Surah 26 · 26:149

Surah Ash-Shu'ara 26:149

Ash-Shu'ara · The Poets

وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا فَـٰرِهِينَ

Watanhitoona mina aljibalibuyootan fariheen

And you carve out of the mountains, homes, with skill.

Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;

SurahAsh-Shu'ara
Juz19
Page373
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

A Reminder to Them of their Circumstances and the Blessings

They enjoyed Salih preached to them, warning them that the punishment of Allah could overtake them and reminding them of the blessings that Allah had bestowed upon them, by giving them ample provision and making them safe from all kinds of dangers, giving them gardens and flowing springs, and bringing forth for them crops and fruits.

وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ

(and date palms with soft clusters.) Al-`Awfi narrated from Ibn `Abbas, "Ripe and rich." `Ali bin Abi Talhah narrated from Ibn `Abbas that this meant growing luxuriantly. Isma`il bin Abi Khalid narrated from `Amr bin Abi `Amr -- who met the Companions -- from Ibn `Abbas that this means, "When it becomes ripe and soft." This was narrated by Ibn Abi Hatim, then he said: "And something similar was narrated from Abu Salih."

وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً فَـرِهِينَ

(And you hew out in the mountains, houses with great skill.) Ibn `Abbas and others said, "With great skill." According to another report from him: "They were greedy and extravagant." This was the view of Mujahid and another group. There is no contradiction between the two views, because they built the houses which they carved in the mountains as a form of extravagant play, with no need for them as dwelling places. They were highly skilled in the arts of masonry and stone-carving, as is well known to anyone who has seen their structures. So, Salih said to them:

فَاتَّقُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

(So, have Taqwa of Allah, and obey me.) Pay attention to that which could benefit you in this world and the Hereafter; worshipping your Lord Who created you, who granted you provisions so that you could worship Him alone and glorify Him morning and evening.

وَلاَ تُطِيعُواْ أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ - الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى الاٌّرْضِ وَلاَ يُصْلِحُونَ

(And follow not the command of the extravagant, who make mischief in the land, and reform not.) meaning, their chiefs and leaders, who called them to Shirk, disbelief and opposition to the truth.

قَالُواْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ - مَآ أَنتَ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ الصَّـدِقِينَ - قَالَ هَـذِهِ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ - وَلاَ تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ - فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُواْ نَـدِمِينَ - فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ إِنَّ فِى ذَلِكَ لأَيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

Tafsir Kemenag RI

Nabi Saleh mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu:

1. Mereka hidup dengan aman di negeri mereka, bebas dari gangguan musuh, dan memperoleh kebahagiaan serta ketenteraman hidup.

2. Mereka mempunyai tanah pertanian yang subur, binatang ternak yang banyak, dan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kanal-kanal irigasi yang teratur. Mereka hidup sebagai petani, penggembala, saudagar, dan penggali logam dari dalam tanah. Oleh karena itu, negeri mereka menjadi indah, dipenuhi tanaman yang menyenangkan mata orang yang memandangnya. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan bahwa negeri merekalah sebenarnya surga yang dijanjikan Allah.

3. Mereka diberi kemampuan memahat gunung batu untuk dijadikan tempat tinggal.

Itulah berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kaum Samud. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah itu, tetapi semakin hari mereka semakin sombong. Mereka merasa bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu hanya karena usaha mereka sendiri, bukan karena nikmat Allah. Oleh karena itu, mereka tidak percaya akan adanya hari Kiamat. Hidup yang sebenarnya menurut mereka adalah hidup di dunia ini dan mereka menginginkan agar kekal di dunia.

Kaum Samud tidak lagi memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, seandainya pada suatu waktu, Allah secara tiba-tiba mencabut semua kebahagiaan dan kemakmuran mereka dan menukarnya dengan malapetaka yang dahsyat. Semua itu bisa dilakukan Allah karena keingkaran dan kesombongan mereka sendiri.

Ayat ini mengandung makna bagaimana dengan bekal akal yang kuat maka manusia dapat memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Samud. Pada saat ini, teknologi alat-alat pemahat sudah berkembang dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka, antara lain untuk memotong dan membelah batu gunung yang keras. Peralatan-peralatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin atau robot. Bahkan manusia telah mampu menciptakan teknologi pemahatan super-canggih di mana objek dipotong atau dibelah dengan sinar laser. Hasilnya sangat halus dan tepat. Dengan alat mutakhir ini, batuan granit yang sangat keras pun menjadi mudah dibelah atau dipotong. Itulah hasil pikiran manusia.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَتَنۡحِتُونَ

watanḥitūna

And you carve

مِنَ

mina

of

ٱلۡجِبَالِ

l-jibāli

the mountains

بُيُوتٗا

buyūtan

houses

فَٰرِهِينَ

fārihīna

skillfully