Surah 9 · 9:38
Surah At-Tawbah 9:38
At-Tawbah · The Repentance
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooma lakum itha qeela lakumu infiroo fee sabeeli Allahiiththaqaltum ila al-ardi aradeetum bilhayatiaddunya mina al-akhirati fama mataAAualhayati addunya fee al-akhiratiilla qaleel
O you who have believed, what is [the matter] with you that, when you are told to go forth in the cause of Allāh, you adhere heavily to the earth? Are you satisfied with the life of this world rather than the Hereafter? But what is the enjoyment of worldly life compared to the Hereafter except a [very] little.
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Admonishing clinging to Life rather than rushing to perform Jihad
Allah admonishes those who lagged behind the Messenger of Allah ﷺ in the battle of Tabuk, at a time when fruits were ripe and shades tempting in the intense and terrible heat,
يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ
(O you who believe! What is the matter with you, that when you are asked to march forth in the cause of Allah), if you are called to perform Jihad in the cause of Allah,
اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الاٌّرْضِ
(you cling heavily to the earth), reclining to remain in peace, shade and ripe fruits.
أَرَضِيتُم بِالْحَيَوةِ الدُّنْيَا مِنَ الاٌّخِرَةِ
(Are you pleased with the life of this world rather than the Hereafter), why do you do this, is it because you prefer this life instead of the Hereafter Allah next diminishes the eagerness for this worldly life and increases it for the Hereafter,
فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِى الاٌّخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ
(But little is the enjoyment of the life of this world compared to the Hereafter.) Imam Ahmad recorded that Al-Mustawrid, a member of Bani Fihr, said that the Messenger of Allah ﷺ said,
«مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ،فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ؟»
(The life of this world, compared to the Hereafter, is just like when one of you dips his finger in the sea, let him contemplate how much of it his finger would carry.) The Prophet pointed with his index finger. Muslim collected this Hadith. Ath-Thawri narrated that Al-A`mash said about the Ayah,
فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِى الاٌّخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ
(But little is the enjoyment of the life of this world compared to the Hereafter.) "What compares to the provision a traveler takes." `Abdul-`Aziz bin Abi Hazim narrated that his father said, "When `Abdul-`Aziz bin Marwan was dying he said, `Bring the shroud I will be covered with so that I inspect it.' When it was placed before him, he looked at it and said, `Is this what I will end up with from this life' He then turned his back and cried, while saying, `Woe to you, O life! Your abundance is truly little, your little is short lived, we were deceived by you."' Allah warns those who do not join Jihad,
إِلاَّ تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
(If you march not forth, He will punish you with a painful torment) Ibn `Abbas said, "Allah's Messenger ﷺ called some Arabs to mobilize, but they lagged behind and Allah witheld rain from coming down on them, and this was their torment." Allah said,
وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ
(and will replace you by another people), who will give aid to His Prophet and establish his religion. Allah said in another Ayah,
الْفُقَرَآءُ وَإِن تَتَوَلَّوْاْ يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لاَ يَكُونُواْ
(And if you turn away (from the obedience to Allah), He will exchange you for some other people and they will not be your likes.) 47:38
وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئًا
(and you cannot harm Him at all), you can never harm Allah when you lag behind and stay away from joining Jihad,
وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(and Allah is able to do all things.) He is able to destroy the enemies without your help.
Tafsir Kemenag RI
Pada tahun ke-9 Hijri, Nabi Muhammad saw memerintahkan kaum Muslimin agar bersiap-siap menghadapi serangan orang-orang Nasrani di Tabuk, suatu tempat yang terletak antara Medinah dengan Damaskus, lebih kurang 610 km dari Medinah dan 692 km dari Damaskus. Pada saat sekarang berada di wilayah Kerajaan Saudi Arabia, daerah perbatasan dengan Yordania. Perintah persiapan ini didasarkan atas berita yang sampai kepada kaum Muslimin dari kaum Nibthi yang membawa dagangan minyak negeri Syam, bahwa bangsa Romawi bersama kaum Nasrani Arab yang terdiri dari kaum Lakhm, Judzam dan lain-lain yang jumlahnya kira-kira 40 ribu orang, lengkap dengan persenjataan dan perbekalan serta dipimpin seorang panglima besar bernama Qubaz telah siap untuk menyerbu kota Medinah, memerangi kaum Muslimin. Barisan perintis mereka sudah sampai di perbatasan yang bernama Baqlas. Merupakan kebiasaan Nabi Muhammad saw apabila akan menghadapi perang, demi kemaslahatan ia merahasiakan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan. Tetapi kali ini Nabi Muhammad saw secara terbuka memberi tahu kaum Muslimin tentang keadaan yang serba sulit dan susah, serta kekurangan, jauhnya jarak yang ditempuh, dan jumlah bala tentara dan kekuatan musuh yang akan dihadapi, agar mereka benar-benar mengadakan persiapan yang mantap.
