Surah 43 · 43:14

Surah Az-Zukhruf 43:14

Az-Zukhruf · The Ornaments of Gold

وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

Wa-inna ila rabbinalamunqaliboon

And indeed we, to our Lord, will [surely] return."

dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."

SurahAz-Zukhruf
Juz25
Page490
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Idolators' admission that Allah is the Sole Creator, and Further Evidence of that

Allah says: `If you, O Muhammad, were to ask these idolators who associate others with Allah and worship others besides Him,'

مَّنْ خَلَقَ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

("Who has created the heavens and the earth" They will surely say: "The All-Mighty, the All-Knower created them.") In other words, they will admit that the Creator of all that is Allah Alone, with no partner or associate, yet they still worship others -- idols and false gods -- alongside Him.

الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الاٌّرْضَ مَهْداً

(Who has made for you the earth like a bed,) means, smooth, stable and firm, so that you can travel about in it, and stand on it and sleep and walk about, even though it is created above water, but He has strengthened it with the mountains, lest it should shake.

وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلاً

(and has made for you roads therein,) means, paths between the mountains and the valleys.

لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

(in order that you may find your way.) means, in your journeys from city to city, region to region, land to land.

وَالَّذِى نَزَّلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً بِقَدَرٍ

(And Who sends down water from the sky in due measure, ) means, according to what is sufficient for your crops, fruits and drinking water for yourselves and your cattle.

فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتاً

(then We revive a dead land therewith,) means, a barren land, for when the water comes to it, it is stirred (to life), and it swells and puts forth every lovely kind (of growth). By referring to the revival of the earth, Allah draws attention to how He will bring bodies back to life on the Day of Resurrection, after they have been dead.

كَذَلِكَ تُخْرَجُونَ

(and even so you will be brought forth.) Then Allah says:

وَالَّذِى خَلَقَ الأَزْوَجَ كُلَّهَا

(And Who has created all the pairs) meaning, of everything that grows in the earth, all kinds of plants, crops, fruits, flowers, etc., and all different kinds of animals.

وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ

(and has appointed for you ships) or vessels,

وَالاٌّنْعَـمِ مَا تَرْكَبُونَ

(and cattle on which you ride.) means, He has subjugated them to you and made it easy for you to eat their meat, drink their milk and ride on their backs. Allah says:

لِتَسْتَوُواْ عَلَى ظُهُورِهِ

(In order that you may mount on their backs, ) meaning, sit comfortably and securely,

عَلَى ظُهُورِهِ

(on their backs) means, on the backs of these kinds of animals.

ثُمَّ تَذْكُرُواْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ

(and then may remember the favor of your Lord) means, whereby these animals are subjugated to you.

إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُواْ سُبْحَـنَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَـذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ

(when you mount thereon, and say: "Glory to Him Who has subjected this to us, and we could have never had it.") means, if it were not for the fact that Allah has subjugated these things to us, we could never have done this by our own strength.' Ibn `Abbas, Qatadah, As-Suddi and Ibn Zayd said: "We could not have done this ourselves."

وَإِنَّآ إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

(And verily, to Our Lord we indeed are to return.) means, `We will return to Him after our death, and our ultimate destination is with Him.' In this Ayah, mention of earthly journeys draws attention to the journey of the Hereafter, just as elsewhere, mention of earthly provision draws attention to the importance of ensuring provision for the Hereafter, as Allah says:

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

(And take a provision (with you) for the journey, but the best provision is the Taqwa) (2:197). And mention of earthly garments is also used to draw attention to the raiment of the Hereafter:

وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

(and as an adornment; and the raiment of the Taqwa, that is better) (7:26).

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila manusia berada di atas punggung binatang, perahu, kapal, kereta api, pesawat terbang dan lain-lain hendaklah mengingat nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, hendaklah mengagungkan Allah dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya, dan hendaklah mereka membaca ayat ini sebagai doa:

Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (az-Zukhruf/43: 13-14)

Andaikata Allah tidak menundukkan alam semesta dengan ilmu yang dianugerahkan-Nya tentu manusia tidak dapat melakukannya, karena yang demikian itu di luar kemampuan mereka.

Bacaan doa itu mengingatkan manusia supaya selalu bersiap-siap menghadapi hari pembalasan saat seluruh manusia akan menghadapi dan mengalaminya dan jangan lalai mengingat Allah, baik di waktu bepergian atau tidak, di waktu berlayar atau tinggal di kampung halaman.

Sehubungan dengan tafsir di atas, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i bahwa Rasulullah saw, apabila bepergian dan berkendaraan mengucapkan tiga kali dan membaca doa tersebut di atas.

