Surah 4 · 4:32
Surah An-Nisa 4:32
An-Nisa · The Women
وَلَا تَتَمَ
Wala tatamannaw ma faddalaAllahu bihi baAAdakum AAala baAAdinlirrijali naseebun mimma iktasaboowalinnisa-i naseebun mimma iktasabnawas-aloo Allaha min fadlihi inna Allahakana bikulli shay-in AAaleema
And do not wish for that by which Allāh has made some of you exceed others. For men is a share of what they have earned, and for women is a share of what they have earned. And ask Allāh of His bounty. Indeed Allāh is ever, of all things, Knowing.
Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Do Not Wish for the Things Which Allah has Made Some Others to Excel In
Imam Ahmad recorded that Umm Salamah said, "O Messenger of Allah! Men go to battle, but we do not go to battle, and we earn one-half of the inheritance (that men get)." Allah sent down,
وَلاَ تَتَمَنَّوْاْ مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ(And wish not for the things in which Allah has made some of you to excel others). At-Tirmidhi also recorded this Hadith. Allah's statement,
لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُواْ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ(For men there is reward for what they have earned, (and likewise) for women there is reward for what they have earned,) indicates, according to Ibn Jarir, that each person will earn his wages for his works, a reward if his deeds are good, and punishment if his deeds are evil. It was also reported that this Ayah is talking about inheritance, indicating the fact that each person will get his due share of the inheritance, as Al-Walibi reported from Ibn `Abbas. Allah then directed the servants to what benefits them,
وَاسْأَلُواْ اللَّهَ مِن فَضْلِهِ(and ask Allah of His Bounty.)Therefore, the Ayah states, "Do not wish for what other people were endowed with over you, for this is a decision that will come to pass, and wishing does not change its decree. However, ask Me of My favor and I will grant it to you, for I Am Most Generous and Most Giving." Allah then said,
إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيماً(Surely, Allah is Ever All-Knower of everything.) meaning, Allah knows who deserves this life, and so He gives him riches, and whoever deserves poverty, He makes him poor. He also knows who deserves the Hereafter, and He directs him to perform the deeds that will help him to be sucessful in it, and whoever deserves failure, He prevents him from achieving righteousness and what leads to it. Hence, Allah said, m
إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيماً(Surely, Allah is Ever All-Knower of everything).
Tafsir Kemenag RI
Orang yang beriman tidak boleh merasa iri hati terhadap orang yang lebih banyak memperoleh karunia dari Allah, karena Allah telah mengatur alam ini sedemikian rupa terjalin dengan hubungan yang rapi. Manusia pun tidak sama jenis kemampuannya, sehingga masing-masing memiliki keistimewaan dan kelebihan. Bukan saja antara laki-laki dengan perempuan, tetapi juga antar sesama laki-laki atau sesama perempuan.
Selanjutnya ayat ini menerangkan bahwa laki-laki mempunyai bagian dari apa yang mereka peroleh, demikian juga perempuan mempunyai bagian dari apa yang mereka peroleh, sesuai dengan usaha dan kemampuan mereka masing-masing.
Oleh karena itu orang dilarang iri hati terhadap orang yang lebih banyak memperoleh karunia dari Allah. Akan tetapi ia hendaknya memohon kepada Allah disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh agar Allah melimpahkan pula karunia-Nya yang lebih banyak tanpa iri hati kepada orang lain. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik tentang permohonan yang dipanjatkan kepada-Nya, maupun tentang apa yang lebih sesuai diberikan kepada hamba-Nya.
Setiap orang yang merasa tidak senang terhadap karunia yang dianugerahkan Allah kepada seseorang, atau ia ingin agar karunia itu hilang atau berpindah dari tangan orang yang memperolehnya, maka hal itu adalah iri hati yang dilarang dalam ayat ini. Tetapi apabila seseorang ingin memiliki sesuatu seperti yang dimiliki orang lain, atau ingin kaya seperti kekayaan orang lain menurut pendapat yang termasyhur, hal demikian tidaklah termasuk iri hati yang terlarang.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَلَا
walā
And (do) not
تَتَمَنَّوۡاْ
tatamannaw
covet
مَا
mā
what
فَضَّلَ
faḍḍala
(has) bestowed
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
بِهِۦ
bihi
[with it]
بَعۡضَكُمۡ
baʿḍakum
some of you
عَلَىٰ
ʿalā
over
بَعۡضٖۚ
baʿḍin
others
لِّلرِّجَالِ
lilrrijāli
For men
نَصِيبٞ
naṣībun
(is) a share
مِّمَّا
mimmā
of what
ٱكۡتَسَبُواْۖ
ik'tasabū
they earned
وَلِلنِّسَآءِ
walilnnisāi
and for women
نَصِيبٞ
naṣībun
(is) a share
مِّمَّا
mimmā
of what
ٱكۡتَسَبۡنَۚ
ik'tasabna
they earned
وَسۡـَٔلُواْ
wasalū
And ask
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
مِن
min
of
فَضۡلِهِۦٓۚ
faḍlihi
His bounty
إِنَّ
inna
Indeed
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
كَانَ
kāna
is
بِكُلِّ
bikulli
of every
شَيۡءٍ
shayin
thing
عَلِيمٗا
ʿalīman
All-Knower