Surah 9 · 9:117

Surah At-Tawbah 9:117

At-Tawbah · The Repentance

لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ‌ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Laqad taba Allahu AAalaannabiyyi walmuhajireena wal-ansariallatheena ittabaAAoohu fee saAAati alAAusrati minbaAAdi ma kada yazeeghu quloobu fareeqin minhumthumma taba AAalayhim innahu bihim raoofun raheem

Allāh has already forgiven the Prophet and the Muhājireen and the Anṣār who followed him in the hour of difficulty after the hearts of a party of them had almost inclined [to doubt], and then He forgave them. Indeed, He was to them Kind and Merciful.

Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka,

SurahAt-Tawbah
Juz11
Page205
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Battle of Tabuk

Mujahid and several others said, "This Ayah was revealed concerning the battle of Tabuk. They left for that battle during a period of distress. It was a year with little rain, intense heat and scarcity of supplies and water." Qatadah said, "They went to Ash-Sham during the year of the battle of Tabuk at a time when the heat was intense. Allah knew how hard things were, and they suffered great hardship. We were told that two men used to divide a date between themselves. Some of them would take turns in sucking on a date and drinking water, then give it to another man to suck on. Allah forgave them and allowed them to come back from that battle." Ibn Jarir reported that `Abdullah bin `Abbas said that `Umar bin Al-Khattab was reminded of the battle of distress (Tabuk) and `Umar said, "We went with the Messenger of Allah ﷺ in the intense heat for Tabuk. We camped at a place in which we were stricken so hard by thirst that we thought that our necks would be severed. One of us used to go out in search of water and did not return until he feared that his neck would be severed. One would slaughter his camel, squeeze its intestines and drink its content, placing whatever was left on his kidney. Abu Bakr As-Siddiq said, `O Allah's Messenger! Allah, the Exalted and Most Honored, has always accepted your invocation, so invoke Allah for us.' The Prophet said,

«تُحِبُّ ذَلِكَ؟»

(Would you like me to do that) Abu Bakr said, `Yes.' The Prophet raised his hands and did not put them down until rain fell from the sky in abundance. It rained and then stopped raining for a while, then rained again, so they filled their containers. We went out to see where the rain reached and found that it did not rain beyond our camp."' Ibn Jarir said about Allah's statement,

لَقَدْ تَابَ الله عَلَى النَّبِىِّ وَالْمُهَـجِرِينَ وَالاٌّنصَـرِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ الْعُسْرَةِ

(Allah has forgiven the Prophet, the Muhajirin and the Ansar who followed him in the time of distress,) meaning "With regards to expenditures, transportation, supplies and water,

مِن بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ

(after the hearts of a party of them had nearly deviated,) away from the truth, thus falling prey to doubting the Messenger's religion because of the distress and hardships they suffered during their travel and battle,

ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ

(but He accepted their repentance.) He directed them to repent to their Lord and renew their firmness on His religion,

إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(Certainly, He is unto them full of kindness, Most Merciful.)"

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat-ayat terdahulu, mengenai masalah tobat dari orang-orang yang mangkir dari Perang Tabuk. Adalah menjadi suatu kebiasaan dalam Al-Qur'an untuk menghentikan suatu pembicaraan, lalu mengemukakan pembicaraan yang lain, tetapi kemudian kembali lagi membicarakan masalah semula. Cara semacam ini akan memberikan pengertian yang lebih mantap dan kesan kuat dalam hati dan pikiran orang-orang yang mendengar atau membacanya, dan tidak membosankan. Selain itu juga ada hubungan dengan larangan tentang memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, yang tersebut dalam ayat yang lalu, karena dalam kedua masalah ini terdapat kesalahan yang perlu ditebus dengan jalan bertobat, dan memperbaiki kekeliruan yang perlu dimintakan ampunan dari Allah.

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia telah menerima tobat Nabi Muhammad saw dan kaum Muhajirin serta Anshar dan orang-orang mukmin lainnya, yang telah mengikuti Nabi dalam masa-masa sulit, yaitu saat Perang Tabuk, karena Perang Tabuk itu terjadi dalam saat kesulitan. Kesulitan makanan, karena saat itu musim paceklik, sehingga sebutir kurma dimakan oleh satu atau dua orang. Kesulitan air, sehingga ada yang menyembelih untanya agar dapat mengambil air dari lambungnya untuk diminum, padahal unta itu amat mereka perlukan untuk pengangkutan dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga seekor unta dipakai untuk keperluan sepuluh orang. Ditambah lagi udara waktu itu (waktu terjadi Perang Tabuk) amat panas. Penerimaan tobat tersebut terjadi setelah hampir berpalingnya hati segolongan kaum Anshar dan Muhajirin tersebut, sehingga mereka pergi berperang dengan perasaan enggan dan berat, bahkan ada yang dengan sengaja mangkir dari peperangan. Tetapi kemudian Allah menerima tobat mereka setelah mereka menyadari kesalahan mereka.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada Nabi dan para pengikutnya. Oleh sebab itu Dia senantiasa menerima tobat orang-orang yang benar-benar bertobat kepada-Nya.

Menurut penafsiran Ibnu 'Abbas, yang dimaksud Allah menerima tobat Nabi ialah tobat yang dilakukan Nabi atas kekeliruan beliau lantaran mengizinkan beberapa orang tidak ikut berperang, padahal mereka tidak mempunyai udzur yang dapat dibenarkan. Yang dimaksud dengan penerimaan tobat kaum Muhajirin dan Anshar ialah tobat yang mereka lakukan dari kesalahan mereka ketika mereka merasa keberatan untuk keluar ke medan perang, padahal mereka adalah orang-orang yang dipandang paling kuat imannya. Sebagian dari mereka mempunyai kesalahan lantaran mereka suka mendengarkan pembicaraan orang-orang munafik padahal pembicaraan itu dimaksudkan untuk menimbulkan fitnah di kalangan kaum Muslimin.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

لَّقَد

laqad

Verily

تَّابَ

tāba

Allah turned (in mercy)

ٱللَّهُ

l-lahu

Allah turned (in mercy)

عَلَى

ʿalā

to

ٱلنَّبِيِّ

l-nabiyi

the Prophet

وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ

wal-muhājirīna

and the emigrants

وَٱلۡأَنصَارِ

wal-anṣāri

and the helpers

ٱلَّذِينَ

alladhīna

[those] who

ٱتَّبَعُوهُ

ittabaʿūhu

followed him

فِي

in

سَاعَةِ

sāʿati

(the) hour

ٱلۡعُسۡرَةِ

l-ʿus'rati

(of) difficulty

مِنۢ

min

after

بَعۡدِ

baʿdi

after

مَا

[what]

كَادَ

kāda

had nearly

يَزِيغُ

yazīghu

deviated

قُلُوبُ

qulūbu

(the) hearts

فَرِيقٖ

farīqin

(of) a party

مِّنۡهُمۡ

min'hum

of them

ثُمَّ

thumma

then

تَابَ

tāba

He turned (in mercy)

عَلَيۡهِمۡۚ

ʿalayhim

to them

إِنَّهُۥ

innahu

Indeed, He

بِهِمۡ

bihim

to them

رَءُوفٞ

raūfun

(is) Most Kind

رَّحِيمٞ

raḥīmun

Most Merciful