Surah 3 · 3:25

Surah Ali 'Imran 3:25

Ali 'Imran · Family of Imran

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَـٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Fakayfa itha jamaAAnahumliyawmin la rayba feehi wawuffiyat kullu nafsin makasabat wahum la yuthlamoon

So how will it be when We assemble them for a Day about which there is no doubt? And each soul will be compensated [in full for] what it earned, and they will not be wronged.

Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan kejadiannya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?

SurahAli 'Imran
Juz3
Page53
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Chastising the People of the Book for Not Referring to the Book of Allah for Judgment

Allah criticizes the Jews and Christians who claim to follow their Books, the Tawrah and the Injil, because when they are called to refer to these Books where Allah commanded them to follow Muhammad , they turn away with aversion. This censure and criticism from Allah was all because of their defiance and rejection. Allah said next,

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلاَ أَيَّامًا مَّعْدُودَتٍ

(This is because they say: "The Fire shall not touch us but for a number of days.") meaning, what made them dare to challenge and defy the truth is their false claim that Allah will only punish them for seven days in the Fire, a day for every one thousand years in this life. We mentioned this subject in the Tafsir of Surat Al-Baqarah.

Allah then said,

وَغَرَّهُمْ فِى دِينِهِم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(And that which they used to invent regarding their religion has deceived them.) meaning, what caused them to remain on their false creed is that they deceived themselves, believing that the Fire will only touch them for a few days for their errors. However, it is they who have invented this notion, and Allah did not grant them authority to support this claim. Allah said, while threatening and warning them,

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَـهُمْ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ

(How (will it be) when We gather them together on the Day about which there is no doubt (i. e. the Day of Resurrection).) meaning, what will their condition be like after they have uttered this lie about Allah, rejected His Messengers and killed His Prophets and their scholars who enjoined righteousness and forbade evil Allah will ask them about all this and punish them for what they have done. This is why Allah said,

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَـهُمْ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ

(How (will it be) when We gather them together on the Day about which there is no doubt.) meaning, there is no doubt that this Day will come,

وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

(And each person will be paid in full what he has earned And they will not be dealt with unjustly.).

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini membantah dan membatalkan apa yang dikatakan oleh orang Yahudi pada ayat yang lalu. Ayat ini tersusun dalam bentuk kalimat pertanyaan bagaimanakah keadaan orang Yahudi bilamana hari Kiamat yang tidak diragukan lagi itu telah datang.

Bentuk kalimat seperti itu menggambarkan bagaimana kehebatan huru-hara yang terjadi di hari itu, dan tentang siksa besar yang akan ditimpakan kepada orang-orang Yahudi. Mereka akan jatuh kepada jurang penderitaan, tak akan ada jalan untuk menyelamatkan diri. Sesungguhnya anggapan orang Yahudi bahwa dirinya akan dapat lepas dengan mudah dari azab itu adalah angan-angan kosong.

Pada hari yang dahsyat itu orang akan melihat dengan jelas apa yang telah dikerjakannya, baik atau buruk akan dihadapkan kepada mereka. Kemudian segala amal perbuatan akan dibalas dengan kebahagiaan jika amal itu baik atau dengan kesengsaraan jika amal itu buruk. Tidak ada hak istimewa yang dapat diberikan kepada pemeluk suatu agama tertentu dan golongan tertentu. Tidak pula suatu bangsa mendapat keistimewaan atas bangsa-bangsa lainnya sekalipun mereka menamakan dirinya dengan sya'bullah al-mukhtar (rakyat Allah yang terpilih) atau anak Allah. Pembalasan pada hari kiamat itu sesuai dengan baik buruknya iktikad yang terkandung dalam hati dan sesuai pula dengan baik buruknya amal perbuatan yang telah dilakukan.

Pada hari itu akan terdapat keadilan yang sempurna. Tidak akan dikurangi sedikit pun balasan terhadap suatu perbuatan dan tidak pula akan ditambah. Yang menjadi pertimbangan pada hari itu ialah keimanan seseorang dan pengaruh iman itu terhadap amal perbuatannya sewaktu di dunia. Kalau dia tidak beriman, maka dia akan masuk ke dalam neraka, karena amal-amalnya yang buruk. Jika imannya tidak sampai rusak, karena diimbangi dengan amal saleh atau seimbang antara yang baik dengan yang buruk, maka dia mendapat balasan sesuai dengan derajat dan kadarnya masing-masing.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

فَكَيۡفَ

fakayfa

Then how (will it be)

إِذَا

idhā

when

جَمَعۡنَٰهُمۡ

jamaʿnāhum

We will gather them

لِيَوۡمٖ

liyawmin

on a Day

لَّا

no

رَيۡبَ

rayba

doubt

فِيهِ

fīhi

in it

وَوُفِّيَتۡ

wawuffiyat

And will be paid in full

كُلُّ

kullu

every

نَفۡسٖ

nafsin

soul

مَّا

what

كَسَبَتۡ

kasabat

it earned

وَهُمۡ

wahum

and they

لَا

(will) not

يُظۡلَمُونَ

yuẓ'lamūna

be wronged