Surah 9 · 9:106
Surah At-Tawbah 9:106
At-Tawbah · The Repentance
وَءَاخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ
Waakharoona murjawna li-amri Allahiimma yuAAaththibuhum wa-imma yatoobuAAalayhim wallahu AAaleemun hakeem
And [there are] others deferred until the command of Allāh - whether He will punish them or whether He will forgive them. And Allāh is Knowing and Wise.
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Delaying the Decision about the Three Companions Who stayed away from the Battle of Tabuk
Ibn `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Ad-Dahhak and several others said that those mentioned in the Ayah are the three who were made to wait to know if their repentance was accepted; Mararah bin Ar-Rabi`, Ka`b bin Malik and Hilal bin Umayyah. Some Companions stayed behind from the battle of Tabuk due to laziness, preferring comfort, ease, ripe fruits and shade. They did not lag behind because of hypocrisy or doubts. Some of them tied themselves to the pillars (of the Masjid) like Abu Lubabah and several of his friends did. Some of them did not do that, and they are the three mentioned here. Those who tied themselves received their pardon before these three men whose pardon was delayed, until this Ayah was revealed,
لَقَدْ تَابَ الله عَلَى النَّبِىِّ وَالْمُهَـجِرِينَ وَالاٌّنصَـرِ(Allah has forgiven the Prophet, the Muhajirin and the Ansar...)
وَعَلَى الثَّلَـثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُواْ حَتَّى إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ(And the three who stayed behind, until for them the earth, vast as it is, was straitened...) We will mention the Hadith about this story from Ka`b bin Malik. Allah said,
إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ(whether He will punish them or will forgive them. ) meaning, they are at Allah's mercy, if He wills, He pardons them or punishes them. However, Allah's mercy comes before His anger,
وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ(And Allah is All-Knowing, All-Wise.) 9:106 Allah knows those who deserve the punishment and those who deserve the pardon. He is All-Wise in His actions and statements, there is no deity worthy of worship nor Lord besides Him.
Tafsir Kemenag RI
Tiga orang yang tidak ikut ke medan perang bersama Rasulullah saw, yaitu Murarah bin Rabi, Ka'ab bin Malik dan Hilal bin Umayyah, padahal dalam hati mereka ada keinginan untuk menggabungkan diri, akan tetapi hal itu tidak dapat mereka lakukan, dan ketidakikutsertaan mereka itu bukan karena kemunafikan. Setelah Rasulullah saw kembali dari medan perang, mereka berkata kepadanya, "Kami tidak mempunyai halangan apa-apa, kemangkiran kami adalah merupakan kesalahan semata." Dan mereka tidak menyatakan permintaan maaf atas kesalahan itu. Mereka tidak melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Abu Lubabah dan kawan-kawannya.
Karena adanya penegasan Allah dalam ayat ini bahwa tobat mereka itu ditangguhkan, maka Rasulullah saw melarang kaum Muslimin lainnya untuk bergaul dan duduk bersama mereka. Rasulullah saw juga memerintahkan kepada mereka bertiga untuk menjauhi isteri-isteri mereka, dan menyuruh isteri-isteri tersebut kembali kepada keluarga mereka, sampai turunnya firman Allah yang menegaskan diterimanya tobat mereka, seperti tersebut di atas.
Penangguhan tersebut mengandung dua kemungkinan, apakah Allah akan mengazab mereka ataukah Dia akan menerima tobat mereka, bila mereka bertobat. Dengan demikian, baik mereka ataupun orang-orang lain tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diri mereka. Apakah tobat mereka ada gunanya, sehingga Allah sudi menerima tobat mereka sebagaimana yang terjadi pada kawan-kawan mereka yang telah bertobat dan mengakui kesalahan mereka. Ataukah Allah akan menimpakan azab kepada mereka di dunia dan di akhirat kelak sebagaimana yang ditetapkan-Nya terhadap orang-orang yang tidak ikut berperang karena kemunafikan mereka.
Penangguhan ini mengandung hikmah, supaya dalam hati mereka timbul rasa gelisah dan sedih, kemudian mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Di samping itu, Rasulullah saw dan kaum Muslimin lainnya diperintahkan untuk menjauhi dan mengasingkan mereka, sebagai pelajaran terhadap mereka bahwa setiap orang yang hanya mementingkan kesenangan diri sendiri dan tidak memperdulikan kepentingan umum, serta ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya patut mendapat pelajaran.
Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang dapat memperbaiki keadaan hamba-Nya, Dia mendidik hamba-Nya cara membersihkan diri dari segala keburukan, baik secara perorangan maupun berkelompok. Allah Mahabijaksana dalam menetapkan hukum-hukum-Nya yang jelas dan bermanfaat bagi mereka dalam perbaikan dan peningkatan diri, apabila mereka benar-benar menaati peraturan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Salah satu dari kebijaksanaan Allah ialah penangguhan adanya ketegasan diterima atau tidaknya tobat mereka. Hal tersebut bila dibaca atau didengar berulang kali oleh orang-orang mukmin lainnya niscaya akan menimbulkan ketakutan dalam hati mereka untuk berbuat semacam itu. Sudah barang tentu, hal ini merupakan semacam pendidikan dan pelajaran yang baik bagi umat seluruhnya, lebih-lebih bagi mereka yang melakukan kesalahan yang sama.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَءَاخَرُونَ
waākharūna
And others
مُرۡجَوۡنَ
mur'jawna
deferred
لِأَمۡرِ
li-amri
for the Command of Allah
ٱللَّهِ
l-lahi
for the Command of Allah
إِمَّا
immā
whether
يُعَذِّبُهُمۡ
yuʿadhibuhum
He will punish them
وَإِمَّا
wa-immā
or
يَتُوبُ
yatūbu
He will turn (in mercy)
عَلَيۡهِمۡۗ
ʿalayhim
to them
وَٱللَّهُ
wal-lahu
And Allah
عَلِيمٌ
ʿalīmun
(is) All-Knower
حَكِيمٞ
ḥakīmun
All-Wise