Surah 9 · 9:109

Surah At-Tawbah 9:109

At-Tawbah · The Repentance

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٲنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Afaman assasa bunyanahu AAalataqwa mina Allahi waridwanin khayrunam man assasa bunyanahu AAala shafa jurufinharin fanhara bihi fee narijahannama wallahu la yahdee alqawma aththalimeen

Then is one who laid the foundation of his building on righteousness [with fear] from Allāh and [seeking] His approval better or one who laid the foundation of his building on the edge of a bank about to collapse, so it collapsed with him into the fire of Hell? And Allāh does not guide the wrongdoing people.

Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

SurahAt-Tawbah
Juz11
Page204
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Difference between Masjid At-Taqwa and Masjid Ad-Dirar

Allah the Exalted says that the Masjid that has been built on the basis of Taqwa of Allah and His pleasure is not the same as a Masjid that was been built based on causing harm, disbelief and causing division among the believers, and as an outpost for those who warred against Allah and His Messenger . The latter built their Masjid on the edge of a steep hole,

فِى نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لاَ يَهْدِى الْقَوْمَ الظَّـلِمِينَ

(into the fire of Hell. And Allah guides not the people who are the wrongdoers.), Allah does not bring aright the works of those who commit mischief. Jabir bin `Abdullah said, "I saw the Masjid that was built to cause harm with smoke rising up from it, during the time of the Messenger of Allah ﷺ." Allah's statement,

لاَ يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِى بَنَوْاْ رِيبَةً فِى قُلُوبِهِمْ

(The building which they built will never cease to be a cause of doubt in their hearts) and hypocrisy. Because of this awful action that they committed, they inherited hypocrisy in their hearts, just as those who worshipped the calf were inclined to adoring it. Allah said next,

إِلاَّ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ

(unless their hearts are cut to pieces.) until they die, according to Ibn `Abbas, Mujahid, Qatadah, Zayd bin Aslam, As-Suddi, Habib bin Abi Thabit, Ad-Dahhak, `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam and several other scholars of the Salaf.

وَاللَّهُ عَلِيمٌ

(And Allah is All-Knowing,) of the actions of His creation,

حَكِيمٌ

(All-Wise.) in compensating them for their good or evil actions.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini dimulai dengan bentuk pertanyan, Allah menunjukkan perbedaan yang jelas antara orang-orang yang mendirikan mesjid atas dasar ketakwaan dan keinginan untuk mencapai rida-Nya, dengan orang-orang yang mendirikan mesjid dengan maksud jahat sehingga pembangunan mesjid tersebut bukan memberi pahala malahan menambah bertumpuknya dosa-dosa mereka. Mereka yang disebut terakhir ini diumpamakan sebagai orang-orang yang mendirikan bangunan di pinggir jurang yang longsor, sehingga akhirnya mereka terjerumus bersama mesjid yang dibangunnya ke dalam neraka Jahannam.

Dari sini dapat dipahami, bahwa orang-orang yang mendirikan bangunan mesjid atas dasar takwa dan keinginan untuk mencapai rida Allah, adalah ibarat orang-orang yang mendirikan bangunan yang kuat di atas tanah yang kuat pula, tangguh terhadap serangan angin dan badai, tidak lapuk karena hujan, dan tidak lekang karena panas. Ia memberikan perlindungan, keamanan, ketenteraman dan kebahagiaan kepada orang-orang yang berada di dalamnya.

Dengan kata lain, Rasulullah saw dan kaum Muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah senantiasa mendasarkan segala perbuatannya kepada ketakwaan dan rida-Nya. Mereka lebih baik daripada orang-orang munafik yang melakukan perbuatannya hanya didasarkan kepada niat yang buruk, yang menambah kekufuran dan kemunafikan, serta niat memecah belah umat Islam. Di dunia ini mereka tercela, sedang di akhirat kelak mereka ditimpa azab dan kemurkaan Allah.

Setelah menjelaskan keberuntungan orang-orang mukmin dan nasib buruk orang-orang munafik yang zalim, pada akhir ayat tersebut Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Artinya, orang-orang yang zalim selamanya tidak akan memperoleh petunjuk ke arah kebaikan dan keberuntungan. Oleh sebab itu, setiap langkah dan tingkah laku serta perbuatan mereka senantiasa mengalami kegagalan dan malapetaka, baik di dunia maupun di akhirat.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

أَفَمَنۡ

afaman

Then is (one) who

أَسَّسَ

assasa

founded

بُنۡيَٰنَهُۥ

bun'yānahu

his building

عَلَىٰ

ʿalā

on

تَقۡوَىٰ

taqwā

righteousness

مِنَ

mina

from

ٱللَّهِ

l-lahi

Allah

وَرِضۡوَٰنٍ

wariḍ'wānin

and (His) pleasure

خَيۡرٌ

khayrun

better

أَم

am

or

مَّنۡ

man

(one) who

أَسَّسَ

assasa

founded

بُنۡيَٰنَهُۥ

bun'yānahu

his building

عَلَىٰ

ʿalā

on

شَفَا

shafā

edge

جُرُفٍ

jurufin

(of) a cliff

هَارٖ

hārin

(about to) collapse

فَٱنۡهَارَ

fa-in'hāra

so it collapsed

بِهِۦ

bihi

with him

فِي

in

نَارِ

nāri

(the) Fire

جَهَنَّمَۗ

jahannama

(of) Hell

وَٱللَّهُ

wal-lahu

And Allah

لَا

(does) not

يَهۡدِي

yahdī

guide

ٱلۡقَوۡمَ

l-qawma

the wrongdoing people

ٱلظَّٰلِمِينَ

l-ẓālimīna

the wrongdoing people