Surah 16 · 16:114

Surah An-Nahl 16:114

An-Nahl · The Bee

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلاً طَيِّبًا وَٱشْكُرُواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Fakuloo mimma razaqakumu Allahuhalalan tayyiban washkuroo niAAmataAllahi in kuntum iyyahu taAAbudoon

Then eat of what Allāh has provided for you [which is] lawful and good. And be grateful for the favor of Allāh, if it is [indeed] Him that you worship.

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

SurahAn-Nahl
Juz14
Page280
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Command to eat Lawful Provisions and to be Thankful, and an Explanation of what is Unlawful

Allah orders His believing servants to eat the good and lawful things that He has provided, and to give thanks to Him for that, for He is the Giver and Originator of all favors, Who alone deserves to be worshipped, having no partners or associate. Then Allah mentions what He has forbidden things which harm them in both religious and worldly affairs, i.,e., dead meat, blood and the flesh of pigs.

وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

(and any animal which is slaughtered as a sacrifice for other than Allah.) meaning, it was slaughtered with the mention of a name other than that of Allah. Nevertheless,

فَمَنِ اضْطُرَّ

(But if one is forced by necessity.) meaning, if one needs to do it, without deliberately disobeying or transgressing, then,

فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(Allah is Pardoning, Most Merciful.) We have already discussed a similar Ayah in Surat Al-Baqarah, and there is no need to repeat it here. And to Allah be praise. Then Allah forbids us to follow the ways of the idolators who declare things to be permitted or forbidden based upon their own whims and whatever names they agree on, such as the Bahirah (a she-camel whose milk was spared for the idols and nobody was allowed to milk it), the Sa'ibah (a she-camel let loose for free pasture for their false gods, idols, etc., and nothing was allowed to be carried on it), the Wasilah (a she-camel set free for idols because it has given birth to a she-camel at its first delivery and then again gives birth to a she-camel at its second delivery) and the Ham (a stallion camel freed from work for the sake of their idols, after it had finished a number of acts of copulation assigned for it), and so on. All of these were laws and customs that were invented during jahiliyyah. Then Allah says:

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَـذَا حَلَـلٌ وَهَـذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ

(And do not describe what your tongues have lied about, saying: "This is lawful and this is forbidden," to invent lies against Allah.) This includes everyone who comes up with an innovation (Bid`ah) for which he has no evidence from the Shari`ah, or whoever declares something lawful that Allah has forbidden, or whoever declares something unlawful that Allah has permitted, only because it suits his opinions or whim to do so.

لِمَا تَصِفُ

(describe what...) meaning, do not speak lies because of what your tongues put forth. Then Allah warns against that by saying:

إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

(Verily, those who invent lies against Allah, will never succeed.) meaning, either in this world or the Hereafter. As for this world, it is transient pleasure, and in the Hereafter, theirs will be a severe punishment, as Allah says:

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلاً ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَى عَذَابٍ غَلِيظٍ

(We let them enjoy for a little while, then in the end We will drive them into an unrelenting punishment.) (31:24) and

قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ - مَتَـعٌ فِى الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ

(Verily, those who invent a lie against Allah, will never be successful. (A brief) enjoyment in this world! and then to Us will be their return, then We shall make them taste the severest torment because they disbelieved.) (10:69-70)

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini, Allah menyuruh kaum Muslimin untuk memakan makanan yang halal dan baik dari rezeki yang diberikan Allah swt kepada mereka, baik makanan itu berasal dari binatang maupun tanaman. Makanan yang halal ialah makanan dan minuman yang dibenarkan oleh agama untuk dimakan dan diminum. Makanan yang baik ialah makanan dan minuman yang dibenarkan untuk dimakan atau diminum oleh kesehatan, termasuk di dalamnya makanan yang bergizi, enak, dan sehat. Makanan yang halal lagi baik inilah yang diperintahkan oleh Allah untuk dimakan dan diminum. Makanan yang dibenarkan oleh ilmu kesehatan sangat banyak, dan pada dasarnya boleh dimakan dan diminum.

Firman Allah swt:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu (al-Baqarah/2: 172)

Firman Allah swt:

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah,"Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. (al-Ma'idah/5: 4)

Makanan dan minuman yang baik-baik tidak haram dimakan, kecuali bilamana Allah swt atau rasul-Nya mengharamkannya.

Firman Allah swt:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Ma'idah/5: 87)

Makanan yang tersebar di muka bumi dari jenis hewan dan tanaman merupakan nikmat Allah swt yang besar. Manusia seharusnya mensyukuri-nya dengan jalan mengucapkan "Alhamdulillah" dan memanfaatkannya sesuai petunjuk Allah dan rasul-Nya, seperti memakan atau memperjual-belikannya. Nabi saw bersabda:

Sesungguhnya Allah benar-benar senang terhadap hamba yang mengucap-kan "Alhamdulillah". (Riwayat ath-thabrani dari al-Aswad bin Sari')

Termasuk dalam arti bersyukur ialah memelihara dan mengembangkan sumber-sumber bahan makanan agar jangan sampai punah dari permukaan bumi dan untuk memenuhi kebutuhan gizi makanan umat manusia. Dalam memelihara dan mengembangkan hewan atau tanaman itu, kaum Muslimin hendaknya tunduk kepada hukum-hukum Allah yang berlaku, umpamanya tentang ketentuan zakat dan fungsi sosialnya.

Mensyukuri nikmat Allah berarti mengucapkan kalimat syukur ketika memanfaatkan, memelihara, dan mengembangkannya berdasarkan petunjuk-petunjuk Allah, karena Dialah yang memberi anugerah dan kenikmatan itu. Tiap orang mukmin hendaklah menaati ketentuan-ketentuan dan perintah Allah, serta menjauhi larangan-Nya jika benar-benar beriman kepada-Nya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

فَكُلُواْ

fakulū

So eat

مِمَّا

mimmā

of what

رَزَقَكُمُ

razaqakumu

Allah has provided you

ٱللَّهُ

l-lahu

Allah has provided you

حَلَٰلٗا

ḥalālan

lawful

طَيِّبٗا

ṭayyiban

and good

وَٱشۡكُرُواْ

wa-ush'kurū

And be grateful

نِعۡمَتَ

niʿ'mata

(for the) Favor

ٱللَّهِ

l-lahi

(of) Allah

إِن

in

if

كُنتُمۡ

kuntum

[you]

إِيَّاهُ

iyyāhu

Him Alone

تَعۡبُدُونَ

taʿbudūna

you worship