Surah 27 · 27:80

Surah An-Naml 27:80

An-Naml · The Ant

إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْاْ مُدْبِرِينَ

Innaka la tusmiAAu almawta walatusmiAAu assumma adduAAaa ithawallaw mudbireen

Indeed, you will not make the dead hear, nor will you make the deaf hear the call when they have turned their backs retreating.

Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang.

SurahAn-Naml
Juz20
Page384
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Qur'an tells the Story of the Differences among the Children of Israel, and Allah judges between Them

Allah tells us about His Book and the guidance, proof and criterion between right and wrong that it contains. He tells us about the Children of Israel, who were the bearers of the Tawrah and Injil.

أَكْثَرَ الَّذِى هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

(most of that in which they differ.) such as their different opinions about `Isa. The Jews lied about him while the Christians exaggerated in praise for him, so the Qur'an came with the moderate word of truth and justice: that he was one of the servants of Allah, and one of His noble Prophets and Messengers, may the best of peace and blessings be upon him, as the Qur'an says:

ذلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِى فِيهِ يَمْتُرُونَ

(Such is `Isa, son of Maryam. (It is) a statement of truth, about which they doubt) (19:34).

وَإِنَّهُ لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤمِنِينَ

(And truly, it is a guide and a mercy for the believers.) meaning, it is guidance for the hearts of those who believe in it, and a mercy to them. Then Allah says:

إِن رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُم

(Verily, your Lord will decide between them) meaning, on the Day of Resurrection,

بِحُكْمِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ

(by His judgement. And He is the All-Mighty,) means, in His vengeance,

الْعَلِيمُ

(the All-Knowing.) Who knows all that His servants do and say.

The Command to put One's Trust in Allah and to convey the Message

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

(So, put your trust in Allah;) in all your affairs, and convey the Message of your Lord.

إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ

(surely, you are on manifest truth.) meaning, you are following manifest truth, even though you are opposed by those who oppose you because they are doomed. The Word of your Lord has been justified against them, so that they will not believe even if all the signs are brought to them. Allah says:

إِنَّكَ لاَ تُسْمِعُ الْمَوْتَى

(Verily, you cannot make the dead to hear) meaning, you cannot cause them to hear anything that will benefit them. The same applies to those over whose hearts is a veil and in whose ears is deafness of disbelief. Allah says:

وَلاَ تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْاْ مُدْبِرِينَوَمَآ أَنتَ بِهَادِى الْعُمْىِ عَن ضَلَـلَتِهِمْ إِن تُسْمِعُ إِلاَّ مَن يُؤْمِنُ بِـئَايَـتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ-

(nor can you make the deaf to hear the call, when they flee, turning their backs. Nor can you lead the blind out of their error. You can only make to hear those who believe in Our Ayat, so they submit (became Muslims).) meaning, those who have hearing and insight will respond to you, those whose hearing and sight are of benefit to their hearts and who are humble towards Allah and to the Message that comes to them through the mouths of the Messengers, may peace be upon them.

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak ditugaskan supaya menjadikan orang-orang musyrik itu beriman. Beliau hanya ditugaskan untuk menyampaikan seruan atau risalah dari Allah. Tidak termasuk wewenang beliau untuk memaksa orang kafir menjadi seorang mukmin. Hal tersebut berada dalam kekuasaan Allah. Nabi tidak mampu memasukkan petunjuk ke dalam hati orang yang sudah terkunci mati. Ayat ini juga menjelaskan bahwa Muhammad tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar dan tidak pula menjadikan orang-orang tuli mendengar panggilan, terlebih lagi bila hati mereka telah berpaling ke belakang.

Kalimat "orang-orang yang mati" dan "orang-orang yang tuli" dalam ayat ini adalah ungkapan metafora. Maksudnya adalah orang-orang musyrik itu dianggap sebagai orang yang sudah mati pikirannya, sudah tuli dan tidak dapat mendengar panggilan dan ajakan kebaikan. Mereka telah berpaling ke belakang. Mereka diserupakan dengan orang yang mati dan orang yang tuli karena semua ayat yang dibacakan kepada mereka tidak berpengaruh sama sekali

Walaupun secara umum ayat ini menjelaskan bahwa orang yang telah mati tidak dapat mendengar seruan orang yang masih hidup, tetapi ada beberapa hadis yang sahih, seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berbicara pada mayat-mayat kaum musyrikin yang terbunuh waktu perang Badar dan dikubur bersama-sama dalam sebuah sumur. Melihat hal itu, sebagian sahabat, di antaranya Umar bin Khattab, menyatakan keheranannya dengan bertanya mengapa Rasulullah berbicara dengan orang yang sudah meninggal. Menanggapi hal itu, Rasulullah bersabda:

Kamu tidak lebih mendengar daripada mereka terhadap apa yang aku katakan, hanya saja mereka tidak dapat menjawab. (Riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik)

Pengertian yang terkandung dalam hadis di atas adalah bahwa orang-orang yang masih hidup dan mayat-mayat itu sama dapat mendengar ucapan Nabi. Akan tetapi, orang yang masih hidup dapat menjawab, sedangkan mereka tidak. Dalam beberapa hadis yang sahih diterangkan pula oleh Nabi bahwa bila seorang mayat telah selesai dimasukkan ke kuburnya, ia dapat mendengar suara sepatu atau terompah orang-orang yang mengantarnya.

Sebagai seorang penyampai risalah Allah, Nabi tidak dapat memberi hidayah kepada orang-orang musyrik untuk menjadi mukmin sebagaimana yang terjadi dengan paman Nabi yaitu Abu thalib yang hingga akhir hidupnya tidak beriman. Firman Allah:

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (al-Qasas/28: 56)

Tugas Nabi hanya memberi petunjuk dalam arti memberi bimbingan (irsyad), memberi keterangan (bayan), dan melaksanakannya, sebagaimana firman Allah:

... Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.(asy-Syura/42: 52)

Pengertian hidayah pada Surah al-Qasas/28: 56 di atas adalah "taufik". Hal ini mengandung pengertian bahwa Nabi tidak mempunyai kewenangan untuk memberi taufik kepada manusia, walaupun terhadap orang yang dicintainya, misalnya Abu thalib. hanya Allah yang dapat memberi hidayah dalam arti taufik kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Adapun hidayah pada Surah as-Syura/42: 52 bermakna "tabyin dan irsyad". Hal ini berarti bahwa Nabi mempunyai kewenangan untuk memberi penjelasan dengan petunjuk yang luas.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

إِنَّكَ

innaka

Indeed, you

لَا

(can) not

تُسۡمِعُ

tus'miʿu

cause to hear

ٱلۡمَوۡتَىٰ

l-mawtā

the dead

وَلَا

walā

and not

تُسۡمِعُ

tus'miʿu

can you cause to hear

ٱلصُّمَّ

l-ṣuma

the deaf

ٱلدُّعَآءَ

l-duʿāa

the call

إِذَا

idhā

when

وَلَّوۡاْ

wallaw

they turn back

مُدۡبِرِينَ

mud'birīna

retreating