Surah 28 · 28:6
Surah Al-Qasas 28:6
Al-Qasas · The Stories
وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى
Wanumakkina lahum fee al-ardi wanuriyafirAAawna wahamana wajunoodahuma minhum makanoo yahtharoon
And establish them in the land and show Pharaoh and [his minister] Hāmān and their soldiers through them that which they had feared.
dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Which was revealed in Makkah
Imam Ahmad bin Hanbal, may Allah have mercy on him, recorded that Ma`diykarib said: "We came to `Abdullah and asked him to recite to us:
طسم
(Ta Sin Mim.) the two hundred. He said, `I do not know it; you should go to someone who learned it from the Messenger of Allah ﷺ Khabbab bin Al-Aratt.' So we went to Khabbab bin Al-Aratt and he recited it to us, may Allah be pleased with him."
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ
In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.
The Story of Musa and Fir`awn, and what Allah intended for Their People
We have already discussed the significance of the separate letters.
تِلْكَ ءَايَـتُ الْكِتَـبِ الْمُبِينِ
(These are the Ayat of the manifest Book.) means the Book which is clear and makes plain the true reality of things, and tells us about what happened and what will happen.
نَتْلُواْ عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ
(We recite to you some of the news of Musa and Fir`awn in truth,) This is like the Ayah,
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ
(We relate unto you the best of stories) (12:3). which means, `We tell you about things as they really were, as if you are there and are seeing them yourself.' Then Allah says:
إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلاَ فِى الاٌّرْضِ
(Verily, Fir`awn exalted himself in the land) means, he was an arrogant oppressor and tyrant.
وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعاً
(and made its people Shiya`) means, he made them into different classes, each of which he used to do whatever he wanted of the affairs of his state.
يَسْتَضْعِفُ طَآئِفَةً مِّنْهُمْ
(weakening a group among them. ) This refers to the Children of Israel, who at that time were the best of people, even though this tyrant king overpowered them, using them to do the most menial work and forcing them to hard labor night and day for him and his people. At the same time, he was killing their sons and letting their daughters live, to humiliate them and because he feared that there might appear among them the boy who would be the cause of his destruction and the downfall of his kingdom. So Fir`awn took precautions against that happening, by ordering that all boys born to the Children of Israel should be killed, but this precaution did not protect him against the divine decree, because when the term of Allah comes, it cannot be delayed, and for each and every matter there is a decree from Allah. Allah says:
وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُواْ فِى الاٌّرْضِ
(And We wished to do a favor to those who were weak in the land,) until His saying;
يَحْذَرُونَ
(which they feared.) And Allah did indeed do this to them, as He says:
وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُواْ يُسْتَضْعَفُونَ
(And We made the people who were considered weak) until His saying;
يَعْرِشُونَ
(they erected) (7:137). And Allah said:
كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَـهَا بَنِى إِسْرَءِيلَ
(Thus and We caused the Children of Israel to inherit them) (26: 59). Fir`awn hoped that by his strength and power he would be saved from Musa, but that did not help him in the slightest. Despite his great power as a king he could not oppose the decree of Allah, which can never be overcome. On the contrary, Allah's ruling was carried out, for it had been written and decreed from past eternity that Fir`awn would meet his doom at the hands of Musa.
Tafsir Kemenag RI
Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada Bani Israil yang tertindas dan lemah itu dengan memberikan kepada mereka kekuatan dan kekuasaan duniawi dan agama. Maka berkat perjuangan Bani Israil, berdirilah satu kerajaan yang besar dan kuat di negeri Syam dan akhirnya mereka mempunyai kekuasaan yang besar di Mesir yang dahulunya pernah menindas dan memperbudak mereka. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. (al-A'raf/7: 137)
Demikianlah, bila Allah menghendaki sesuatu, pasti terlaksana. Bagaimana pun kuatnya Fir'aun dengan tentara dan kekayaannya serta bagaimana pun lemahnya Bani Israil sampai tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun bahkan selalu ditindas, dianiaya, dan dimusuhi, tetapi karena Allah hendak memuliakan mereka, ada saja jalan dan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan bergerak. Berkat keuletan dan kesabaran, mereka berhasil menguasai negeri Mesir yang pernah memperbudak mereka.
Allah memperlihatkan kepada Fir'aun apa yang selalu ditakutinya, juga oleh Haman (menterinya) dan tentaranya, yaitu keruntuhan kerajaan mereka dengan lahirnya seorang bayi, yaitu Musa. Bayi ini luput dari pengawasan Fir'aun, bahkan diasuh dan dididik di istananya, serta dimanjakan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Padahal, bayi itulah nanti, di waktu besarnya, yang akan menumbangkan kekuasaannya, menghancurkan tentaranya dan menaklukkan negaranya. Bagaimana pedihnya luka di hati Fir'aun ketika melihat anak yang disayangi dan dimanjakan, menantang dan melawan kekuasaannya.
Kesombongan, takabur, dan keangkuhan Fir'aun memang tak ada gunanya ketika berhadapan dengan kekuasaan dan keperkasaan Allah. Semua tindakannya dibalas dengan tindakan yang setimpal. Di antara tindakan yang dilakukan oleh Fir'aun yang melampaui batas adalah:
1. Menganggap dirinya berkuasa mutlak sehingga ia bersikap takabur dan sombong bahkan mendakwakan dirinya sebagai tuhan.
2. Untuk menjamin kelanggengan kekuasaannya, dia memecah belah bangsanya, memusnahkan golongan yang menentangnya, membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil, dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup untuk dipekerjakan dan dijadikan sebagai gundik dan dayang-dayang kerajaan.
3. Berlaku sewenang-wenang dan berbuat kerusakan di muka bumi.
Tindakan Fir'aun itu dibalas oleh Allah dengan beberapa tindakan pula, yaitu:
1. Allah membebaskan Bani Israil dari cengkeraman Fir'aun dan kaumnya dan menjadikan mereka pemuka dan pemimpin di dunia.
2. Allah mewariskan kepada mereka negeri Syam dengan menjadikan mereka berkuasa di sana dan memberikan tempat di muka bumi.
3. Allah memperlihatkan kepada Fir'aun, Haman, dan tentaranya bagaimana keruntuhan kekuasaan mereka.
Demikianlah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya. Suatu hal yang rasanya tidak mungkin, bisa terjadi yaitu tumbangnya suatu kekuasaan besar oleh orang-orang yang lemah, tertindas dan teraniaya. Sungguh Allah telah memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, membuat dan mencabut kekuasaan dari siapa yang dikehendaki-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala suatu. (ali 'Imran/3: 26)
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَنُمَكِّنَ
wanumakkina
And [We] establish
لَهُمۡ
lahum
them
فِي
fī
in
ٱلۡأَرۡضِ
l-arḍi
the land
وَنُرِيَ
wanuriya
and show
فِرۡعَوۡنَ
fir'ʿawna
Firaun
وَهَٰمَٰنَ
wahāmāna
and Haman
وَجُنُودَهُمَا
wajunūdahumā
and their hosts
مِنۡهُم
min'hum
through them
مَّا
mā
what
كَانُواْ
kānū
they were
يَحۡذَرُونَ
yaḥdharūna
fearing