Surah 26 · 26:193

Surah Ash-Shu'ara 26:193

Ash-Shu'ara · The Poets

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ

Nazala bihi arroohu al-ameen

The Trustworthy Spirit [i.e., Gabriel] has brought it down

Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril),

SurahAsh-Shu'ara
Juz19
Page375
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Qur'an was revealed by Allah

Here Allah tells us about the Book which He revealed to His servant and Messenger Muhammad ﷺ.

وَأَنَّهُ

(And truly, this) refers to the Qur'an, which at the beginning of the Surah was described as

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمَـنِ مُحْدَثٍ

(and never comes there unto them a Reminder as a recent revelation from the Most Gracious...) (26:5).

لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَـلَمِينَ

(is a revelation from the Lord of Al-`Alamin.) means, Allah has sent it down to you and revealed it to you.

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الاٌّمِينُ

(Which the trustworthy Ruh has brought down.) This refers to Jibril, peace be upon him. This was the view of more than one of the Salaf: Ibn `Abbas, Muhammad bin Ka`b, Qatadah, `Atiyyah Al-`Awfi, As-Suddi, Ad-Dahhak, Az-Zuhri and Ibn Jurayj. This is an issue concerning which there is no dispute. Az-Zuhri said, "This is like the Ayah:

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ

(Say: "Whoever is an enemy to Jibril -- for indeed he has brought it down to your heart by Allah's permission, confirming what came before it...") (2:97).

عَلَى قَلْبِكَ

(Upon your heart) `O Muhammad, free from any contamination, with nothing added or taken away.'

لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ

(that you may be of the warners,) means, `so that you may warn people with it of the punishment of Allah for those who go against it and disbelieve in it, and so that you may give glad tidings with it to the believers who follow it.'

بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ

(In the plain Arabic language.) meaning, `this Qur'an which We have revealed to you, We have revealed in perfect and eloquent Arabic, so that it may be quite clear, leaving no room for excuses and establishing clear proof, showing the straight path.'

وَإِنَّهُ لَفِى زُبُرِ الاٌّوَّلِينَ أَوَلَمْيَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِى إِسْرَءِيلَوَلَوْ نَزَّلْنَـهُ عَلَى بَعْضِ الاٌّعْجَمِينَ

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah kitab suci yang berasal dari Tuhan semesta alam. Diturunkan kepada Muhammad secara berangsur-angsur dengan perantaraan Jibril, malaikat yang bertugas membawa wahyu kepada para rasul. Al-Qur'an itu ditanamkan ke dalam hati Muhammad, maksudnya ialah Al-Qur'an itu dibacakan oleh Jibril sedemikian rupa sehingga Nabi Muhammad memahami betul arti dan maksudnya. Dengan pemahaman dan pengertian yang demikian, maka Nabi Muhammad mudah menyampaikan kepada umatnya dan umatnya mudah pula menerimanya.

Sebagai contoh, ketika Surah al-An'am yang ayatnya berjumlah 165 ayat dan Surah Yusuf sebanyak 111 ayat diturunkan sekaligus, Rasulullah langsung menerima dan menghafalnya. Ini bukti bahwa Al-Qur'an telah dihunjamkan ke hati Rasul oleh malaikat dengan lisannya.

Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih serta gaya bahasa yang indah. Di dalamnya terdapat pula ayat-ayat yang menantang orang-orang musyrik Mekah agar membuat ayat-ayat yang lain seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dan hanyalah buatan Muhammad sendiri. Akan tetapi, mereka tidak mampu menandinginya, walaupun dengan membuat satu surah pun yang sefasih dan seindah gaya bahasa Al-Qur'an. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi orang-orang musyrik Mekah itu untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad semata. Tegasnya, kendati Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yakni bahasa mereka sendiri, tetapi mereka tidak mampu menandingi ayat-ayatnya. Kalau Muhammad dapat membuat Al-Qur'an, tentu menurut logikanya, mereka juga dapat membuatnya, karena sama-sama bangsa Arab dan sama-sama berbahasa Arab.

Mereka memahami ayat-ayat Al-Qur'an itu, mengetahui keindahan gaya bahasanya, dan meyakini bahwa Al-Qur'an itu bukan bersumber dari manusia. Mereka mengetahui betul sampai di mana batas kemampuan manusia, namun mereka tetap tidak mau beriman kepadanya karena sifat takabur dan keingkaran yang berurat dan berakar pada diri mereka.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

نَزَلَ

nazala

Has brought it down

بِهِ

bihi

Has brought it down

ٱلرُّوحُ

l-rūḥu

the Spirit

ٱلۡأَمِينُ

l-amīnu

[the] Trustworthy