Apabila Nabi saw mengendarai kendaraannya untuk melakukan suatu perjalanan, maka beliau bertakbir tiga kali. Kemudian beliau membaca, "Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."(Riwayat Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i)

Ayat di atas mengajarkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan berupa binatang dan memperlakukannya dengan baik. Kesetaraan di antara makhluk, terutama antara binatang dan manusia, sangat ditekankan Tuhan. Salah satu ayat di bawah ini menjelaskan bahwa binatang juga umat Tuhan, sama dengan manusia. Walau mereka mempunyai ciri, kekhususan dan sistem yang berbeda-beda, pada hakikatnya, mereka sama dengan manusia di mata Tuhan. Dan manusia diwajibkan untuk mengingatnya.

Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan." (al-An'am/6: 38)

Beberapa ayat Al-Qur'an menyinggung mengenai binatang, antara lain tentang bagaimana manusia harus bersikap terhadap binatang, kegunaan binatang untuk manusia, perilaku binatang yang harus ditiru manusia, dan banyak lagi lainnya. Dalam hubungan kesetaraan antar makhluk ini, ada tulisan seorang arif, Muhammad Fazlur Rahman Ansari, berbunyi demikian, "Segala yang di muka bumi ini diciptakan untuk kita, maka sudah menjadi kewajiban alamiah kita untuk: menjaga segala sesuatu dari kerusakan; memanfaatkannya dengan tetap menjaga martabatnya sebagai ciptaan Tuhan; melestarikannya sebisa mungkin, yang dengan demikian, mensyukuri nikmat Tuhan dalam bentuk perbuatan nyata."

Menyangkut hewan atau satwa peliharaan, Al-Qur'an dalam Surah an-Nahl/16: 5 menyebutkan beberapa manfaat binatang untuk manusia:

Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. (an-Nahl/16: 5)

Dalam hubungannya dengan ayat dari Surah an-Nahl di atas, kita harus memperhatikan bahwa, misalnya, kulit dan bulu binatang ternak boleh dimanfaatkan. Namun Nabi Muhammad saw melanjutkannya dengan satu hal yang sangat bijaksana. Beliau melarang penggunaan kulit binatang liar walaupun sekedar untuk alas lantai. Jika aturan atau himbauan yang dikemukakan Nabi ini ditaati oleh semua orang, maka pembunuhan sia-sia terhadap beberapa jenis binatang liar demi meraih keuntungan semata niscaya tidak terjadi. Demikian pula, kendati umat Islam diperbolehkan mengkonsumsi daging beberapa binatang tertentu, tapi perlu diingat bahwa hal ini tidak menghalalkan pembantaian secara kejam dan tak terkendali terhadap mereka.

Salah satu manfaat binatang adalah sebagai tunggangan. Kita harus ingat bahwa orang-orang Arab di masa lalu sepenuhnya bergantung pada unta untuk membantu membawa barang dalam perjalanan. Tuhan menyatakan hal tersebut dalam ayat di bawah:

Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui. (an-Nahl/16: 7-8)

Pada hakikatnya Islam mengajarkan pada umatnya untuk menyayangi binatang dan melestarikan kehidupannya. Di dalam Al-Qur'an, Allah menekankan bahwa Dia telah menganugerahi manusia wilayah kekuasaan yang mencakup segala sesuatu di dunia ini.

Dan Dia telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (al-Jatsiyah/45: 13).

Dalam ayat ini, Al-Qur'an sama sekali tidak menunjukan bahwa manusia memiliki kekuasaan mutlak untuk berbuat sekehendak hatinya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Mereka juga tidak pula memiliki hak tanpa batas untuk menggunakan alam sehingga merusak keseimbangan ekologisnya.

" .... semua itu dari Dia ...." Penggalan ayat di sini seharusnya disadari dan dimengerti sebagai pengingat-ingat dari Tuhan, bahwa manusia tidak memiliki apa-apa di dunia ini. Jadi bagaimana seharusnya kita memperlakukan barang orang lain harus selalu diingat di dalam benak "...orang-orang yang berpikir...."

Islam pada dasarnya tidak mendukung manusia untuk menyalahgunakan binatang untuk tujuan olahraga maupun untuk menjadikan binatang sebagai objek eksperimen yang sembarangan. Ayat ini mengingatkan umat manusia bahwa Sang Pencipta telah menjadikan semua yang ada di alam ini (termasuk satwa) sebagai amanah yang harus mereka jaga.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَإِنَّآ

wa-innā

And indeed, we

إِلَىٰ

ilā

to

رَبِّنَا

rabbinā

our Lord

لَمُنقَلِبُونَ

lamunqalibūna

will surely return