Surah 27 · 27:3

Surah An-Naml 27:3

An-Naml · The Ant

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٲةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٲةَ وَهُم بِٱلْأَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Allatheena yuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wahum bil-akhiratihum yooqinoon

Who establish prayer and give zakāh, and of the Hereafter they are certain [in faith].

(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.

SurahAn-Naml
Juz19
Page377
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Which was revealed in Makkah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

The Qur'an is Guidance and Glad Tidings for the Believers, a Warning to the Disbelievers, and it is from Allah

In (the comments on) Surat Al-Baqarah, we discussed the letters which appear at the beginning of some Surahs.

تِلْكَ ءَايَـتُ الْقُرْءَانِ وَكِتَـبٍ مُّبِينٍ

(These are the Ayat of the Qur'an, and (it is) a Book (that is) clear.) It is plain and evident.

هُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

(A guide and glad tidings for the believers.) meaning, guidance and good news may be attained from the Qur'an for those who believe in it, follow it and put it into practice. They establish obligatory prayers, pay Zakah and believe with certain faith in the Hereafter, the resurrection after death, reward and punishment for all deeds, good and bad, and Paradise and Hell. This is like the Ayat:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدًى وَشِفَآءٌ وَالَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ فِى ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ

(Say: "It is for those who believe, a guide and a healing. And as for those who disbelieve, there is heaviness (deafness) in their ears...") (41:44).

لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْماً لُّدّاً

(that you may give glad tidings to those who have Taqwa, and warn with it the Ludd (most quarrelsome) people) (19: 97). Allah says here:

إِنَّ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالاٌّخِرَةِ

(Verily, those who believe not in the Hereafter,) meaning, those who deny it and think that it will never happen,

زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَـلَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ

(We have made their deeds fair seeming to them, so that they wander about blindly.) means, `We have made what they are doing seem good to them, and We have left them to continue in their misguidance, so they are lost and confused.' This is their recompense for their disbelief in the Hereafter, as Allah says:

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَـرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُواْ بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ

(And We shall turn their hearts and their eyes away, as they refused to believe therein for the first time) (6:110).

أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَهُمْ سُوءُ الْعَذَابِ

(They are those for whom there will be an evil torment.) in this world and the Hereafter.

وَهُمْ فِى الاٌّخِرَةِ هُمُ الاٌّخْسَرُونَ

(And in the Hereafter they will be the greatest losers.) means, no one but they, among all the people who will be gathered, will lose their souls and their wealth.

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

(And verily, you are being taught the Qur'an from One, All-Wise, All-Knowing.)

وَأَنَّكَ

(And verily, you) O Muhammad. Qatadah said:

لَتُلَقَّى

(are being taught) "Are receiving."

الْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

(the Qur'an from One, All-Wise, All-Knowing.) from One Who is Wise in His commands and prohibitions, and Who knows all things, major and minor. Whatever He says is absolute Truth, and His rulings are entirely fair and just, as Allah says:

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقاً وَعَدْلاً

(And the Word of your Lord has been fulfilled in truth and in justice) (6:115).

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang mukmin, yaitu:

1. Mendirikan salat, yaitu menunaikan salat wajib dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Salat dikerjakan dengan segala ketulusan hati, kekhusyukan, dan kerendahan hati di hadapan Allah. Salat dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar karena salat dapat menghilangkan sifat-sifat jiwa yang negatif. Salat merupakan unsur yang membentuk ketakwaan di samping iman kepada yang gaib. Kekhusyukan dalam melaksanakan salat menjadi salah satu syarat untuk menjadi orang mukmin yang sejati.

Kedudukan salat dalam Islam antara lain adalah:

a. Sebagai tiang agama, tanpa salat agama akan runtuh.

b. Sebagai kewajiban pertama dari Allah sebelum kewajiban-kewajiban ibadah lainnya. Perintah wajib ini diterima langsung oleh Nabi Muhammad tanpa perantaraan malaikat Jibril sebagaimana yang disebutkan dalam kisah Isra' Mi'raj.

c. Salat merupakan amal yang pertama-tama diperhitungkan (hisab) pada hari Kiamat nanti. Kalau baik salatnya, maka semua amal lainnya akan baik pula. Sebaliknya, kalau salatnya rusak, maka semua amal lainnya ikut rusak.

2. Menunaikan zakat yang merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Membayar zakat itu wajib sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Abu Bakar sebagai khalifah pertama setelah Nabi Muhammad wafat, telah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Padahal zakat itu merupakan suatu kewajiban yang berhu-bungan dengan harta. Dengan zakat, orang-orang mukmin membersihkan jiwa mereka dari sifat kikir dan tamak. Kedua sifat ini dapat menimbulkan fitnah (keonaran) bagi pemilik harta.

Harta adalah rezeki dari Allah yang wajib disyukuri dengan menunaikan zakat, sebagai cara untuk menyucikannya. Pada harta tersebut ada bagian yang menjadi hak orang-orang miskin. Bagi orang-orang miskin zakat dapat membersihkan jiwa mereka dari sifat-sifat dengki dan iri hati kepada orang-orang kaya. Dengan demikian, hubungan baik antara si kaya dan si miskin dalam masyarakat akan tetap terjaga dan kesenjangan antara keduanya bisa dikurangi.

3. Yakin akan adanya hari akhirat, maksudnya ialah yakin akan adanya hidup setelah mati. Semua orang akan kembali menghadap Allah untuk diperhitungkan amal baik dan buruknya. Keduanya akan dibalas dengan balasan yang setimpal.

Dengan demikian, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya selama hidup di dunia. Ini berarti bahwa manusia diciptakan Allah di dunia bukanlah tanpa tujuan atau sia-sia belaka. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (al-Mu'minun/23: 115).

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

ٱلَّذِينَ

alladhīna

Those who

يُقِيمُونَ

yuqīmūna

establish

ٱلصَّلَوٰةَ

l-ṣalata

the prayer

وَيُؤۡتُونَ

wayu'tūna

and give

ٱلزَّكَوٰةَ

l-zakata

zakah

وَهُم

wahum

and they

بِٱلۡأٓخِرَةِ

bil-ākhirati

in the Hereafter

هُمۡ

hum

[they]

يُوقِنُونَ

yūqinūna

believe with certainty