Surah 27 · 27:30
Surah An-Naml 27:30
An-Naml · The Ant
إِ
Innahu min sulaymana wa-innahu bismiAllahi arrahmani arraheem
Indeed, it is from Solomon, and indeed, it is [i.e., reads]: 'In the name of Allāh, the Entirely Merciful, the Especially Merciful,
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Sulayman's Letter to Bilqis
Allah tells us what Sulayman said to the hoopoe when he told him about the people of Saba' and their queen:
قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْكَـذِبِينَ((Sulayman) said: "We shall see whether you speak the truth or you are (one) of the liars.") meaning, `are you telling the truth'
أَمْ كُنتَ مِنَ الْكَـذِبِينَ(or you are (one) of the liars.) meaning, `or are you telling a lie in order to save yourself from the threat I made against you'
اذْهَب بِّكِتَابِى هَـذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ(Go you with this letter of mine and deliver it to them then draw back from them and see what they return.) Sulayman wrote a letter to Bilqis and her people and gave it to the hoopoe to deliver. It was said that he carried it on his wings, as is the way with birds, or that he carried it in his beak. He went to their land and found the palace of Bilqis, then he went to her private chambers and threw the letter through a small window, then he stepped to one side out of good manners. Bilqis was amazed and confused when she saw that, then she went and picked up the letter, opened its seal and read it. The letter said:
إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ - أَلاَّ تَعْلُواْ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ(it is from Sulayman, and it (reads): `In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful; Be you not exalted against me, but come to me submitting (as Muslims).') So she gathered her commanders and ministers and the leaders of her land, and said to them:
يأَيُّهَا الْمَلأُ إِنَّى أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ("O chiefs! Verily, here is delivered to me a noble letter.") She described it as such because of the wondrous things she had seen, that it was delivered by a bird who threw it to her, then stood aside out of good manners. This was something that no king could do. Then she read the letter to them:
إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ - أَلاَّ تَعْلُواْ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ(Verily, it is from Sulayman, and it (reads): `In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful; Be you not exalted against me, but come to me submitting (as Muslims).') Thus they knew that it was from Allah's Prophet Sulayman, upon him be peace, and that they could not match him. This letter was the utmost in brevity and eloquence, coming straight to the point.
أَلاَّ تَعْلُواْ عَلَىَّ(Be you not exalted against me,) Qatadah said: "Do not be arrogant with me.
وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ(but come to me submitting (as Muslims). )" `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said: "Do not refuse or be too arrogant to come to me
وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ(but come to me submitting (as Muslims).)"
Tafsir Kemenag RI
Setelah Ratu Balqis membaca surat Nabi Sulaiman yang disampaikan burung hud-hud itu, ia pun mengumpulkan pemuka-pemuka kaumnya dan mengadakan persidangan. Dalam persidangan itu, Ratu Balqis menyampaikan isi surat tersebut dan meminta pertimbangan kepada yang hadir, "Wahai pemimpin kaumku, aku telah menerima surat yang mulia dan berarti dikirimkan oleh seseorang yang mulia pula."
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Ratu Balqis merundingkan dan memusyawarahkan isi surat Sulaiman dengan pemuka-pemuka kaumnya. Sekalipun yang melakukan permusyawaratan itu adalah Ratu Balqis dan pemuka-pemuka kaumnya yang belum beriman, tetapi tindakan Ratu Balqis itu disebut Allah dalam firman-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip musyawarah itu adalah prinsip yang diajarkan Allah kepada manusia dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mereka alami dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, siapa pun yang melakukannya, maka tindakan itu adalah tindakan yang dipuji Allah.
Dalam ayat ini disebutkan bahwa surat Sulaiman yang dikirimkan kepada Ratu Balqis itu disebut kitabun karim (surat yang mulia). Hal ini menunjukkan bahwa surat Nabi Sulaiman itu adalah surat yang mulia dan berharga karena:
1. Surat itu ditulis dalam bahasa yang baik dan memakai stempel sebagai tanda surat resmi.
2. Surat itu berasal dari Sulaiman, sebagai seorang raja sekaligus nabi.
3. Surat tersebut dimulai dengan Bismillahir Rahmanir Rahim.
Menurut suatu riwayat, surat Sulaiman tersebut merupakan surat yang pertama kali dimulai dengan basmalah. Cara membuat surat seperti yang dilakukan Nabi Sulaiman ini adalah cara yang baik untuk dicontoh oleh setiap kaum Muslimin ketika membuat surat.
Ada beberapa hal yang terjadi berkat keistimewaan surat Sulaiman, di antaranya ialah:
1. Surat itu disampaikan burung hud-hud dalam waktu yang singkat kepada Ratu Saba'.
2. Kemampuan burung hud-hud menerima pesan dan menangkap pembicaraan dalam perundingan Ratu Saba' dengan pembesar-pembesarnya.
3. Surat itu dapat pula dimengerti dan dipahami oleh penduduk negeri Saba'.
4. Para utusan pemuka kaum Saba' dapat menyatakan pendapat mereka dengan bebas. Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi mereka mengemukakan pendapat masing-masing. Dengan demikian, hasil perundingan itu adalah hasil yang sesuai dengan pikiran dan pendapat rakyat negeri Saba'.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
إِنَّهُۥ
innahu
Indeed, it
مِن
min
(is) from
سُلَيۡمَٰنَ
sulaymāna
Sulaiman
وَإِنَّهُۥ
wa-innahu
and indeed it (is)
بِسۡمِ
bis'mi
In the name
ٱللَّهِ
l-lahi
(of) Allah
ٱلرَّحۡمَٰنِ
l-raḥmāni
the Most Gracious
ٱلرَّحِيمِ
l-raḥīmi
the Most Merciful