Surah 16 · 16:68

Surah An-Nahl 16:68

An-Nahl · The Bee

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Waawha rabbuka ila annahliani ittakhithee mina aljibali buyootan wamina ashshajariwamimma yaAArishoon

And your Lord inspired to the bee, "Take for yourself among the mountains, houses [i.e., hives], and among the trees and [in] that which they construct.

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, "Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,

SurahAn-Nahl
Juz14
Page274
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

In the Bee and its Honey there is Blessing and a Lesson

What is meant by inspiration here is guidance. The bee is guided to make its home in the mountains, in trees and in structures erected by man. The bee's home is a solid structure, with its hexagonal shapes and interlocking forms there is no looseness in its combs. Then Allah decrees that the bee will have permission to eat from all fruits and to follow the ways which Allah has made easy for it, wherever it wants to go in the vast spaces of the wilderness, valleys and high mountains. Then each bee comes back to its hive without swerving to the right or left, it comes straight back to its home where its offspring and honey are. It makes wax from its wings, and regurgitates honey from its mouth, and lays eggs from its rear, then the next morning it goes out to the fields again.

فَاسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً

(and follow the routes of your Lord made easy (for you)) Qatadah and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said: "This means, in an obedient way", understanding it to be a description of the route of migration. Ibn Zayd said that this is like the Ayah:

وَذَلَّلْنَـهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

(And We have subdued them for them so that some they may ride and some they may eat.) (36:72) He said: "Do you not see that they move the bees' home from one land to another, and the bees follow them" The first opinion is clearly the more likely, as it describes the routes that the bees follow, i.e., `follow these routes as they are easy for you.' This was stated by Mujahid. Ibn Jarir said that both opinions are correct.

يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَآءٌ لِلنَّاسِ

(There comes forth from their bellies, a drink of varying colors, wherein is healing for men.) meaning, honey, that is white, yellow, red, or of other good colors, depending on the different things that the bees eat.

فِيهِ شِفَآءٌ لِلنَّاسِ

(in which there is a cure for men.) meaning there is a cure in honey for diseases that people suffer from. Some of those who spoke about the study of Prophetic medicine said that if Allah had said, `in which there is the cure for men', then it would be the remedy for all diseases, but He said, `in which there is a cure for men', meaning that it is the right treatment for every "cold" disease, because it is "hot", and a disease should be treated with its opposite. Al-Bukhari and Muslim recorded in their Sahihs from Qatadah from Abu Al-Mutawakkil `Ali bin Dawud An-Naji from Abu Sa`id Al-Khudri that a man came to the Messenger of Allah ﷺ and said, "My brother is suffering from diarrhea". He said,

«اسْقِهِ عَسَلًا»

(Give him honey to drink.) The man went and gave him honey, then he came back and said, "O Messenger of Allah! I gave him honey to drink, and he only got worse." The Prophet said,

«اذْهَبْ فَاسْقِهِ عَسَلًا»

(Go and give him honey to drink.) So he went and gave him honey, then he came back and said, "O Messenger of Allah! it only made him worse. " The Prophet said,

«صَدَقَ اللهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ، اذْهَبْ فَاسْقِهِ عَسَلًا»

(Allah speaks the truth and your brother's stomach is lying. Go and give him honey to drink.) So he went and gave him honey, and he recovered." It is reported in the Two Sahihs from `A'ishah, may Allah be pleased with her, that the Messenger of Allah ﷺ used to like sweet things and honey. This is the wording of Al-Bukhari, who also reported in his Sahih from Ibn `Abbas that the Messenger of Allah ﷺ said:

«الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ: فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ، أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ، وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَي»

(Healing is to be found in three things: the cut made by the cupper, or drinking honey, or in branding with fire (cauterizing), but I have forbidden my Ummah to use branding.)

إِنَّ فِى ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(There is indeed a sign in that for people who reflect.) meaning in the fact that Allah inspires this weak little creature to travel through the vast fields and feed from every kind of fruit, then gather it for wax and honey, which are some of the best things, in this is a sign for people who think about the might and power of the bee's Creator Who causes all of this to happen. From this they learn that He is the Initiator, the All-Powerful, the All-Wise, the All-Knowing, the Most Generous, the Most Merciful.

Tafsir Kemenag RI

Kemudian Allah swt meminta perhatian para hamba-Nya agar memperhatikan lebah. Allah telah memberikan naluri kepada lebah sehingga mempunyai kemahiran untuk membuat sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang didirikan manusia. Seorang yang mau memperhatikan bagaimana kemahiran lebah membuat sarangnya, tentu ia akan takjub. Sarang lebah terbuat dari bahan serupa lilin dan mempunyai bentuk segi enam berangkai yang menurut para ahli struktur bangunan merupakan ruang yang paling banyak memuat isi dibanding dengan segi-segi lain. Apabila diperhatikan bobotnya, sarang lebah itu sangat ringan, tetapi dapat menahan beban yang berat yaitu madu, telur, dan embrio-embrionya. Hal ini juga menjadi bukti yang menunjukkan kekuasaan Allah Yang Maha Esa.

