengingkarinya. Tidak ada seorang pun dapat menyatakan bahwa dirinya pencipta alam, karena tak akan diterima akal bahwa seseorang mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menciptakan jagad raya ini, dan tidak dapat pula diterima akal bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Oleh sebab itu, pastilah alam ini diciptakan oleh Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu, itulah Dia Allah.

Allah-lah yang mengurus segala yang ada, ilmu-Nya sangat luas, mencakup semua makhluk-Nya. Dialah yang mengendalikan alam sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dia mengendalikan semua itu sesuai dengan ilmu, hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Tak ada suatu makhluk pun yang ikut campur tangan dalam penciptaan dan pengendalian itu. Inilah yang dapat diterima oleh akal yang sehat dan dapat diterima oleh hati nurani manusia.

Meskipun demikian, masih banyak orang yang mengingkari hakikat ini dan mengatakan bahwa dialah yang berkuasa, dan dialah Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Fir'aun atau mengemukakan berbagai macam teori mengenai alam ini untuk menetapkan bahwa alam jagad raya ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya. Orang yang seperti ini adalah orang-orang kafir yang selalu mengingkari bukti-bukti kekuasaan Allah baik di langit maupun di bumi dan tidak mau mempergunakan akal pikirannya yang sehat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Mereka inilah yang dikatakan Allah sebagai orang-orang yang paling merugi baik di dunia apalagi di akhirat nanti.

Sebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "Maqalid as-samawati wa al-ardh" (kendali langit dan bumi di sini ialah perbendaharaannya). Jadi, kunci-kunci semua perbendaharaan yang tersimpan di langit dan di bumi berada di tangan-Nya. Dialah yang memelihara dan menjaganya. Dialah penguasanya yang berhak membagi-bagikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah bersabda:

Diriwayatkan oleh Usman r.a. bahwa ketika ia menanyakan kepada Rasulullah tentang firman Allah "Hanya bagi Allah, maqalid langit dan bumi." beliau menjawab, "Hai Usman, engkau menanyakan kepadaku sesuatu yang belum pernah ditanyakan seseorang pun kepadaku sebelumnya. Maqalid as- samawati wa al-ardh" ialah ucapan: Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Awal Yang Akhir, Yang Lahir, Yang Batin, menghidupkan, mematikan, sedang Dia tetap hidup dan tidak mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Riwayat Abu Ya'la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih)

Barang siapa yang membawa ucapan ini dia akan mendapat kebaikan yang ada di langit dan di bumi.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

لَّهُۥ

lahu

For Him

مَقَالِيدُ

maqālīdu

(are the) keys

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

l-samāwāti

(of) the heavens

وَٱلۡأَرۡضِۗ

wal-arḍi

and the earth

وَٱلَّذِينَ

wa-alladhīna

And those who

كَفَرُواْ

kafarū

disbelieve

بِـَٔايَٰتِ

biāyāti

in (the) Verses

ٱللَّهِ

l-lahi

(of) Allah

أُوْلَٰٓئِكَ

ulāika

those

هُمُ

humu

they

ٱلۡخَٰسِرُونَ

l-khāsirūna

(are) the losers