Surah 28 · 28:18

Surah Al-Qasas 28:18

Al-Qasas · The Stories

فَأَصْبَحَ فِى ٱلْمَدِينَةِ خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا ٱلَّذِى ٱسْتَنصَرَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُۥۚ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ إِنَّكَ لَغَوِىٌّ مُّبِينٌ

Faasbaha fee almadeenati kha-ifanyataraqqabu fa-itha allathee istansarahu bil-amsiyastasrikhuhu qala lahu moosa innakalaghawiyyun mubeen

And he became inside the city fearful and anticipating [exposure], when suddenly the one who sought his help the previous day cried out to him [once again]. Moses said to him, "Indeed, you are an evident, [persistent] deviator."

Karena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota sambil menunggu (akibat perbuatannya), tiba-tiba orang yang kemarin meminta pertolongan berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya, "Engkau Sungguh, orang yang nyata-nyata sesat."

SurahAl-Qasas
Juz20
Page387
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

How the Secret of this Killing became known

Allah tells us that when Musa killed that Coptic,

فِى الْمَدِينَةِ خَآئِفاً

(he became afraid in the city) meaning, of the consequences of his action,

يَتَرَقَّبُ

(looking about) means, turning around and watching out, waiting for the consequences of his action to befall him. He went out and about, and saw the man who sought his help the day before, fighting with another Coptic. When Musa passed by him, he called for his help again, against this other Coptic. Musa said to him:

إِنَّكَ لَغَوِىٌّ مُّبِينٌ

(Verily, you are a plain misleader!) meaning, `you obviously lead people astray and are very evil.' Then Musa intended to attack that Coptic, but the Israelite -- because of his own cowardice and weakness -- thought that Musa wanted to hit him because of what he had said, so he said, in self-defence --

يمُوسَى أَتُرِيدُ أَن تَقْتُلَنِى كَمَا قَتَلْتَ نَفْساً بِالاٌّمْسِ

(O Musa! Is it your intention to kill me as you killed a man yesterday) Nobody except him and Musa, peace be upon him, knew about it, but when the other Coptic heard this, he took the news to Fir`awn's gate and told him about it. So Fir`awn came to know of it, and he became very angry and resolved to kill Musa, so he sent people after him to bring him to him.

Tafsir Kemenag RI

Pengampunan Allah telah menjadikan hatinya lega dan lapang, tetapi bagaimana dengan penduduk asli Mesir di mana ia hidup di kalangan mereka? Apakah mereka akan membiarkan saja bila pembunuhan itu mereka ketahui? Inilah yang sangat mengganggu ketenteraman hati Musa dan selalu menjadi beban pikirannya. Oleh sebab itu, dengan sembunyi-sembunyi Musa mencari informasi apakah perbuatannya itu telah diketahui orang, dan bila mereka telah mengetahuinya, bagaimana sikap mereka? Tindakan apakah yang akan mereka ambil terhadapnya?

Ketika ia menyusuri kota itu, kelihatan olehnya orang yang ditolong dahulu dan berteriak lagi minta tolong agar ia membantunya sekali lagi melawan orang Mesir yang lain. Rupanya orang yang ditolongnya dahulu itu kembali terlibat dalam perkelahian dengan orang Mesir lainnya. Mungkin orang itu meminta kepadanya supaya ia membunuh orang Mesir itu sebagaimana ia telah membunuh dahulu. Tergambarlah dalam otaknya bagaimana ia telah dosa dengan pembunuhan itu, tetapi Tuhan dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, telah mengampuni kesalahannya. Apakah ia akan berbuat kesalahan lagi, apalagi ia telah berjanji dengan Tuhannya bahwa dia tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu.

Oleh sebab itu, Musa berkata kepada orang Israil itu bahwa ia adalah orang yang sesat. Akan tetapi, tergambar pula dalam pikirannya bagaimana nasib kaumnya yang terhina dan selalu dianiaya oleh orang-orang Mesir, maka bangkit pulalah rasa amarahnya dan hampir saja ia menyerang orang Mesir itu. Namun sebelum ia menyerang, orang Mesir itu membentaknya dengan mengatakan apakah ia hendak membunuhnya seperti ia membunuh kawannya kemarin? Rupanya orang itu sudah mengenali wajah Musa karena orang-orang di kota ramai membicarakan pembunuhan itu dan pelakunya.

Kemudian orang Mesir itu membentaknya dan mengatakan, "Sesungguhnya engkau telah bertindak sewenang-wenang di muka bumi. Engkau bukanlah termasuk orang-orang yang berbuat baik." Dengan bentakan itu, Musa sadar dan ingat akan janjinya bahwa dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi sehingga dia tidak jadi memukul orang itu.

Menurut pendapat sebagian mufasir yang mengucapkan kata-kata tersebut kepada Musa bukanlah orang Mesir tetapi orang Israil yang telah ditolongnya, karena Musa menuduhnya sebagai orang yang sesat dan hendak memukulnya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

فَأَصۡبَحَ

fa-aṣbaḥa

In the morning he was

فِي

in

ٱلۡمَدِينَةِ

l-madīnati

the city

خَآئِفٗا

khāifan

fearful

يَتَرَقَّبُ

yataraqqabu

(and) was vigilant

فَإِذَا

fa-idhā

when behold

ٱلَّذِي

alladhī

The one who

ٱسۡتَنصَرَهُۥ

is'tanṣarahu

sought his help

بِٱلۡأَمۡسِ

bil-amsi

the previous day

يَسۡتَصۡرِخُهُۥۚ

yastaṣrikhuhu

cried out to him for help

قَالَ

qāla

Said

لَهُۥ

lahu

to him

مُوسَىٰٓ

mūsā

Musa

إِنَّكَ

innaka

Indeed, you

لَغَوِيّٞ

laghawiyyun

(are) surely a deviator

مُّبِينٞ

mubīnun

clear