Ayat di atas menggambarkan perikehidupan lebah madu secara singkat namun akurat sebagai berikut.

1."...Buatlah sarang-sarang pada sebagian pegunungan dan sebagian pepohonan, dan pada sebagian tempat-tempat tinggi yang mereka buat...". Kelompok lebah diperkirakan terdiri atas, paling tidak, 20.000 jenis. Masing-masing jenis memiliki cara sendiri-sendiri dalam membuat sarangnya. Mereka menggunakan semua sarana, mulai dari gua-gua yang terletak di pegunungan, lubang-lubang pada pohon tua, atau membuat sarang sendiri dan menggantungnya pada cabang pohon. Mengingat ayat ini ditujukan khusus untuk lebah madu, maka uraian tentang sarang lebah madu akan diuraikan secara lebih rinci.

Sarang lebah madu, atau lebah pada umumnya, merupakan tempat yang strategis dan sentral untuk seluruh kehidupan kelompok. Mulai dari tempat mengasuh anakan (larva) sampai dengan pusat informasi, semuanya ada di sarang.

Sarang lebah madu terdiri atas bilik-bilik yang berupa lubang-lubang segi enam (hexagonal) yang nyaris sempurna. Para ahli konstruksi mengakui bahwa bentuk segi enam adalah bentuk yang paling kuat, menghemat bahan dan ruangan. Bentuk tersebut juga mencegah serangga lain masuk di sela-sela bilik dan membuat sarang.

2."...Kemudian makanlah dari setiap buah-buahan¦." Bahan utama yang dijadikan makanan lebah madu adalah nektar, suatu cairan manis yang terdapat pada bunga. Sedangkan jenis-jenis lebah lainnya ada juga yang memperoleh makanan dari sari buah-buahan.

3."...Dan tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu dalam keadaan mudah...." Dalam proses pencarian lapangan bunga, beberapa lebah pekerja dikirim sebagai pemandu untuk mencari daerah yang potensial. Mereka dapat terbang sampai sejauh lima kilometer dan akan terus mencari sampai menemukan jumlah yang cukup untuk dipanen untuk kemudian disampaikan kepada lebah lainnya.

"Allah mewahyukan kepada lebah" mengandung arti kiasan. Mengapa wahyu yang biasa diturunkan kepada manusia itu bisa diturunkan kepada bangsa lebah. Kita harus memahami ayat ini dengan memahami apa fungsi dan tujuan dari Allah menurunkan wahyu. Wahyu bertujuan untuk memberikan petunjuk. Jadi Allah memberikan petunjuk kepada bangsa lebah untuk ditaati sepanjang hidupnya oleh setiap lebah sampai kiamat. Berbeda dengan manusia, dimana ada yang taat dan ada pula yang membangkang bahkan dan yang mendustakan wahyu dari Allah swt. Lebah (dan binatang maupun tumbuhan lainnya) tanpa terkecuali akan menaati dan menjadikan-nya sebagai pegangan dan petunjuk hidupnya

Dalam ayat ini, petunjuk Allah adalah untuk membuat sarang (lebah) pada tempat-tempat yang dibuat manusia. Ini artinya bahwa Allah menolong manusia untuk membudidayakan dan memanfaatkannya seperti yang dijelaskan dalam An-Naḥl 16:69. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dunia tumbuhan, dan beberapa di antaranya sangat bermanfaat setelah diproses lebih lanjut oleh binatang, misalnya madu yang diperoleh dari aktivitas lebah madu.

Aristoteles adalah orang pertama yang menekuni dan mempelajari lebah madu. Walaupun banyak teorinya yang tidak masuk akal, apabila dikaji dengan pengetahuan saat ini, namun harus diakui bahwa dialah pionir dalam penelitian dan pengungkapan perikehidupan lebah. Perhatian manusia diper-kirakan sudah dimulai antara 8.000 sampai 15.000 tahun yang lalu. Banyak lukisan-lukisan di dinding gua prehestorik yang memperlihatkan bagaimana manusia memanen madu dari sarang lebah madu. Pemeliharaan lebah diduga dimulai di Mesir sekitar tahun 2400 SM.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَأَوۡحَىٰ

wa-awḥā

And inspired

رَبُّكَ

rabbuka

your Lord

إِلَى

ilā

to

ٱلنَّحۡلِ

l-naḥli

the bee

أَنِ

ani

[that]

ٱتَّخِذِي

ittakhidhī

Take

مِنَ

mina

among

ٱلۡجِبَالِ

l-jibāli

the mountains

بُيُوتٗا

buyūtan

houses

وَمِنَ

wamina

and among

ٱلشَّجَرِ

l-shajari

the trees

وَمِمَّا

wamimmā

and in what

يَعۡرِشُونَ

yaʿrishūna

they construct