Surah 26 · 26:143
Surah Ash-Shu'ara 26:143
Ash-Shu'ara · The Poets
إِ
Innee lakum rasoolun ameen
Indeed, I am to you a trustworthy messenger.
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Salih and the People of Thamud
Here Allah tells us about His servant and Messenger Salih, whom He sent to his people Thamud. They were Arabs living in the city of Al-Hijr -- which is between Wadi Al-Qura and Greater Syria. Their location is well known. In our explanation of Surat Al-A`raf, we mentioned the Hadiths which tell how the Messenger of Allah ﷺ passed by their dwelling place when he wanted to launch a raid on Syria. He went as far as Tabuk, then he went back to Al-Madinah to prepare himself for the campaign. Thamud came after `Ad and before Ibrahim, peace be upon him. Their Prophet Salih called them to Allah, to worship Him alone with no partner or associate, and to obey whatever commands were conveyed to them, but they refused, rejecting him and opposing him. He told them that he did not seek any reward from them for his call to them, but that he would seek the reward for that with Allah. Then he reminded them of the blessings of Allah.
Tafsir Kemenag RI
Nabi Saleh menyeru kaum Samud untuk kembali pada agama tauhid dan bertakwa kepada Allah. Semula mereka beriman kepada Allah, kemudian menjadi kafir dan menyembah berhala yang mereka persekutukan dengan-Nya. Untuk mengembalikan mereka kepada agama tauhid, Allah mengutus Nabi Saleh kepada mereka. Nabi Saleh menyeru kaumnya agar bertakwa kepada Allah, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya, serta mengakui bahwa Nabi Saleh adalah rasul yang diutus Allah kepada mereka.
Dalam Surah Hud diterangkan bahwa Nabi Saleh menyeru kaumnya agar beriman pada agama tauhid. Pokok dakwahnya ialah menyembah Allah dalam arti bahwa hanya Allah yang harus disembah, bukan patung-patung yang mereka buat. Untuk menguatkan dakwahnya, Nabi Saleh menyampaikan alasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, dan menjadikan mereka para saudagar, gembala, pengusaha, dan pemakmur bumi, sebagaimana firman Allah:
Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)". (Hud/11: 61).
Nabi Saleh menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allah telah menciptakan mereka dari bumi yaitu dari tanah. Ini adalah suatu hal yang nyata bagi mereka, tidak dapat mereka ingkari. Nabi Saleh juga mengatakan bawah Allah telah menjadikan mereka pemakmur bumi. Ini merupakan kenyataan juga bagi mereka. Mereka memang telah memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber-sumber air, membangun irigasi yang berfungsi mengatur distribusi air, sampai tanah mereka menjadi subur, tanaman mereka tumbuh dan berbuah, dan ternak mereka hidup dengan baik. Mereka juga telah mengeluarkan logam dari dalam tanah yang bermanfaat bagi perusahaan dan perniagaan. Dengan demikian, mereka telah mengolah dan memakmurkan bumi, dan inilah suatu hal nyata yang mereka jalani setiap hari.
Nabi Saleh menerangkan bahwa dia tidak akan meminta upah sedikit pun kepada mereka. Dia hanya mengharapkan upah dari Allah yang mengutusnya.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
إِنِّي
innī
Indeed, I am
لَكُمۡ
lakum
to you
رَسُولٌ
rasūlun
a Messenger
أَمِينٞ
amīnun
trustworthy