Kaum Muslimin yang imannya teguh, kuat membaja, tanpa memikir keadaan yang serba sulit serta menyedihkan, bersiap-siap menunggu komando pemberangkatan. Para dermawan tidak segan-segan menyumbang-kan kekayaannya untuk kepentingan jihad fisabilillah. Utsman bin Affan menyumbang 10.000 dinar, 300 unta, lengkap dengan persenjataannya dan 50 kuda. Abu Bakar as-Siddiq menyumbangkan semua kekayaannya yaitu 4.000 dirham. Nabi Muhammad saw bertanya, "Apakah masih ada sesuatu yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Beliau menjawab, "Yang saya tinggalkan untuk keluargaku ialah Allah dan Rasul-Nya." Umar bin Khathab menyumbang seperdua dari harta kekayaannya.
Ashim bin 'Adi menyumbangkan 70 wasaq kurma (satu wasaq = 60 gantang, 150 liter). Kaum ibu juga tidak mau ketinggalan: perhiasan emas mereka berupa gelang, anting-anting, kalung, dan lain sebagainya, disumbangkan dengan penuh keikhlasan demi suksesnya perjuangan kaum Muslimin. Setelah segala sesuatunya dianggap siap, berangkatlah Nabi Muhammad saw memimpin sebuah ekspedisi bersama 30.000 orang menuju Tabuk. Muhammad bin Maslamah ditunjuk oleh Rasulullah saw untuk mengurus kota Medinah dan beliau mempercayakan kepada Ali bin Abi thalib mengurus rumah tangganya.
Di samping itu ada beberapa tentara Muslimin yang bermalas-malasan dan enggan ikut serta pergi ke Tabuk dengan dalih antara lain, bahwa belum lama mereka kembali dari Perang hunain dan thaif. Juga pada waktu itu musim panas sedang sangat teriknya, musim paceklik, sukar memperoleh kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan lain sebagainya. Karena sulitnya mendapat makanan sebiji kurma dibagikan untuk makanan dua orang, sedang pada waktu itu buah-buahan di Medinah seperti kurma sudah mulai masak, dan tak lama lagi bisa dipetik.
Ayat ini mencela dan mengutuk perbuatan orang-orang yang enggan berperang meskipun situasi memang sangat sulit. Dari kejadian ini dapat diketahui dengan jelas, siapa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman, dan siapa di antara mereka yang munafik, yang hanya pura-pura beriman. Salah satu tanda bahwa iman seseorang itu benar ialah dia rela mengorbankan harta dan kalau perlu jiwanya untuk jihad di jalan Allah, sebagaimana firman Allah swt:
Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (al-hujurat/49: 15)
Sedangkan orang-orang munafik yang hanya pura-pura beriman, lebih mengutamakan kesenangan hidup di dunia daripada kebahagiaan di akhirat kelak yang sifatnya kekal abadi. Padahal kesenangan di dunia bagaimanapun hebatnya tidaklah mempunyai arti apa-apa jika dibandingkan dengan kebahagiaan di akhirat. Sabda Rasulullah saw:
Demi Allah tiadalah dunia ini (jika dibandingkan) dengan akhirat kecuali (hanya) seperti salah seorang kamu yang mencelupkan jarinya ke dalam laut, kemudian diangkatnya. Maka lihatlah apa yang hanya terbawa oleh jarinya. (Riwayat Muslim, Ahmad dan at-Tirmidzi dari al-Miswar)
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
يَٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
O you who believe
ٱلَّذِينَ
alladhīna
O you who believe
ءَامَنُواْ
āmanū
O you who believe
مَا
mā
What
لَكُمۡ
lakum
(is the matter) with you
إِذَا
idhā
when
قِيلَ
qīla
it is said
لَكُمُ
lakumu
to you
ٱنفِرُواْ
infirū
go forth
فِي
fī
in
سَبِيلِ
sabīli
(the) way
ٱللَّهِ
l-lahi
(of) Allah
ٱثَّاقَلۡتُمۡ
ithāqaltum
you cling heavily
إِلَى
ilā
to
ٱلۡأَرۡضِۚ
l-arḍi
the earth
أَرَضِيتُم
araḍītum
Are you pleased
بِٱلۡحَيَوٰةِ
bil-ḥayati
with the life
ٱلدُّنۡيَا
l-dun'yā
(of) the world
مِنَ
mina
(rather) than
ٱلۡأٓخِرَةِۚ
l-ākhirati
the Hereafter
فَمَا
famā
But what
مَتَٰعُ
matāʿu
(is the) enjoyment
ٱلۡحَيَوٰةِ
l-ḥayati
(of) the life
ٱلدُّنۡيَا
l-dun'yā
(of) the world
فِي
fī
in (comparison to)
ٱلۡأٓخِرَةِ
l-ākhirati
the hereafter
إِلَّا
illā
except
قَلِيلٌ
qalīlun
a little